KAREBANUSA.COM, Jakarta - Sudah 18 bulan lebih Pandemi Covid-19  berlangsung Indonesia. Kabar baiknya saat ini, tidak ada lagi daerah berstatus level 4 atau Zona Merah, khususnya di Jawa dan juga Bali.

Kasus penyebaran Covid-19 pun terus menurun dan terkendali. Meskipun pemerintah memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), namun perlahan sektor sosial diperlonggar. Salah satunya penyesuaian yang dilakukan pemerintah adalah mengizinkan penyelenggaraan kegiatan besar di tengah masyarakat, termasuk festival dan juga konser musik.

Kabar baik ini disambut antusias para musisi. Industri musik merupakan salah satu sektor yang ikut lumpuh sejak pandemi Covid-19 melanda. Apalagi pemberlakuan PPKM yang melarang kerumunan.

Pemberian ijin pelaksanaan konser ini untuk mewadahi masyarakat agar tetap produktif serta mempercepat pemulihan ekonomi nasional. 

Semua pihak, baik itu pemerintah, penyelenggaraan, senian dan musisi, serta masyarakat berkewajiban memperketat protokol kesehatan dan menjalankan ketentuan yang telah dibuat agar tren kasus Covid-19 tidak meningkat dan menjaga harapan untuk segera mengakhiri pandemi ini 

Direktur Musik, Film, dan Animasi Kemenparekraf, Muhammad Amin, mengatakan, acara dengan skala besar saat ini sudah berlangsung tak lain untuk menciptakan peluang bagi musisi terdampak pandemi untuk kembali berkreasi. Melalui kebijakan ini Kemenparekraf memiliki kewenangan untuk memberikan panduan yang berisi aturan-aturan yang harus dipatuhi ketika akan membuat pertunjukan.

"Misalnya semua grup wajib melakukan swab antigen dan PCR dengan hasil negatif. Menggunakan instrumen pribadi dan tidak digunakan secara bergantian. Tidak mengajak penonton ke panggung, melakukan Friends konten secara daring, dan melepas masker hanya saat bernyanyi," kata Amin dalam dialog virtual KPCPEN #ProkesAmanNontonKonserNyaman, Selasa (19/10/2021).

Salah satu musisi Tanah Air, Ivaka Slank, mengatakan bahwa diberikannya lampu hijau menyelenggarakan konser membuat musisi kembali "hidup" dan siap berkreasi.

"Hampir dua tahun kita 'puasa' berkesenian. Untungnya ada teknologi sehingga musisi bisa menyalurkan bakat dan kreasinya secara online," ucapnya. 

Melaksanakan konser dengan kerumunan masyarakat berpotensi meningkatkan kasus Covid-19 lagi. Karena itu, pemerintah menegaskan harus dilakukan protokol kesehatan yang ketat.

"Ya itu harus. Pengalaman beberapa waktu lalu kami menggelar konser secara Hybrid, di lokasi ada sekitar 300 pengunjung. Kami semua tiap saat terapkan prokes yang ketat, termasuk saat karantina. Setelah kembali ke rumah, Alhamdulillah tidak ada yang terpapar," katanya.

Karena itu, lanjut Ivanka, musisi dan promotor harus mempersiapkan ide dan konsep di awal. "Sehingga saat konser sudah dibolehkan, kita sudah siap, tidak lagi gelagapan mau bikin apa dan sebagainya," papar Ivanka.(*)


Tags: Konser musik dibolehkan Pandemi Covid-19 Prokes ketat Protokol Kesehatan

Baca juga