KAREBANUSA.COM, Maros - Sebuah tower Base Transceiver Station (BTS) di SD Bado-bado Baji Mangngai, Mandai, Kabupaten Maros, roboh, Selasa (13/8/2019) pagi. BTS tersebut merupakan milik provider PT XL Axiata.

Emma murid SD Bado-bado tertimpa tower tersebut dan mengalami luka yang cukup serius. Lima anak diantaranya dirujuk ke RSUD Wahidin Sudirohusodo, Makassar, untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Kelima murid yang mengalami luka serius adalah Khodijah Rafa Nur, Adinda Sri Rahmayani, Riza Wahyuni, Abrisam Bangga Arbani, dan Muhammad Sultan Ali Ashary. Sedangkan Mujahid telah dibawa pulang oleh pihak keluarga.

Peristiwa naas itu terjadi saat murid SD Bado-bado sedang latihan paduan suara di lapangan sekolah untuk persiapan memperingati HUT Kemerdekaan RI.

Tiba-tiba BTS milik XL Axiata yang berada di samping gedung SD Bado-bado jatuh dan menimpa beberapa murid.

Para korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit TNI AU Dr Dody Sarjoto untuk mendapatkan penanganan secara medis. Lima murid terpaksa dirujuk ke  RSUP Wahidin Sudirohusodo kota Makassar untuk di lakukan proses medis lebih lanjut.

Pihak XL angkat bicara terkait kejadian tersebut. Corporate Communication XL Axiata East Region,Ibnu Syahban, mengaku prihatin dan simpati kepada para korban yang tertimpa. 

Dalam pernyataan tertulis ia menjelaskan bahwa Menara tersebut bukan milik XL Axiata namun milik perusahaan penyewaan menara telekomunikasi. 

"Dalam hal ini, XL Axiata bertindak sebagai penyewa menara tersebut. Karena itu, semua hal terkait pembangunan dan pemeliharaan, juga kelayakan bangunan bukan merupakan tanggung jawab XL Axiata,"ujarnya. 

Meski begitu pihaknya mengaku akan mendukung upaya investigasi oleh pihak yang berwajib untuk mengetahui dengan pasti penyebab robohnya menara.

"XL Axiata akan mendorong upaya pemenuhan hak-hak korban sesuai dengan ketentuan. Demikian keterangan yang bisa kami sampaikan saat in," pungkasnya. 


Tags: Operator XL Tower roboh