Terlihat Jelas dari Satelit, Tenggok Penampakan Kalimantan Diselimuti Asap Tebal
KAREBANUSA.COM, Makassar - Kebakaran hutan yang terjadi di Riau dan Kalimantan sudah mencapai titik memprihatikan.
Pasalnya kepulan asap akibat kebakaran hutan ini sudah menganggu aktivitas warga di Riau maupun Kalimantan.
Kabut asap bahkan merenggut nyawa bayi berusia empat bulan yang meninggal karena sesak napas dan infeksi saluran pernapasan, sementara seorang lelaki berusia 59 tahun ditemukan tewas duduk di pohon di kabut tebal di perkebunannya.
Badan antariksa Amerika ,National Aeronautics and Space Administration (NASA) baru-baru ini merilis gambar satelit dari negara yang diambil pada 14 September. Gambar-gambar itu diunggah ke situs web Earth Observatory NASA.
Dalam gambar-gambar tersebut terlihat pulau Kalimantan ditutupi oleh asap berwarna putih sementara tanah hampir tidak dapat dilihat dari citra satelit.
Menurut keterangan NASA, foto tersebut diambil pada tanggal 15 September 2019.
Selain foto yang memperlihatkan asap yang menyelimuti udara pulau Kalimantan, NASA juga merilis foto dari Operational Land Imager (OLI) pada satelit Landsat 8. Dalam foto tersebut terlihat kebakaran hutan di kawasan perkebunan kelapa sawit. Amatan gelombang pendek infra merah diterapkan untuk memperlihatkan titik api.
Foto OLI Landsat 8( NASA)
Selain itu, ada peta data karbon pada 17 September 2019 dari permodelanNag (GEOS-FP). Model ini menggabungkan data satelit, pesawat dan sistem observasi di darat untuk mengamati aerosol dan api. GEOS-FP juga memakai data meteorologi seperti suhu udara, kelembabab, angin.
Foto GEOS Forward Processing (NASA)
Tags: Kalimantan Tengah Kalimantan Timur Kebakaran hutan NASA
Baca juga
- Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Pada Kamis 19 Februari 2026, Muhammadiyah 18 Februari
- Jelang Ramadan 1447 H, Pemerintah Kabupaten Gowa Gelar Pasar Pangan Murah untuk Stabilkan Harga
- Kejati Kaltim Tekankan Pencegahan Korupsi Berkelanjutan di Sektor Kepelabuhanan
- Hadiri Peresmian Gereja Katedral, Wali Kota Munafri Gaungkan Moderasi Beragama
- Pupuk Indonesia Peringkat 69 Fortune Southeast Asia 500

