53 Tahun Membangun Peradaban di 'Bumi Nikel', PT Vale Beberkan Kontribusi Nyata untuk Sulsel
KAREBANUSA,COM, Makassar – PT Vale Indonesia (Tbk) sudah lebih dari 50 tahun beroperasi menambang nikel di , Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel). Tidak hanya mengeruk bijih nikel, PT Vale mengklaim telah banyak memberi manfaat kepada masyarakat di Sulsel selama beroperasi.
“Lebih setengah abad kami beroperasi di Indonesia. Perjalanan membentuk dan memberikan kami banyak pelajaran. Tentang bagaimana menjadi perusahaan yang menjalankan prinsip-prinsip penambangan yang baik dan berkelanjutan,” kata Senior Manager Communications PT Vale, Bayu Aji dalam keterangan, Senin (14/3/2022).
Selama beroperasi, Bayu Aji mengungkapkan bahwa PT Vale telah berkontribusi dalam membangun manusia. Salah satunya dengan membuka peluang kerja yang saat ini sudah sekitar 11.000 pekerja (karyawan dan kontraktor) dari masyarakat lokal maupun seantero Nusantara.
“Sebanyak 87 persen karyawan kamis adalah masyarakat lokal Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, tempat tambang dan pabrik perusahaan beroperasi saat ini,” kata Bayu.
Bahkan, pada tahun 2021, PT Vale menyekolahkan 170 karyawan untuk mengikuti Program Studi Pendidikan Profesi Insinyur sebagai upaya meningkatkan kompetensi, profesionalitas sekaligus implementasi regulasi pemerintah. Sejak tahun 1991, di bawah payung Yayasan Pendidikan Sorowako, PT Vale mendirikan Akademi Teknik Sorowako (ATS) untuk menghasilkan pemuda-pemudi lokal terampil siap pakai.
Selain itu, PT Vale juga disebutnya menjadi produsen nikel berbasis energi bersih. Keberadaan 3 PLTA PT Vale mampu meniadakan emisi karbon sebesar 1.096.705 ton CO2eq per tahun dari tidak menggunakan batubara sebagai bahan bakar.
Bayu menyebut PT Vale bahkan mendistribusikan listrik 10,7 megawatt untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Luwu Timur. Termasuk mengoperasikan boiler listrik yang nol emisi untuk kebutuhan pabrik pengolahan dari sebelumnya menggunakan bahan bakar fosil.
Lebih lanjut Bayu memaparkan, selama ini aktivitas penghijauan setelah tambang usai juga dilakukan. PT Vale mengintegrasikan aktivitas penambangan dengan rehabilitasi lahan pasca tambang dengan luas total reklamasi lahan pascatambang telah mencapai 3.012,44 hektar di Blok Sorowako dengan alokasi dana tahunan rata-rata lebih dari 2 juta dollar AS.
“Membangun pusat pembibitan modern (nursery) untuk mendukung aktivitas rehabilitasi lahan pasca tambang. Nursery beroperasi sejak sejak 2006 di atas lahan seluas 2,5 hektar dengan kapasitas produksi rata-rata 700.000 bibit per tahun,” paparnya.
Sementara kontribusi untuk kas negara disebutkan telah mencapai 1,2 miliar dollar AS melalui pembayaran pajak dan non pajak sejak 2011 hingga 2021 dan sebesar 3,3 milar dollar AS dari total investasi PT Vale di Indonesia dalam 50 tahun terakhir.
Bayu menyebutkan, masih banyak lagi kontribusi perusahaan, termasuk bagi alam dan juga masyarakat di sekitar operasi tambang. PT Vale telah membangun “peradaban” di Bumi Nikel Lutim yang kini makin modern.
Potensi dan perekonomian masyarakat ditingkatkan melalui Program Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PSRLB) yang dilakukan sejak 2015. PT Vale membina dan mendampingi petani dan kelompok perempuan di area pemberdayaan untuk mampu dan aktif membudidayakan pertanian organik dan herbal.
PT Vale membimbing dan melakukan asistensi kepada 400 UMKM di empat wilayah pemberdayaan PT Vale di Blok Sorowako dan telah menghasilkan 100 produk unggulan UMKM dan 30 produknya telah menembus pasar di Sulawesi.
Berbagai penghargaan pun telah diterima PT Vale, terutama dalam hal mengimplementasikan tambang berkelanjutan untuk menjaga bumi tetap lestari.
Penjelasan ini disampaikan Bayu sebagai jawaban atas pertanyaan Anggota DPRD Sulsel, Rahman Pina. Dikutip dari Detik.com, Anggota DPRD Sulsel meminta kontrak PT Vale di Sorowako yang akan habis pada 28 Desember 2025 tak lagi diperpanjang pemerintah pusat. Menurutnya, kontribusi Vale dinilai minim dan malah menyebabkan banyak kerusakan lingkungan.
“Kami di DPRD Sulsel meminta agar pemerintah pusat tidak memperpanjang kontrak kerja ini. Selama 50 Tahun PT Vale di Sulsel hanya menyisakan masalah, kerusakan lingkungan. Tidak ada nilai ekonomi bagi masyarakat,” kata Ketua Komisi D DPRD Sulsel Rahman Pina tersebut dalam keterangan yang diterima, Senin (14/3/2022).
Menurutnya, pertambangan nikel di Sorowako akan lebih besar manfaatnya bila dikelola pengusaha lokal. Dia menilai banyak pengusaha lokal yang berkemampuan melakukan kegiatan eksplorasi pertambangan dengan tetap mengedepankan dan menyeimbangkan pengelolaan lingkungan.
“Lebih cepat Vale angkat angkat kaki dari Sulsel lebih baik. Saatnya anak anak negeri ini mengelola kekayaan alam sendiri,” tegasnya. (*)
Tags: PT Vale PT Vale Indonesia Tbk
Baca juga
- Kinerja PT Vale Tbk 1T26 Menguat, Laba Bersih Melonjak Meski Produksi Nikel Turun
- PT Vale Raih Pinjaman Berbasis Keberlanjutan 750 Juta Dolar, Perkuat Strategi Energi Bersih
- PT Vale Raih Penghargaan dari Pemprov Sulteng atas Kontribusi Pajak dan Dukungan PAD
- PT Vale dan Pemkab Luwu Timur Tuntaskan Sengketa Lahan Old Camp Sorowako, 886 Warga Terima Distribusi Lahan
- PT Vale Panen Padi Berkelanjutan di Kolaka, Produktivitas Tembus 6,9 Ton dari Lahan Organik

