Picu Pergerakan Ekonomi, Pj Walikota Makassar Minta Proyek Pedesterian Tanjung Bunga Selesai Tepat Waktu
KAREBANUSA.COM, Makassar - Pj Walikota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin, berharap proses pembangunan pedesterian Tanjung Bunga berjalan lancar, berkualitas dan bisa selesai tepat waktu. Hal ini diungkapkan Prof Rudy saat di mintai keterangan oleh sejumlah wartawan di Rumah Jabatan Walikota Makassar, Senin (12/10/2020).
Menurutnya, proyek pedesterian Tanjung Bunga merupakan salah satu harapan Pemkot Makassar dalam memicu pergerakan ekonomi, termasuk mendorong pariwisata dan iklim investasi di Kota Makassar.
“Tentu saja kita berharap pengerjaannya selesai tepat waktu agar masyarakat bisa segera menikmatinya. Dan yang terpenting, sebagai salah satu ikon baru di Kota Makassar ini, kawasan pedesterian Tanjung bunga mampu menjadi stimulus bergeraknya ekonomi masyarakat yang saat ini tengah lesu akibat pandemi,” ujar Prof Rudy.
Selain pedesterian Tanjung Bunga, Prof Rudy juga berencana merevitalisasi pantai Losari agar masyarakat merasa lebih nyaman saat berkunjung ke salah satu ikon utama Kota Makassar tersebut.
“Insya Allah, kita usahakan pengerjaannya dilakukan tahun ini melalui anggaran parsial. Kita berharap Pantai Losari sebagai salah satu spot wisata di Kota Makassar bisa betul-betul memberi kepuasan kepada siapapun yang datang berkunjung,” lanjutnya.
Prof Rudy berharap Anjungan Pantai Losari bisa menjadi kawasan terbuka yang betul-betul nyaman, dan mendorong wisatawan yang pernah datang merasa puas dan selalu tertarik untuk datang lagi berulang kali.
Tags: Makassar Prof Rudy Djamaluddin
Baca juga
- Hari Indonesia Menabung 2026, OJK Dorong 570 Siswa Sekolah Rakyat di Makassar Cerdas Finansial
- Bukit Baruga Hadirkan Hunian dengan Ruang Interaksi dan Kebersamaan
- Mal Ratu Indah Hadirkan 'I Love Monday', Gabungkan Olahraga, Musik dan Komunitas
- Unismuh Makassar Bedah 2.263 Usulan Program dalam Raker 2026-2027, Bidik Teaching University Bereputasi Global
- Wali Kota Makassar Ingatkan Warga Waspada Kebakaran di Tengah Kemarau Panjang
