Lenora, putri sulung Lina berpose dengan tanaman hiasnya


Penulis: Apriani Landa


"SEMOGA jualan mama banyak yang laku ya, biar kita dapat uang dan pulang kampung untuk merayakan Natal bersama kakek dan nenek nanti," kata Lenora (9 tahun) sambil membantu ibunya merapikan tanaman hias di teras rumah.

"Amin nak," ucap Lina, seorang single mother dengan dua anak.

Setiap hari, Lina merawat tanaman hias, memperhatikan kebutuhan nutrisi, hingga memastikan tidak ada hama yang merusak tanamannya. Pasalnya, tanaman itu akan dijual kepada konsumen pecinta tanaman di seluruh Indonesia.

Ia memanfaatkan halaman dengan rumah kontrakannya seluas 3x3 meter untuk mengembangkan tanamannya. Ia bahkan melakukan pembibitan untuk beberapa jenis tanaman tertentu

Lenora sesekali membantu ibunya dengan membersihkan pot. Jika ada orderan, maka putri sulungnya ini akan menyiapkan kebutuhan seperti lakban, kardus, dan lainnya.

Tapi, Lina sebenarnya lebih senang jika Lenora menemani adiknya, Ivana, yang berusia 5 tahun, bermain. Atau, menemani ibunya bercerita, tidak usah ikut mengaduk media tanam karena itu bisa mengotori dirinya.

Sejak ditinggal suaminya lima tahun lalu, Lina harus berjuang memenuhi kebutuhannya beserta dua anaknya dengan membuka usaha kecil berjualan pakaian melalui marketplace.

Tidak hanya meninggalkan Lina, suaminya juga tidak memperdulikan nasib anaknya. Kabar saja tidak ada, apalagi kiriman uang untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Kondisi ekonomi Lina makin terpuruk saat pandemi mulai memasuki Indonesia termasuk di Makassar. Ekonominya benar-benar anjlok karena pemasukannya nyaris nihil setiap hari.

Ia pun memutar haluan berjualan tanaman hias seiring dengan tren di tengah pandemi. Kebetulan, ia memiliki berbagai jenis tanaman hias seperti Keladi, Begonia, Sirih-sirihan, Monstera, Aglonema, dan lainnya. Awalnya ia memanfaatkan marketplace untuk memperkenalkan tanaman hiasnya.

Hingga pertengahan 2020 lalu, ia mendapat informasi dari iklan Shopee di media social, ia pun mulai tertarik mencobanya. Awalnya dia ragu, karena menurutnya, Shopee hanya untuk berjualan pakaian atau elektronik.

Ia menelusuri lebih dalam dan menemukan banyak tanaman hias ditawarkan di Shopee. Ini merupakan angin segar baginya. Tidak tunggu lama, ia lalu membuka toko dengan memasukkan identitas yang dibutuhkan. Maka terbukalah toko @lenoraglory di Shopee.


“Prosesnya sederhana, mudah dipahami, dan cepat. Hanya beberapa saat setelah semua persyaratan dipenuhi, saya sudah mendapatkan toko dan sudah bisa berjualan. Lega rasanya,” ucap Lina.

“Saya pun menawarkan tanaman yang ada di rumah untuk dijual seperti sirih gading, keladi, lily paris, sirih merah, dan aglonema,” ucapnya.

Ia juga mengikuti perkembangan ketertarikan pasar terhadap tanaman hias. Ia pun melihat permintaan akan keladi banyak, khususnya dari Jawa. Maka, ia lalu memasarkan berbagai jenis keladi di tokonya.

Ternyata banyak permintaan untuk keladi seperti Butterfly, Green Spider, Sexy Pink, Wayang, Love Pink, dan lainnya.

Tidak jarang ia harus bergerilya mencari stok keladi agar bisa memenuhi permintaan pelanggannya. Lina juga mulai mempelajari pelanggan menyukai jenis keladi yang seperti apa maka itu yang akan segera diperbayak.

Sejak menjual di shopee perekonomian Lina pun mulai membaik karena permintaan akan tanaman hiasnya lumayan bagus.

“Setiap hari ada saja yang order dan jumlahnya lumayan, Puji Tuhan. Jika dulu uang yang masuk langsung habis karena tidak seberapa, sekarang sejak berjualan di Shopee sudah bisa menabung sedikit demi sedikit,” katanya.

"Pembeli senang belanja di Shopee karena banyak promo dan mereka bisa memilih cara pembayaran sesuai kebutuhannya dan yang pasti aman," kata Lina.

Selain memenuhi kebutuhan sehari-hari, Lina menabung juga untuk keperluan sekolah anaknya. Ia ingin anaknya sekolah yang baik agar menjadi anak yang membanggakan kelak.

Cita-citanya untuk bisa mendapatkan tempat tinggal yang layak untuk anak-anaknya pun mulai dirintisnya walaupun mungkin masih harus mencicil.

“Saya sudah mulai menabung, semoga bisa untuk membeli tanah atau rumah buat anak-anak saya. Walaupun saya seorang single mother, saya harus berjuang berusaha untuk bisa memenuhi kebutuhan anak saya, memberikan kebahagiaan, kebutuhan sandang dan pangan, serta sekolahnya tidak ketinggalan,” ucap Lina.

Tahun ini, kata Lina, ia sudah berencana untuk pulang kampung di Palopo setelah tahun lalu tidak bisa merayakan Natal bersama keluarga di Palopo.

“Anak saya Lenora kangen sekali dengan sepupunya, mereka sering berhubungan lewat telepon dan dia berharap Natal tahun ini bisa bertemu berkumpul dengan saudaranya yang lain. Saya sudah menabung, berencana untuk pulang, terima kasih Shopee,” tambahnya.

Menurut Lina kehadiran Shopee sangat membantu usaha kecil untuk naik level dan bisa menjangkau pasar yang lebih luas. Berkat kemajuan teknologi dan digitalisasi membuat pola penjualan tatap muka berubah menjadi sistem online, yang pasti lebih praktis dan aman.

Beberapa tahun terakhir, kehadiran produk lokal berkualitas menjadi semakin digemari yang juga disambut dengan antusiasme yang tinggi dari masyarakat Indonesia dan di saat yang sama semakin banyak bisnis yang memutuskan untuk bergabung ke ranah digital bersama Shopee.

Shopee komitmen untuk mendukung UMKM bangkit dan berkembang, bahkan naik kelas melalui kampanye yaiyu #ShopeeAdaUntukUMKM.

Setiap bulannya, Shopee menghadirkan program dengan memberikan potongan harga secara besar-besaran di berbagai produk. Acara diskonan ini ditujukan untuk mendukung para pelaku UMKM dalam mengembangkan bisnis.

Bulan November ada Big Sale 11.11 yang berhasil mencatat peningkatan transaksi terhadap produk UMKM hingga lebih dari 8 kali lipat dibandingkan dengan hari biasa. Nah, akhir tahun ini Shopee kembali hadirkan festival belanja terbesar karena bersaaam dengan ulang tahunnya yang ke-6 yaitu Shopee 12.12 Birthday Sale.

Kampanye di penghujung tahun merupakan bentuk apresiasi Shopee terhadap seluruh pengguna setia baik pembeli maupun penjual lokal serta mitra brand yang telah mendukung Shopee hingga dari awal hingga saat ini.

“Melalui ragam inisiatif, kami berupaya merangkul lebih banyak pelaku usaha lokal agar cerdas digital dan dapat mengembangkan bisnis serta memperkuat potensi produk lokal hingga pasar global bersama dengan Shopee. Di saat yang sama, fitur-fitur inovatif dan ragam kampanye setiap bulannya kami hadirkan untuk menjawab kebutuhan sesuai dengan preferensi pengguna. Melalui Shopee 12.12 Birthday Sale, kami tidak hanya merayakan pertambahan usia, tetapi juga kesuksesan yang telah dicapai tahun ini oleh mitra brand, pelaku usaha lokal serta seluruh pengguna,” kata Christin Djuarto, Direktur Shopee Indonesia, dalam siaran persnya.

Shopee telah menjalankan berbagai program dan inisiatif bagi para pelaku UMKM sebagai bagian penting dari keluarga besar Shopee. Beberapa di antaranya meliputi Kampus UMKM Shopee dan Kampus UMKM Shopee Ekspor yang telah hadir di Solo, Bandung, Semarang, Jakarta serta yang akan segera hadir di Jawa Timur. Dan Shopee Center, di mana kami menghadirkan sarana edukasi, pendampingan bisnis dan perangkat teknologi untuk percepatan digitalisasi UMKM pedesaan di Jawa Barat (Bandung) dan Jawa Tengah (Semarang).

Tidak hanya itu, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan potensi produk lokal unggulan, Shopee juga menghadirkan fitur Shopee Pilih Lokal untuk mendorong dukungan pembeli terhadap brand dan UMKM lokal melalui promosi dan diskon menarik dan menjadi wadah bagi para pelaku usaha lokal untuk meningkatkan eksposur dalam ranah digital.(*)


Tags: #ShopeeAdaUntukUMKM Shopee UMKM

Baca juga