KAREBANUSA.COM, MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar bersama Kementerian Perhubungan Republik Indonesia terus mematangkan langkah percepatan revitalisasi Terminal Daya Tipe A melalui rapat koordinasi di Balai Kota Makassar, Selasa (3/3/2026).

Rapat tersebut dipimpin langsung Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama Direktur Prasarana Transportasi Jalan Ditjen Perhubungan Darat, Toni Tauladan, dan jajaran Kemenhub.

Kedua pihak berkomitmen menuntaskan proses pengalihan aset sebagai fondasi utama pembenahan terminal terbesar di kawasan timur Indonesia itu.

Revitalisasi Terminal Daya diproyeksikan tidak sekadar pembaruan infrastruktur, tetapi sebagai langkah strategis menjadikannya simpul transportasi regional yang modern dan terintegrasi.

Munafri menegaskan percepatan pengalihan aset menjadi kunci agar terminal dapat berfungsi optimal sebagai terminal regional dan pusat transportasi publik.

Ia menjelaskan proses penyerahan aset dari Perumda Terminal ke Pemerintah Kota Makassar masih dalam tahap audit untuk memastikan status lahan dan administrasi sebelum diserahkan ke Kemenhub.

Munafri menekankan seluruh aset harus dalam kondisi clear and clean agar tidak ada kendala saat peralihan.

Secara regulasi, aset Terminal Daya sebelumnya diserahkan kepada Perumda melalui Peraturan Daerah sehingga proses pengambilalihan kembali juga harus melalui mekanisme perda.

Pemkot Makassar merencanakan Terminal Daya menjadi terminal terintegrasi dengan layanan angkutan antar kota antar provinsi (AKAP) dan infrastruktur modern.

Sebagai dukungan, Pemkot juga akan menyiapkan terminal tipe C sebagai simpul angkutan kota atau feeder.

Munafri menargetkan pembangunan dua koridor bus kota yang menghubungkan Terminal Daya dan Terminal Mallengkeri melintasi sejumlah kampus dan pusat aktivitas warga.

Ia menilai langkah tersebut penting untuk mendukung Makassar sebagai kota dagang dan jasa dengan kebutuhan mobilitas dan logistik yang tinggi.

Sementara itu, Toni Tauladan mengungkapkan saat ini terdapat 35 perusahaan otobus dengan 236 armada AKAP berizin resmi yang beroperasi di Terminal Daya.

Data tersebut menunjukkan potensi bangkitan permintaan angkutan antarprovinsi masih cukup besar sehingga dukungan APBN dapat mengoptimalkan rehabilitasi dan revitalisasi terminal.

Kemenhub akan melakukan identifikasi kebutuhan terminal dan menyusun timeline pelaksanaan revitalisasi sembari menunggu penyerahan P3D dari Pemkot Makassar.

Rencana revitalisasi membutuhkan sekitar 12 hektare dari total hampir 14 hektare kawasan terminal yang ada saat ini.

Fasilitas yang akan dihadirkan meliputi area kedatangan, area ramp check, ruang tunggu, dan area pengendapan bus untuk mendukung sistem operasional berbasis jadwal.

Toni menegaskan kerja sama ekonomi yang telah berjalan antara Perumda Terminal dan pelaku usaha tetap dapat dilanjutkan di luar area yang masuk skema P3D.

Menjelang masa angkutan Lebaran, Kemenhub juga akan menurunkan tim pengawasan untuk melakukan ramp check dan pemeriksaan kelaikan armada guna menjamin keselamatan penumpang.



Tags: Munafri Arifuddin Pemkot Makassar Revitalisasi Terminal Daya Terminal Tipe A

Baca juga