KAREBANUSA.COM, Makassar - Kalla Group resmi mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di Nipah Park Makassar dan Kalla Toyota Gowa.

Peresmian pengoperasian itu dilakukan secara simbolis di Bikinbikin Creative Hub Nipah Park, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Senin (17/3/2025).

Infrastruktur untuk menghadirkan energi bersih dan ramah lingkungan itu hadir berkat laborasi Kalla Group dan Suryanesia.

Hadir dalam peresmian ini Kabid Energi Terbarukan Dinas ESDM Sulsel, Andi Bayu Arief; CEO Suryanesia, Rheza Adhihusada; dan Chief Legal & Sustainability Ofiicer Kalla, Subhan Djaya Mappaturung.

Nampak juga Chief Executive Officer Kalla Land & Property, Ricky Theodores; Chief Executive Officer Kalla Toyota, Robby Wijaya; dan West Regional General Manager Kalla Toyota, Andyka Susanto.

PLTS Atap ini menjadi bukti komitmen Kalla Group menerapkaan energi terbarukan dan mewujudkan komitmen terhadap keberlanjutan.

Chief Legal & Sustainability Ofiicer Kalla, Subhan Djaya Mappaturung menjelaskan bahwa Kalla sangat konsentrasi pada isu keberlanjutan. 

Subhan menyebutkan, Kalla Group memilih menerapkan PLTS Atap karena lebih efisien dan lebih murah. 

"PLTS bisa mengurangi emisi karbon disamping menanam pohon," katanya.

“PLTS ini sudah lama (direncakan), dan akhirnya bisa terwujud sekarang ini. Terima kasih Suryanesia atas kerjasamanya. Isu keberlanjutan menjadi konsentrasi kami di Kalla,” jelas Subhan.

Ia menyebut, PLTS Atap ini akan terus berlanjut, bukan hanya di Nipah Park dan Kalla Toyota Gowa, tetapi juga unit bisnis Kalla lainnya.

Menurutnya, ini akan memperkuat peranan Kalla dalam mendukung penggunaan energi terbarukan di kawasan Indonesia Timur.

"Strategi bersama ini penting dilakukan. Semoga bisa lebih luas lagi di seluruh unit bisnis kita. Ini bentuk penyelamatan bumi," sebut Subhan.

Guna menghadirkan energi bersih lewat PLTS Atap, Kalla Group merogoh biaya lumayan besar. 

Adapun investasi yang ditanamkan Kalla Group pada PLTS Atap itu ditaksir berkisar USD200 ribu atau setara kurang lebih Rp 3,2 miliar (kurs Dollar Rp16 ribuan).

"Biaya investasi basicly per kWp itu sekitar 500 dollar. Nah, secara keseluruhan kira-kira USD 200 ribu," kata dia.

Kapasitas

Dalam pemaparannya, CEO Suryanesia, Rheza Adhihusada, menjelaskan kapasitas PLTS Atap di Nipah Pak mencapai 360,95 kWp.

Dengan kapasitas itu, dapat mengurangi jejak karbon hingga 532.144 KgCO2.

Sementara kapasitas PLTS Atap di Kalla Toyota Gowa mengapai 25,74 kWp dan itu akan mengurangi jejak karbon 30.699 KgCO2.

“Ini fase pertama. Selanjutnya akan diimplementasikan ke unit bisnis Kalla lainnya,” kata Rheza.

Komitmen Net Zero Carbon

Sementara itu, Kabid Energi Terbarukan Dinas ESDM Sulsel, Andi Bayu Arief, mengapresiasi langkah Kalla Group dan Suryanesia menerapkan energi keberlanjutan.

Menurutnya, PLTS Atap ini untuk mendukung program pemerintah dalam mewujudkan mengurangi emisi karbon atau Net Zero Carbon.

“Keberadaan PLTS atap akan menjadi referensi, bahwa di Makassar, sudah memanfaatkan energi baru terbarukan guna mendukung green ekonomi,” kata Andi Bayi Arief.

Chief Executive Officer Kalla Land & Property, Ricky Theodores menambahkan, dengan terpasangnya panel surya ini, Nipah Park bisa memberikan kontribusi kepada Kalla Group, yang sangat serius dalam ESG. 

“Kita juga berharap berkontribusi kepada nasional untuk mencapai net zero carbon,” tambahnya.

Sementara itu, West Regional General Manager Kalla Toyota, Andyka Susanto menyebut PLTS Atap ini akan memberikan banyak dampak ekonomi.

“Dampaknya bagus, kami berharap tidak hanya di Kalla Toyota cabang Gowa, tetapi juga cabang-cabang lainnya,” sebut Andyka.

(*)



Tags: Nipah Park Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) PLTS Atap Suryanesia

Baca juga