Kezia Pingkan D Massie, Pimpinan Cabang SGB Makassar

KAREBANUSA.COM, Makassar – PT. Solid Gold Berjangka (“SGB”) membukukan rapor biru dengan mencetak pertumbuhan total volume transaksi  sebesar 354.271 lot  atau naik 38,32% pada kuartal III tahun 2019 dibandingkan tahun lalu di posisi yang sama sebesar 256.116 lot.

Pencapaian tersebut didorong oleh pertumbuhan volume transaksi bilateral (SPA/Sistim Perdagangan Alternatif) sebesar 37,95 persen menjadi 322.137 lot, sementara hasil volume transaksi multilateral (komoditi) melonjak naik 42,24 persen dari kuartal III tahun sebelumnya sebesar 22.952 lot.

Pertumbuhan positif ini tak lepas dari kestabilan pasar dan harga komoditas terutama pada emas, kakao dan olein. Selain itu gejolak ekonomi global turut membawa sentimen positif, karena investor lebih mencari produk investasi yang bersifat safe haven yaitu emas.

“Kami bangga dengan pencapaian sepanjang sembilan bulan pertama ini. Pasar industri berjangka terus berkembang dan memiliki potensi yang luas. Dan semua itu tidak akan berarti apapun tanpa kekuatan tim yang solid dan fokus pada target,” terang Direktur Utama PT. Solid Gold Berjangka, Iriawan Widadi.

Hingga akhir September 2019, total nasabah baru SGB tercatat mencapai 1.268 nasabah. Hal ini mengalami peningkatan sebesar 90,10 persetujuan  dibandingkan kuartal III tahun 2018 sebanyak 667 nasabah baru. Catatan positif ini menunjukkan tingkat kepercayaan nasabah yang semakin kuat terhadap SGB serta dukungan yang besar dari seluruh karyawan dan para stakeholder.

Sedangkan di cabang Makassar berhasil menambah jumlah nasabah baru sebanyak 151 nasabah atau meningkat 7,86 persen dari kuartal III tahun 2018. Pertambahan nasabah baru ini semakin mengukuhkan reputasi SGB Makassar dalam menjaga kepercayaan masyarakat yang tertarik berinvestasi pada produk perdagangan berjangka komoditi. 

Untuk meningkatkan layanan dan transparansi, SGB juga telah memfasilitasi sistem pelaporan transaksi perdagangan berjangka melalui SITNA atau Sistem Informasi Transaksi Nasabah yang  disediakan oleh Kliring Berjangka Indonesia dan Bursa Berjangka Jakarta. 

Iriawan mengatakan, dengan adanya SITNA, setiap transaksi kontrak berjangka yang tercatat di bursa berjangka dapat dipantau oleh nasabah kapan pun dan di mana pun. Ini menjadi wujud komitmen Perseroan dari sisi transparansi.

“Keberlanjutan dan pertumbuhan industri Perdagangan Berjangka Komoditi tak lepas dari generasi muda. Oleh karena itu mulai sekarang, SGB pun sudah bergegas mempersiapkan Sumber Daya Manusia yang andal dan profesional untuk membangun era baru industri Perdagangan Berjangka Komoditi di masa depan,” terang Iriawan.

Sementara itu, pimpinan Cabang SGB Makassar, Kezia Pingkan D. Massi, menjelaskan bahwa publikasi telah membantu SGB meningkatkan edukasi kepada masyarakat khususnya di kota Makassar tentang pelayanan dan produk investasi perdagangan berjangka komoditi.

“Semakin banyak orang yang paham, maka menjadi lebih yakin terhada peluang yang ditawarkan dari produk investasi kami. Semua itu terwujud berkat  kerjasama erat dengan media yang terjalin sejak awal tahun ini juga diiringi perbaikan dari kualitas pelayanan di internal SGB Makassar,” terang Kezia.

Dari sisi volume transaksi, SGB Makassar mengalami koreksi tipis sebesar 1,67% menjadi 64.111 lot hingga akhir September 2019. Penurunan ini disebabkan adanya restrukturisasi kualitas nasabah dan upaya perusahaan dalam menjaga pelayanan.


Tags: Solid Gold Berjangka