Sekretaris Jenderal DPP Gapembi, H Hasan Basri SSi Apt - foto: ist

KARBENUSA.COM, Jakarta - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto menuai sorotan setelah muncul laporan dugaan keracunan makanan di sejumlah daerah. 

Menyikapi hal tersebut, Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (Gapembi) menyatakan dukungan agar program ini tetap berjalan.

Gapembi menilai program ini tetap membawa banyak manfaat bagi masyarakat jika dijalankan sesuai standar.

Sekretaris Jenderal DPP Gapembi, H Hasan Basri SSi Apt, menegaskan MBG bukan sekadar kegiatan berbagi makanan, melainkan sebuah gerakan kebaikan yang terstruktur.

"Bila dikelola dengan amanah, profesional, dan kolaboratif, program MBG mampu menjadi sumber keberkahan, penggerak ekonomi umat, solusi gizi anak bangsa, sekaligus wujud nyata gotong royong,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (27/9/2025).

Gapembi merupakan wadah bagi para pelaku usaha dapur makan bergizi yang menjadi mitra Badan Gizi Nasional (BGN) dalam mengelola dapur MBG. 

Saat ini, Gapembi membawahi sekitar 1.500 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di seluruh Indonesia.

Hasan menegaskan, pihaknya berkomitmen menjalankan tata kelola dapur secara profesional dan sesuai petunjuk teknis BGN agar kualitas makanan tetap terjamin. 

Gapembi juga berperan sebagai penghubung antara dunia usaha, pemerintah, dan pemangku kepentingan lain dalam memastikan keberlanjutan program.

Dampak Positif MBG

Menurut Hasan, meski terdapat laporan kasus keracunan, hal itu bisa dihindari jika pengelola dapur benar-benar mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan. 

Ia menekankan, MBG membawa berbagai dampak positif, baik secara ekonomi, sosial, spiritual, maupun ekosistem masyarakat.

Beberapa manfaat yang disebutkan seperti:

Dampak ekonomi: pemilik dapur mendapat pemasukan dari sewa dapur, pengelola dan pengawas memperoleh gaji tetap, relawan mendapatkan upah, serta pemasok bahan pangan memperoleh keuntungan dari suplai rutin.

Dampak sosial: anak-anak sekolah memperoleh makanan bergizi yang mendukung tumbuh kembang, semangat belajar, dan kebahagiaan, sementara orang tua dan lingkungan sekitar juga merasakan manfaatnya.

Dampak ekosistem: program ini berpotensi berkembang ke sektor lain seperti pertanian mandiri untuk suplai sayur, buah, dan bahan pangan dapur MBG.

Hasan, yang juga mantan Ketua Hipmi Kabupaten Gowa, menambahkan bahwa MBG tidak hanya berfungsi sebagai bantuan pangan, tetapi juga sebagai wadah pemberdayaan masyarakat.

“Program ini membangun ekosistem ekonomi umat berbasis kasih sayang, meningkatkan kemandirian serta ketahanan pangan lokal, dan menjadikan yayasan bukan sekadar pusat distribusi bantuan, tetapi pusat pemberdayaan,” pungkasnya.


Tags: Dapur MBG Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia Gapembi Hasan Basri Makan Bergizi Gratis (MBG)

Baca juga