Tak Ingin Balas Dendam, CEO Huawei Tolak Ajakan Boikot Apple di Cina
KAREBANUSA.COM, Makassar - Perang dagang antara Cina dan Amerika Serikat mengakibatkan putusnya kerjasama Huawei dan Google. Hal ini karena kebijakan presiden Amerika Serikat Donal Trump memutuskan untuk memasukkan Huawei ke dalam daftar hitam.
Tak hanya dengan Google, akibat daftar hitam tersebut, Huawei juga dikabarkan putus hubungan kerjasama dengan ARM Holdings.
Tak heran bila ada wacana balas dendam yang menyerukan agar warga Cina memboikot produk Apple.
Namun, CEO sekaligus founder Huawei Ren Zhengfei menolak usulan tersebut.
"Hal tersebut tidak akan terjadi, dan jika memang terjadi, saya akan menjadi orang pertama yang melakukan protes," ujar dia.
Menurutnya, Apple diibaratkan seorang guru dan Huawei sebagai muridnya. Jadi tidak ada kawan bagi seorang murid untuk menentang gurunya.
"Apple merupakan perusahaan terkemuka di dunia. Jika tidak ada Apple, mungkin tidak akan ada mobile internet. Apple adalah guru saya, dia lebih maju di depan kita, sebagai seorang siswa mengapa saya harus menentang guru saya?" lanjut dia.
Analis di Fitch Rating menuliskan, larangan AS terhadap perusahaan China ini bisa menghentikan momentum pertumbuhan Huawei yang positif. Di sisi lain, aksi boikot tersebut bisa menguntungkan Samsung karena konsumen di seluruh dunia mencari alternatif selain Huawei.
Baca juga
- Harga Emas Antam Sabtu 7 November 2026 Turun Rp 20.000, Ini Daftar Lengkapnya
- Tips Memilih Motor Sport, Sesuai Kebutuhan
- Pebalap Honda Badly Ayatullah Bakal Sharing dengan Warga Palopo Soal Balapan
- Kado Manis HUT ke-419, Makassar Raih Anugerah Kebudayaan Indonesia 2026 Kategori Pemerintah Daerah
- 11 Motor Sport Honda dengan Karakter Berbeda, Ini Pilihan dan Keunggulannya
