MALAM sudah menunjukkan pukul 00.30 wita. Adi terlihat masih berjibaku membuat pesanan empat bungkus mie kuah, di dapur kecil di rumahnya di kawasan Komp PU, Makassar.                            

Meski sudah lewat tengah malam, pria asal Makassar yang berusia 29 tersebut tampak tetap bersemangat mengolah bumbu, bakso, dan mie, menjadi makanan enak andalan Kios Mie Jawa Solo Mangasa miliknya.

Sementara di depan rumahnya, tampak driver GoJek menunggu pesanan tersebut untuk diantarkan kepada pemesan.

Demikianlah keseharian Adi. Membuka warung pesanan makanan sistem daring di halaman rumahnya.

Tak hanya di siang hari, ia melayani pesanan pelanggan hingga tengah malam, bahkan dini hari.


Bisnis Kuliner, Tertipu Puluhan Juta

Merintis bisnis kuliner sendiri, selalu menjadi impian Adi. Ia suka menciptakan sesuatu yang bisa dinikmati oleh orang lain.

Karenanya, ia pun mulai berbisnis kuliner tersebut akhir 2020 lalu, setelah sebelumnya dua tahun bekerja sambil belajar membuat masakan mie goreng dan nasi goreng khas Jawa Solo.

“Saya pilih nasi dan mie goreng karena ini yang menjadi favorit banyak orang,” ujarnya.

Sayangnya, malang tak dapat ditolak, Adi menjadi korban penipuan hingga puluhan juta

“Saat itu saya mencari-cari tempat dan menemukan food court di Jl AP Pettarani, Makassar. Tempatnya menarik, dan saya pun menemui orang yang mengaku bertanggung jawab,” kisahnya.

Orang tersebut meminta uang muka Rp25 juta sebagai DP dan pembangunan tenant, serta uang sewa. Karena sudah suka, Adi pun percaya.

Namun bulan demi bulan ditunggu, bangunan yang dijanjikan tak kunjung jadi.

“Dijanji Oktober bisa masuk, tidak juga. Bahkan tidak dikerja. Saya ingat sekali sebelum ayah saya meninggal, beliau sempat menawarkan untuk membawa tukang sendiri untuk membangunnya,” cerita Adi.

Ditunggu-tunggu, yang ditakutkan terjadi. Sampai Januari pembangunan tak kunjung selesai.

Orang yang mengaku berhak untuk membangun dan menyewakan tenant tersebut menghilang. “Dia bawa lari uang Rp 25 juta saya. Pemilik food court juga lepas tangan. Melapor ke polisi disebut kurang bukti. Bukan cuma saya korbannya, banyak,” ujarnya.

Mulai Jualan, Kembali Tertipu

Meski demikian, pengelola kemudian mengizinkan Adi untuk berjualan di food court tersebut dengan membayar Rp5 juta ke pengelola, dan mulai berjualan di bulan Maret 2021.

Ia pun memulai bisnis Mie Jawa Solo di sana. Namun mungkin belum rezeki, Adi kembali tertipu.

Food court yang ia tempati mendadak disegel dan ditutup oleh satpol PP. “Waktu itu mendadak ditutup. Ternyata ada masalah antara pemilik food court dan pemilik tanah yang ditempati. Kami tenant-tenant yang jadi korban. Sudah bayar uang, baru juga jualan sudah ditutup,” paparnya.

Bahkan, cerita Adi, pemilik food court sempat menahan barang-barang miliknya dan dilarang untuk diambil.

Dua kali mengalami kemalangan, tak membuat Adi menyerah.

Didukung keluarganya, ia pun bertekad terus bangkit kembali berbisnis kuliner, meski dari rumah.          

“Saya suka bisnis kuliner. Jadi, saya tidak mau menyerah begitu saja. Tapi Modal sudah habis, jadi saya tidak buka restoran untuk makan di tempat. Hanya berbisnis kuliner dari rumah untuk takeaway,” ujarnya.

Sebagai sarana pemasaran, Adi mempercayakan kepada ojek online, layanan GoFood.

“Dengan layanan GoFood, saya percaya usaha saya bisa semakin dikenal orang dan mudah dijangkau,” ujarnya.

“Apalagi bikin akunnya gampang. Tak perlu datang ke kantornya, hanya klik-klik saja langsung jadi,” lanjut Adi.

Benar saja, pesanan mulai berdatangan. Mie Jawa Solo Mangasa mulai menjadi favorit.

“Untuk penjualan online ini, saya membuka outletsampai dini hari. Alhamdulillah pesanan mengalir, terutama saat tengah malam. Pelanggan saya kebanyakan sama seperti saya, suka begadang,” ceritanya.

Dengan berbisnis kuliner bersama GoFood, pemasukan keuangan Adi mulai teratur, sehingga ia dalam waktu dekat segera meminang calon istrinya.

GoTo Bangkit Bersama UMKM

Mudahnya pendaftaran menjadi mitra Gojek untuk UMKM merupakan bagian dari komitmen GoTo (Gojek-Tokopedia- dan GoTo Financial)  memperkokoh komitmennya mendorong UMKM agar semakin berdaya dan berjaya lewat gerakan #BangkitBersama.

Gerakan yang dimulai dari daerah ini terdiri dari inisiatif lengkap dan holistik supaya produk UMKM menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia.

Inisiatif holistik ini melibatkan UMKM, konsumen, dan mitra driver agar tercipta hubungan yang saling menguntungkan.

GoTo sendiri telah menjadi pilihan para pelaku UMKM untuk go-digital dengan lebih dari 4 juta UMKM baru yang bergabung di Gojek, Tokopedia, dan GoTo Financial selama pandemi.

Dipaparkan dalam rilisnya, fokus gerakan yang dimulai dari daerah ini didasari fakta bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia, yang harus terus diperkuat supaya bisa menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia dan mampu bersaing dengan brand global.

 Masa pandemi juga memukul UMKM, terutama yang bergerak di bidang kuliner (43,09%), jasa (26,02%) dan fashion (13,01%).  

Di sisi lain, Indonesia sebagai negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara menjadi incaran para pemain global. Peluang ini harus bisa dimanfaatkan dengan baik oleh UMKM Indonesia supaya bisa jadi pemain utama di pasar tanah air, bukan penonton.

#BangkitBersama didukung oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Pemerintah Daerah. “Dengan semangat kolaborasi dan resiliensi, GoTo berusaha berkontribusi untuk pemulihan ekonomi dan inilah yang menjadi alasan lahirnya bangkit bersama,” ujar  CEO Grup GoTo dan CEO GoTo Financial, Andre Sulistyo beberapa waktu lalu.

“Kami lihat digitalisasi punya peran penting mengubah usaha offline yang tidak bisa buka karena pandemi bisa dijembatani. GoTo ingin terus berkontribusi supaya UMKM bisa tetap berjualan, bisa membantu operasional dan pengelolaan,” tambahnya.

"Kami ingin terus berinovasi supaya bisa jadi jembatan. Inisiatif Bangkit Bersama kami susun supaya juga fokus di daerah agar lebih banyak UMKM bisa masuk ke ekosistem.(*)


Laporan: Apriani Landa

Wartawan karebanusa.com



Tags: Gojek Indonesia GoTo

Baca juga