KAREBANUSA.COM, Makassar - Sudah seperti menjadi kewajiban di malam bulan suci Ramadan akan diisi dengan ceramah tarawih atau lebih dikenal kultum Ramadan. 

Siraman rohani itu akan didengar selama sebulan penuh selama Ramadan di setiap menara masjid, khususnya di Makassar Sulawesi Selatan.

Bahkan suatu keistimewaan bagi jama'ah salat tarawih bisa mendengar ceramah ramadan yang dibawakan dari tokoh masyarakat atau pejabat tinggi suatu daerah itu. 

Sama halnya seperti siswa/siswi Boarding School Athirah Bukit Baruga dengan senang hati dan kesyukuran yang luar biasa bisa langsung mendengarkan ceramah tarawih yang disampaikan Direktur Sekolah Islam Athirah, Syamril MPd, pada malam yang ke-22 Ramadan, Kamis (12/4/2023).

Dalam ceramah tarawihnya itu selama waktu tujuh menit, Syamril mengajak para siswa belajar dari sepakbola. 

Menurutya, dalam pertandingan sepakbola akan terlihat seru ketika dalam lapangan itu ada bola, wasit, gawang, dan tentunya ada lawan, sehingga ke semua itu singkat menjadi AKURAT.

A yang pertama yaitu arah. Seorang pemain sepakbola harus memiliki arah dan tujuan, begitu pun hidup kita ini memiliki arah dan tujuan seperti dalam Al Qur'an surah Al-Qasas ayat 77 yang artinya "Dan carilah pahala negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia". 

"Di sini jelas arah kehidupan kita adalah kebahagiaan kampung akhirat, tetapi jangan lupa juga meraih kebahagiaan dunia," katanya.

K yang kedua kawan dan lawan. Seperti dalam pertandingan sepakbola ada lawan dan kawan. Kawan saling bekerjasama dan saling membantu untuk meraih juara. 

Dalam hal ini yang di maksud kawan adalah orang beriman seperti dalam Al Qur'an Surah Al-Hujurat ayat 10: "Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara". 

Sebaliknya lawan menghalangi, menyerang, dan bahkan dapat menjatuhkan. Lawan itu seperti dalam Al Qur'an surah Al-Baqarah ayat 208: "Dan janganlah kalian mengikuti jejak-jejak syaithan karena sesungguhnya syaithan adalah musuh besar bagi kalian". 

"Jadi sudah jelas musuh atau lawan yang sesungguhnya dari jin dan manusia," katanya.

U yang ketiga usaha. Pemain sepakbola harus memiliki usaha. Maka ketika bermain, pemain berlari mengejar bola, menghalangi lawan dan terjatuh bagun lagi. 

Dalam hidup harus ada usaha seperti halnya semua siswa yang datang ke Sekolah Islam Athifah untuk sekolah itu adalah sebagai usaha untuk menuntut ilmu dan beramal baik. 

R yang keempat rajin. Pemain sepakbola itu rajin mengejar bola untuk mencetak gol, bahkan ketika waktu akan habis pemain harus tambah rajin mengejar bola. 

Jadi hidup itu harus rajin. Rajin beribadah, rajin belajar dan rajin membantu sesama.

A yang keempat aturan. Dalam pertandingan sepakbola itu ada wasit yang mengatur jalannya pertandingan. Dalam hidup juga memiliki aturan yang wajib di taati seperti aturan dalam Al Qur'an, sunnah Nabi dan aturan negara. Bahkan di sekolah juga memiliki aturan.

T yang kelima time atau waktu. 90 menit terbagi dua babak waktu dalam pertandingan sepakbola. Pemain tidak bisa sepuasnya bermain tanpa waktu yang di tentukan. 

Begitu pun hidup kita memiliki waktu seperti dalam Al Qur'an surah Ali Imran ayat 185: "Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan."

"Jadi kesimpulan nya hidup yang kita jalani harus AKURAT," ucapnya.

Setelah ceramah tarawih itu di lanjutkan dengan sholat tarawih berjamaah yang di pimpin sebagai imam dari siswa kelas 7 pada rakaat pertama dan kedua, kemudian dilanjutkan siswa kelas 10 pada rakaat ketiga dan keempat. 

Salat sunah witir sebagai penutup dari kelas 9 Baording School Athirah Baruga.(*)


Tags: Boarding School Athirah Sekolah Islam Athirah Syamril

Baca juga