Unibos Bahas Pentingnya Menguasai Bahasa Mandarin di Era Industri 4.0
KAREBANUSA.COM, Makassar - Fakultas Sastra Program Studi Bahasa Mandarin untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional Universitas Bosowa (Unibos) gelar Webinar Bahasa Mandarin, Senin (31/5/2021).
Kegiatan bertajuk "Bahasa Mandarin: Peluang dan Tantangan" ini diadakan untuk memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat serta mahasiswa akan pentingnya Bahasa Mandarin di era industri 4.0.
Hadir sebagai pembicara Arini Junaeny SS LItt dari UNM dan Sukma SS MTCSOL (Dosen Fakultas Sastra Unibos). Juga Dekan Sastra Unibos, Dr Sudriman Macca MHum, serta Wakil Rektor I Unibos, Dr Baharuddin MSi PhD yang sekaligus membuka kegiatan tersebut.
Kaprodi Bahasa Mandarin Unibos, A Hamzah Fansuri SPd MPd, menjelaskan, era perdagangan bebas saat ini dikuasai oleh Cina sebagai leading sector. Karena itu, kemampuan berbahasa Mandarin sangat dibutuhkan.
"Kami berharap melihat kondisi tersebut banyak masyarakat yang kemudian yang tertarik untuk dapat belajar Bahasa Mandarin," tuturnya.
Salain itu, kegiatan ini juga dilaksanakan untuk memperkenalkan Prodi Baru Unggulan tersebut, yang juga merupakan satu-satunya Prodi vokasi Bahasa Mandarin di kawasan timur Indonesia.
"Kedepannya Prodi kami ini akan terus mengadakan kegiatan-kegiatan serupa, baik mengundang pemateri asing dari Cina maupun pemateri dari kalangan dosen dan profesional yang berkompeten dalam bidangnya masing-masing," tambahnya
Sebelumnya, kegiatan serupa juga digelar dan telah mengundang Pemateri Asing dari Cina.(*)
Tags: Bahasa Mandarin Unibos
Baca juga
- Mahasiswa Bahasa Mandarin Unibos Mendapat Edukasi Safety Riding dari Asmo Sulsel
- Aksa Mahmud Terima Kunjungan MayBank Malaysia, Bahas Peluang Kolaborasi Internasional untuk Pengembangan Universitas Bosowa
- Universitas Bosowa dan Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan Teken MoU Penguatan Pendidikan Hukum dan Pengawasan Pemilu
- Universitas Bosowa Gelar Workshop Public Speaking Bahasa Inggris untuk Tingkatkan Kepercayaan Diri Mahasiswa
- Universitas Bosowa Lanjutkan Benchmarking Global ke Radboud University Belanda
