Hari Diabetes Sedunia, Ini Tips untuk Cegah Komplikasi Ala Kalbe Farma
KAREBANUSA.COM, Jakarta - Hari Diabetes Sedunia diperingati tiap tanggal 14 November, yang tahun ini jatuh pada Selasa besok.
Diabetes adalah penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah. Glukosa merupakan sumber energi utama bagi sel tubuh manusia. Akan tetapi, pada penderita diabetes, glukosa tersebut tidak dapat digunakan oleh tubuh.
Kadar gula (glukosa) dalam darah dikendalikan oleh hormon insulin yang diproduksi pankreas. Namun, pada penderita diabetes, pankreas tidak mampu memproduksi insulin sesuai kebutuhan tubuh. Tanpa insulin, sel-sel tubuh tidak dapat menyerap dan mengolah glukosa menjadi energi.
Setiap tahun, Hari Diabetes Sedunia bertujuan tujuan untuk meningkatkan kewaspadaan global terhadap resiko penyakit diabetes.
Pada tahun 2023, fokus kampanye dari Hari Diabetes Sedunia adalah bagaimana menunda atau mencegah terjadinya penyakit diabetes melitus, khususnya tipe 2 serta komplikasi yang terkait dengan diabetes.
Diabetess merupakan salah satu penyakit yang mematikan. Karena itu, perlu kewaspadaan agar bisa terhindari dari penyakit ini.
Seraya memperingati Hari Diabtes Sedunia, PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) memberikan edukasi cegah komplikasi pada diabetesi (penderita diabetes). Ini merupakan salah satu komitmen keberlanjutan Kalbe dalam menciptakan pola hidup sehat.
Diabetes yang dibiarkan berlarut-larut dalam jangka waktu yang lama akan meningkatkan resiko komplikasi seperti jantung, stroke, gangguan pada pada mata, ginjal, hingga amputasi pada bagian tubuh tertentu.
“Orang-orang tahunya kalau kadar gula darah yang tinggi bisa menyebabkan penyakit jantung, stroke dan juga biasanya yang paling ditakuti adalah diamputasi kakinya," kata Healthcare Communicator Kalbe Nutritionals, dr Adeline Devita, AIFO-K, dalam live Instagram @ptkalbefarmatbk.
"Kenapa diamputasi? Biasanya karena kadar gula yang tinggi akan merusak saraf-saraf di seluruh tubuh. Sesuai dengan slogan dari Hari Diabetes Sedunia tahun ini 'Know your risk, Know your response', bagaimana respon kita ketika kita mengalami diabetes,” tambahnya.
Dokter Adelina mencontohkan, karena diabetes membuat syaraf rusak, pendeta tidak lagi merasakan apa-apa meski tersandung karena kerusakan saraf.
"Lukanya lama sembuh dan tidak bisa sembuh," tuturnya.
Dokter Adelina menjelaskan bahwa karena menyebabkan komplikasi, diabetes disebut juga mother of disease atau ibu dari segala penyakit.
Diketahui, Diabetes ada dua jenis yaitu diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. Namun ada juga diabetes gestasional yang dialami selama masa kehamilan.
Diabetes tipe 1 biasanya terjadi sejak lahir, karena kerusakan dari organ pankreas. Jadi, di tubuh ada organ yang menghasilkan hormone insulin, untuk produksi insulin ini sudah rusak.
Sedangkan tipe 2, insulinnya ada, tetapi kerjanya tidak optimal, atau jumlahnya yang tidak mencukupi untuk memasukkan zat-zat gizi atau nutrisi ke dalam sel-sel dalam tubuh, Ini biasanya terjadi karena lifestyle,” papar dr Adeline.
Dokter Adeline mengatakan, 70 - 80 persen diabetes saat ini disebabkan karena pola hidup yg tidak sehat.
Mengonsumsi makanan cepat saji, minuman kekinian yang mengandung banyak gula, atau mengonsumsi hidden sugar seperti nasi dalam jumlah yang banyak.
Selain itu, kurangnya beraktifitas fisik juga dapat menimbulkan ketidakseimbangan dari metabolisme tubuh yang bisa memicu diabetes melitus.
“Diabetes mungkin tidak dapat disembuhkan, tapi para diabetesi dapat mengurangi komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup dengan cara mengontrol gula darah," tutur dr Adeline.
"Mengontrolnya dengan 5 pilar dari penata laksanaan diabetes, yaitu sering mengikuti edukasi diabetes sehingga dapat info terbaru dan tips mudah untuk cegah komplikasi, kedua adalah olahraga yang dilakukan secara rutin dan teratur, ketiga mengatur pola makan, keempat adalah pengobatan farmakologi dan terakhir adalah pemantauan gula darah harian,” jelas dr Adeline.
Dokter Adeline menjelaskan, pengecekan gula darah harian memegang peranan penting untuk melihat terjadinya komplikasi, sehingga penting untuk bisa mencatat secara rutin dari kurva gula darah harian. Pengecekan dapat dilakukan sebelum makan, sebelum snacking, sebelum dan sesudah olahraga, sebelum tidur atau adanya perubahan rutinitas.
“Kalbe memiliki ekosistem diabetes yang disebut Diabetes Total Solution (DTS) yang mana fokus dari hulu sampai ke hilir difasilitasi. Ekosistem ini merupakan kolaborasi empat unit bisnis utama Kalbe di bidang diabetes, mulai dari obat resep anti diabetes dan komplikasinya, nutrisi khusus pasien diabetes Diabetasol, alat cek gula darah mandiri Elvasense, serta platform digital KlikDiabetes,” ujar Apt Ruth Unesti, Brand Representative KlikDiabetes.
“Penderita diabetes saat ini bukan lagi orang tua, namun sudah shifting ke umur 25 tahun karena pola hidup, pola makan dan olahraga. Jika tadi dokter Adeline menyebutkan pengecekan gula darah harian merupakan salah satu yang penting, KlikDiabetes dapat menjadi pendamping total gula harian yang kita konsumsi, dimana tujuannya dapat membantu mencegah diabetes dan mendampingi diabetesi agar dapat maintain komplikasi yang lebih parah,” tambah Ruth.
Indonesia yang masuk ke dalam top 5 dengan populasi diabetes tertinggi di dunia harus lebih aware, lebih melek terhadap pencegahan dan pengendalian kadar gula darah di dalam tubuh agar terhindar dari diabetes melitus khususnya tipe 2 serta komplikasinya.(*)
Tags: Diabetes Hari Diabetes Sedunia Insulin Kalbe Farma

