KAREBANUSA.COM - Heboh kabar megatsunami setinggi 200 meter terjadi di Dickson Fjord, sebuah daerah terpencil di Greenland. Peristiwa ekstrem itu terjadi pada September 2023 dan baru berhasil diungkapkan para ilmuan setahun kemudian.

Dalam publikasi riset para ilmuan menyebut, megatsunami disebabkan longsoran es dan batu massif memicu gelombang besar yang efeknya terasa sangat lama.

Apa itu megatsunami? Apa bedanya dengan tsunami biasa?

Baca juga: Megatsunami 200 Meter Hantam Greenland

Secara ilmiah, megatsunami adalah gelombang laut tinggi atau tsunami dengan amplitudo awal yang sangat ekstrem. 

Jika tsunami biasa umumnya gelombang hanya memiliki ketinggian kecil di laut dalam lalu membesar ketika mendekati pantai, megatsunami justru sudah raksasa sejak awal terbentuk.

Para ilmuwan mendefinisikan megatsunami sebagai tsunami dengan ketinggian gelombang awal biasanya lebih dari 100 meter, bahkan dalam kasus tertentu bisa mencapai ratusan meter.

Selain itu, megatsunami tidak bisa diartikan seperti versi "lebih tinggi" dari tsunami biasa. 

Karena mekanisme pembentukannya keduanya berbeda secara fisika.

Tsunami tektonik umumnya terjadi akibat pergeseran lempeng bumi di dasar laut, sementara megatsunami lebih sering dipicu oleh perpindahan massa besar secara tiba-tiba.

Dikutip dari Malangtimes, secara sederhana, perbedaan keduanya bisa dilihat dari beberapa aspek utama:

Penyebab tsunami biasa: gempa tektonik bawah laut

Penyebab megatsunami: longsoran batu/es raksasa, letusan gunung api, hingga hantaman asteroid

Dari sisi ketinggian, tsunami biasa di laut dalam cenderung rendah, sedangkan megatsunami bisa langsung menjulang sejak sumbernya, bahkan disebut mampu melampaui gedung pencakar langit.

Selain itu, energi tsunami biasa bisa menjangkau sangat luas hingga lintas samudra, sedangkan megatsunami biasanya sangat destruktif secara lokal, namun energinya lebih cepat melemah pada jarak jauh.

Penyebab Terjadinya Megatsunami 

Para ahli geologi mengidentifikasi beberapa pemicu utama yang dapat melahirkan megatsunami.

1. Longsoran raksasa (landslides)

Ini disebut sebagai penyebab paling umum. Runtuhnya tebing gunung, sisi pulau vulkanik, atau gletser dalam jumlah jutaan ton ke laut dapat menciptakan efek "cipratan" raksasa yang membangkitkan gelombang ekstrem.

2. Letusan gunung berapi

Keruntuhan kaldera atau sisi gunung api laut juga bisa memicu megatsunami. Contoh yang sering dibahas adalah skenario keruntuhan sisi Gunung Cumbre Vieja di Kepulauan Canary, meski masih berupa model teori.

Peristiwa Anak Krakatau 2018 sendiri memicu tsunami, meski skalanya jauh lebih kecil dibanding megatsunami.

3. Hantaman asteroid

Jika asteroid besar jatuh ke samudra, energi kinetiknya dapat menghasilkan gelombang setinggi kilometer. Skenario ini dikaitkan dengan peristiwa kepunahan dinosaurus sekitar 65 juta tahun lalu.

Megatsunami pernah Terjadi di Indonesia?

Beberapa kejadian besar pernah tercatat dalam sejarah, berikut datanya:

1. Lituya Bay, Alaska (1958) – Rekor Gelombang Tertinggi

Peristiwa paling ikonik terjadi pada 9 Juli 1958 di Lituya Bay, Alaska. Gempa berkekuatan 7,8 magnitudo memicu longsoran batu raksasa ke dalam teluk sempit.

Gelombang yang terbentuk mencapai ketinggian luar biasa, yakni 524 meter, lebih tinggi dari Empire State Building. Gelombang itu membabat habis pepohonan di lereng bukit seberangnya hingga ketinggian tersebut.

2. Megatsunami Ambon, Indonesia (1674)

Indonesia juga memiliki catatan sejarah kelam. Pada tahun 1674, wilayah Ambon dihantam gelombang besar yang dicatat naturalis Georg Eberhard Rumphius setinggi "lebih dari puncak pohon kelapa" dan bahkan mencapai perbukitan.

Analisis modern mengategorikan peristiwa ini sebagai megatsunami akibat longsoran bawah laut yang dipicu gempa.

3. Dickson Fjord, Greenland (2023)

Peristiwa yang baru dianalisis tuntas pada akhir 2024 hingga 2025 adalah megatsunami di Greenland. Longsoran gletser memicu gelombang setinggi sekitar 200 meter yang terperangkap dalam fjord.

Uniknya, energi gelombang tersebut menciptakan seiche atau gelombang berdiri yang membuat Bumi bergetar dengan frekuensi rendah selama 9 hari berturut-turut.

(*)


Tags: Greenland longsor fjord Greenland Megatsunami Greenland perubahan iklim tsunami tsunami Greenland 200 meter

Baca juga