KAREBANUSA.COM, Maros - Hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang menerjang Kabupaten Maros Sulawesi Selatan selama dua hari, 11 - 12 Januari 2019.

Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan terjadinya pohon tumbang di sejumlah kecamatan, khususnya di Kecamatan Maros Baru dan Tompobulu. Kejadian Pohon tumbang menimpa rumah warga dan menutupi badan jalan di sejumlah Desa.

Selain itu, cuaca ekstrem juga menyebabkan rumah warga porak-poranda akibat diterjang angin puting beliung, utamanya di Kecamatan Mandai dan Bantimurung. Di dua kecamatan ini, sedikitnya lima rumah warga mengalami kerusakan.

Rumah warga yang rusak akibat puting beliung terjadi di Dusun Bugis, Desa Tenrigangkae Kecamatan Mandai, dan di Dusun Mangai Desa Mangeloreng, Kecamatan Bantimurung.

Berdasarkan data sementara BPBD Maros, terdapat tujuh unit rumah rusak akibat cuaca ekstrem selama dua hari, baik yang tertimpa pohon tumbang maupun yang diterjang puting beliung. Selain itu, juga terdapat satu pabrik pengolahan kayu rusak.

Mengenai kondisi cuaca ekstrem tersebut, Kepala BPBD Maros, Fadli Y, mengimbau masyarakat agar waspada bencana. Ia menjelaskan saat ini pergerakan air sungai masih normal, namun terus mengalami kenaikan.

"Kita sudah mengeluarkan imbauan agar masyarakat waspada bencana, khususnya banjir.  Jika terjadi banjir tiba-tiba, masyarakat diimbau mengungsi ke posko yang sudah ditentukan," ungkap Fadli.

Hingga Minggu siang 12 Januari 2020, instensitas curah hujan tinggi masih terus mengguyur Kabupaten Maros Sulawesi Selatan.

Laporan : Arifin


Tags: Maros

Baca juga