Warna Darah Haid dan Kondisi Kesehatan Dibaliknya
KAREBANUSA.COM, MAKASSAR - Haid atau mentruasi adalah hal yang sudah menjadi bagian kehidupan para wanita. Namun ternyata warna darah yang keluar saat dapat memberi informasi seputar kesehatan rahim. Untuk itu tidak ada salahnya memperhatikan warna darah haid mu mulai dari sekarang.
Dilansir dari Halodoc, ada 7 warna darah haid yang sering dialami oleh para wanita, diantara :
1. Merah Muda
Menurut Margaret Romero, seorang tenaga medis di New York, darah haid yang berwarna merah muda menandakan bahwa kadar esterogen dalam tubuh kamu sedang rendah. Tidak hanya berdampak pada siklus haid saja, warna darah merah muda ini pun bisa memicu risiko osteoporosis. Untuk mengatasinya, kamu bisa mengonsumsi banyak makanan yang mengandung protein seperti yogurt dan kacang almond. Kamu juga harus mengatur pola olahrga secara tepat, tidak berlebihan namun juga tidak kurang bergerak.
2. Merah Pudar Berair
Alyssa Dweck, dokter spesialis kandungan dari Mount Sinai School of Medicine New York menyatakan bahwa warna darah haid yang berwarna merah pudar menunjukkan bahwa tubuh sedang kekurangan nutrisi. Sedangkan jika darah haid tersebut memiliki tekstur berair maka kemungkinan kamu mengalami anemia atau kekurangan zat besi. Untuk mengatasinya, ingat selalu untuk memilih asupan makanan dengan gizi seimbang dan kaya zat besi. Selain itu, jika pembalut yang kamu pakai terasa penuh akibat aliran darah yang deras kurang dari satu jam, kamu harus meminum suplemen penambah darah untuk menghindari anemia. Perhatikan juga siklus haid, apabila selama dua atau lebih warna haid terus menerus seperti ini, sebaiknya bicarakan dengan dokter, ya.
3. Warna Coklat Tua
Jika kadar progesteron dalam rahim rendah, maka darah haid akan berwarna coklat. Ini karena darah butuh waktu lebih lama untuk keluar dari tubuh. Enggak perlu khawatir, karena hal ini normal dialami oleh wanita. Umumnya, pada kamu yang siklus haidnya tidak teratur warna haid coklat tua ini memang sering dialami. Kamu bisa mengonsumsi makanan yang kaya vitamin B dan juga telur untuk meningkatkan kadar progesteron.
4. Warna Merah Stroberi
Jika darah haid berwarna merah dan memliki tekstur agak bergumpal seperti selai stroberi, ini tandanya ada ketidakseimbangan hormon progesteron dan esterogen. Yang perlu kamu waspadai adalah jika gumpalan darah cukup besar karena tandanya ketidakseimbangan hormon perlu penanganan serius. Untuk itu, kamu harus mengurangi konsumsi produk susu, kedelai dan gula. Alangkah lebih baik jika kamu juga langsung membicarakannya dengan dokter kandungan.
5. Merah Tua Cranberry
Kamu boleh senang jika memiliki darah haid berwarna merah tua atau seperti warna buah cranberry. Ini artinya kamu memiliki siklus haid yang sehat dan teratur. Semua organ bekerja dengan baik, hormon esterogen dan progesteron pun seimbang. Biasanya warna ini bisa terlihat setelah dua hari pertama datang bulan. Setelahnya, warna darah haid akan semakin cerah dan memiliki tekstur yang licin mirip agar-agar. Artinya darah kotor kamu bercampur dengan lendir serviks dan kamu pun dalam kondisi yang sehat.
6. Warna Oranye
Umumnya, warna darah haid yang berwarna oranye ini tercampur dengan cairan dari leher rahim. Jika kondisi ini berlangsung lama maka kamu harus berhati-hati karena bisa saja menjadi tanda dari indikasi infeksi leher rahim. Sebaiknya, kamu langsung membicarakannya dengan dokter.
7. Abu-abu agak hitam
Sedangkan jika kamu memiliki darah haid dengan warna keabu-abuan agak hitam, maka segara bicarakan dengan dokter karena bisa jadi kamu terkena infeksi rahim. Berbeda dengan wanita yang sedang hamil, kondisi ini bisa jadi merupakan tanda keguguran yang harus diwaspadai.
Nah, ingat ya, mulai sekarang jangan remehkan warna darah haid.
Tags: Haid
