Raih Keuntungan, Penjualan Nikel PT Vale Triwulan Ketiga 2022 Sebesar 309,2 Juta Dolar AS
KAREBANUSA.COM, Jakarta - PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) dan entitas anaknya (bersama-sama “Grup”) meraih keuntungan pada triwulan ketiga tahun 2022 (3T22).
Febriany Eddy, CEO dan Presiden DirekturPerseroan, mengumumkan pencapaian kinerja keuangan yang tidak diaudit periode tersebut, Jumat (28/10/2022).
Perseroan mencatat produksi sebesar 17.513 metrik ton (t) nikel dalam matte, dan penjualan sebesar AS$ 309,2 juta pada triwulan tersebut atau sekitar Rp 4,8 triliun (kurs Rp 15.557).
“Saya senang melaporkan triwulan ketiga tahun 2022 yang menguntungkan tanpa kecelakaan LostTime Injury dan tidak ada cedera yang dicatat,” kata Fer
Rata-rata realisasi harga nikel sampai September 2022 adalah 41 persen, lebih tinggi secara year-on-year, mendorong pendapatan 27 persen lebih tinggi dibandingkan dengan periode sama tahun lalu.
"Namun, karena volatilitas di pasar, kami tetap berhati-hati terhadap fluktuasi harga nikel di sisa tahun ini," ucap Febriany.
Beban Pokok Pendapatan Grup meningkat dari AS$ 213,9 juta pada 2T22 menjadi AS$ 258,4 juta pada 3T22, terutama didorong oleh biaya energi dan royalti yang lebih tinggi.
Untuk konsumsi dan harga rata-rata High Sulphur Fuel Oil (HSFO), diesel, serta batubara PT Vale, bila dibandingkan dengan triwulan kedua 2022 (2T22), penggunaan batubara per metrik ton nikel dalam matte turun sebesar 28 persen.
Penurunan konsumsi batubara ini diimbangi dengan penggunaan HSFO 40 persen lebih tinggi per metrik ton nikel dalam matte pada periode yang sama.
Menyikapi kenaikan harga batu bara yang cukup tajam,setelah melakukan analisis yang cermat, Perseroan memutuskan untuk mengalihkan sumber energi untuk burner dari batubara ke HSFO pada September 2022.
Dengan begitu,Perseroan diharapkan dapat mengeluarkan biaya energi yang lebih rendah dibandingkan jika terus menggunakan batubara.
Selama periode tersebut, baik harga HSFO, diesel maupun batu bara masing-masing naik sebesar 12 persen, 20 persen, dan 14 persen.
EBITDA PT Vale pada 3T22 adalah AS$ 103,0 juta, 37 persen lebih rendah dibandingkan EBITDA pada 2T22 sebesar AS$ 163,4 juta disebabkan oleh realisasi harga nikel yang lebih rendah.
Kas dan Setara Kas Perseroan pada 30 September 2022 adalah AS$ 624,3 juta; 7 persen lebih tinggi dibandingkan Kas dan Setara Kas pada 30Juni 2022 sebesar AS$ 585,9 juta.
PT Vale mengeluarkan belanja modal sekitar AS$ 29,9 juta pada triwulan ini, turun dari AS$ 35,9 juta pada 2T22.
“Kami memperkirakan akan menghabiskan AS$130 juta untuk sepanjang tahun2022 ini,” tambah Chief Financial Officer PT Vale, Bernardus Irmanto.
Proyeksi produksi untuk tahun 2022 telah direvisi menjadi kisaran 61.000 t- 62.000 t, lebih rendah dari yang ditargetkan sebelumnya, terutama karena keterlambatan penyelesaian proyek Furnace 4 Rebuild.
Bernardus mengatakan dalam keterangan persnya, Perseroan akan berupaya mengoptimalkan produksi pada triwulan terakhir tahun inisekaligus meningkatkan produktivitas dan efisiensi biaya operasional.
“Dalam melakukannya, kami tidak akan mengkompromikan nilai-nilai utama kami: Keselamatan jiwa merupakan hal terpenting, Menghargai kelestarian bumi dan komunitas kita,” katanya.
PT Vale baru-baru ini menerima beberapa penghargaan dari Kementerian Energi dan Sumber daya Mineral pada September 2022. Satu penghargaan Best of the Best untuk Pengelolaan Lingkungan dan tiga penghargaan Aditama Emas untuk Manajemen Teknik Pertambangan, PengelolaanLingkungan Pertambangan, serta Konservasi Mineral.
Penghargaan-penghargaan tersebut merupakan pengakuan prestisius dari Kementerian Energi dan Sumber daya Mineral kepada perusahaan-perusahaan yang menunjukkan komitmen kuat dalam menerapkan praktik pertambangan yang baik dan praktik terbaik dalam pengelolaan lingkungan.(*)
Tags: PT Vale PT Vale Indonesia Tbk
Baca juga
- Kinerja PT Vale Tbk 1T26 Menguat, Laba Bersih Melonjak Meski Produksi Nikel Turun
- PT Vale Raih Pinjaman Berbasis Keberlanjutan 750 Juta Dolar, Perkuat Strategi Energi Bersih
- PT Vale Raih Penghargaan dari Pemprov Sulteng atas Kontribusi Pajak dan Dukungan PAD
- PT Vale dan Pemkab Luwu Timur Tuntaskan Sengketa Lahan Old Camp Sorowako, 886 Warga Terima Distribusi Lahan
- PT Vale Panen Padi Berkelanjutan di Kolaka, Produktivitas Tembus 6,9 Ton dari Lahan Organik

