Festival Daur Bumi Hadirkan Sayuran Organik di CFD Sudirman, Bosowa Peduli Perkenalkan Pengolahan Sampah Organik
KAREBANUSA.COM, Makassar - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggelar Festival Daur Bumi di area Car Free Day (CFD) Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di depan pintu masuk Balai Prajurit, Makassar, Minggu (14/12/2025).
Berbagai kegiatan mewarnai Festival Daur Bumi ini, salah satunya adalah Pasar Organik.
Di momen ini, akan dijajankan berbagi produk organik, utamanya sayuran.
Sayuran organik ini diyakini lebih sehat, karena dikembangkan tanpa menggunanakn pestisida atau zat Kimia.
Berbaai sayuran organik yang bisa didapatkan pengunjung seperti salada, tomat, cabai, dan lainnya.
Indie Maggot
Di acara itu juga Bosowa Peduli hadir memperkenalkan pengolahan sampah organik dengan cara Indie
Pengolahan Sampah Organik
Maggot adalah larva lalat dari Black Soldier Fly (BSF), yang berfungsi sebagai pengurai sampah organik efektif.
Selain bermanfaat mengurai sampah organik, Maggot bisa dimanfaatkan menjadi sumber pakan ternak kaya protein dan lemak, bermanfaat untuk ikan dan unggas, serta dapat diolah menjadi tepung pakan atau pupuk.
Budidaya maggot mudah dilakukan, memanfaatkan limbah organik sebagai makanannya, dan menghasilkan produk sampingan bernilai ekonomi tinggi.
Adapun Indie Maggot adalah sebuah sistem atau wadah pengolahan sampah organik yang dirancang untuk menjalankan siklus hidup BSF secara penuh dan alami, mulai dari telur ? larva (baby maggot) ? maggot dewasa ? pre-pupa ? pupa ? lalat ? bertelur kembali.
Yang membuat sistem ini disebut “Indie” adalah karena maggot dan lalat BSF dapat menjalankan seluruh proses hidupnya secara mandiri, tanpa banyak intervensi atau pemindahan manual dari manusia.
Indie adalah singkatan dari independen. Dalam konteks Indie Maggot ini, indie berarti sistem pengolahan yang mandiri, tidak bergantung pihak luar, dan bisa dijalankan secara lokal/komunitas.
Menurut Marini Ambo Wellang, dosen Universitas Bosowa, sekaligus yang menggagas ide Indie Maggot bersama mahasiswa KKN Unibos, Herold Letlora, model pengolahan sampah organik ini dirancang sebagai solusi nyata untuk mengurangi timbunan sampah sejak dari sumbernya.
“Pengolahan sampah organik, khususnya sisa makanan dan limbah dapur rumah tangga, melalui sistem Indie Maggot ini sangat potensial untuk menekan volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA)," ucap Marini, Sabtu (13/11/2025).
"Jika diterapkan secara luas, dampaknya akan sangat signifikan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, meski masih tergolong baru diperkenalkan ke masyarakat, sistem Indie Maggot relatif mudah diadopsi karena tidak memerlukan banyak intervensi manual.
“Kami berharap warga bisa mengadopsi dan menerapkan Indie Maggot ini di lingkungannya masing-masing. Upaya yang dilakukan sangat sederhana, cukup memasukkan sampah sisa makanan ke dalam sistem, sementara maggot akan bekerja secara alami mengurai sampah,” jelas Marini.
Menurutnya, pendekatan ini bukan hanya ramah lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru berbasis pengelolaan sampah organik yang berkelanjutan.
(*)
Tags: Bosowa Peduli Festival Daur Bumi Indie Maggot maggot Pemkot Makassar
Baca juga
- Wali Kota Appi Dorong Gerakan Pilah Sampah, Siapkan Hadiah Rp 100 Juta
- Perkuat Konektivitas Kepulauan, Pete-pete Laut Siap Beroperasi 12 Juni 2026
- Makassar Perkuat Gerakan Pilah Sampah dan Luncurkan Program CHIGANJING
- Pemkot Makassar Gandeng LAN RI Kaji TPP ASN dan Sistem Pengupahan PJLP
- LAZ Bosowa Peduli Salurkan 135 Hewan Kurban ke 10 Provinsi, Jangkau 8.838 Penerima Manfaat
