Unismuh Makassar Gandeng Singapore Polytechnic, Gelar Program Internasional Learning Express 2026 di Pangkep
KAREBANUSA.COM, Makassar - Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) kembali menegaskan komitmennya dalam internasionalisasi kampus melalui program International Community Service Learning Express Social Innovation Project 2026 hasil kolaborasi dengan Singapore Polytechnic.
Program ini resmi dibuka di Aula Teater O Gift, Lantai 2 Gedung Iqra Unismuh Makassar, Selasa (31/3/2026), dengan melibatkan mahasiswa lintas negara dalam kegiatan pengabdian masyarakat berbasis inovasi sosial.
Sebanyak 32 mahasiswa dari Singapore Polytechnic turut ambil bagian didampingi 3 dosen yakni Mr M Thiyagarajan, Ms Joanne Ong, dan Mr Maxime Richer.
Mereka bergabung bersama 30 mahasiswa Unismuh yang telah melalui proses seleksi.
Kegiatan ini berlangsung selama 12 hari, hingga 10 April 2026 nanti, dengan lokasi utama di wilayah Tondong Tallasa, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Ketua panitia pelaksana, Wildan Burhanuddin, menjelaskan bahwa program difokuskan pada tiga proyek berbasis potensi lokal masyarakat.
“Ada tiga proyek community yang akan kita lakukan. Yang pertama adalah palm sugar dengan para petani gula aren, yang kedua honey bee atau madu lebah, dan yang ketiga adalah cow, peternakan sapi di Tondong Tallasa, Kabupaten Pangkep,” kata Wildan.
Ia menegaskan bahwa peserta tidak hanya melakukan observasi, tetapi juga merumuskan solusi melalui pendekatan design thinking.
“Output-nya adalah prototyping. Biasanya, setelah kegiatan selesai, para mahasiswa dan dosen masih terus aktif berkonsultasi untuk pengembangan prototipe tersebut,” ujarnya.
Ketua LP3M Unismuh Makassar, Muhammad Arief Muhsin, menyebut program ini sebagai bagian dari strategi besar kampus dalam membangun jejaring global berbasis kolaborasi nyata.
“Program-program kami akan banyak melakukan bagaimana mendatangkan mahasiswa dari luar, tapi juga kita akan keluar. Itu semua adalah bentuk untuk menjadikan kampus kita betul-betul go international dalam kegiatan kolaborasi riset dan pengabdian kepada masyarakat,” kata Arief.
Rektor Unismuh Makassar, Abd Rakhim Nanda, menegaskan bahwa Learning Express telah menjadi agenda tahunan yang memberi kontribusi akademik signifikan.
“Kami berharap seluruh mahasiswa menjalankan aktivitas mereka dengan sebaik-baiknya selama berada di lokasi program ini. Silakan aktif, terlibat, dan interaktif di komunitas lokal tempat Anda melakukan aktivitas pembelajaran,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Singapore Polytechnic, M. Thiyagarajan, menilai program ini sebagai pengalaman belajar intensif lintas budaya.
“Saya suka menyebut ini bukan Learning Express, tetapi Express Learning,” katanya.
Ia menekankan pentingnya hubungan antarpeserta yang terbangun selama program berlangsung.
“Kami datang ke sini sebagai dosen dan mahasiswa. Yang saya harapkan, ketika kami meninggalkan tempat ini, kami pulang sebagai teman-teman,” ujarnya.
Program Learning Express 2026 menghadirkan pendekatan baru dalam pengabdian masyarakat dengan menjadikan desa sebagai laboratorium sosial, tempat bertemunya pengetahuan akademik, pengalaman lintas budaya, dan potensi lokal.
Melalui tiga proyek utama, yakni gula aren, madu lebah, dan peternakan sapi, program ini mendorong mahasiswa untuk menggali solusi dari dalam komunitas, bukan sekadar membawa konsep dari luar.
Langkah ini sekaligus memperlihatkan upaya Unismuh Makassar dalam memperluas jejaring internasional tanpa meninggalkan akar pengabdian kepada masyarakat sebagai pilar utama pendidikan tinggi.
Tags: Kabupaten Pangkep Learning Express 2026 LP3M Unismuh Singapore Polytechnic Unismuh Makassar
Baca juga
- Dalam RDP di DPR RI, Rektor Unismuh Soroti Ketimpangan Kuota KIP Kuliah, Minta Pemerataan PTN dan Swasta
- Unismuh Makassar Serahkan Hadiah Lomba Video Ramadan, Dorong Kreativitas Pelajar Sulsel
- Unismuh Makassar Jajaki Kerja Sama dengan LAFI TNI AD, Perkuat Pendidikan dan Riset Farmasi
- Unismuh Makassar Berlakukan WFH Jumat-Sabtu Mulai 13 April 2026, Jam Pelayanan Sampai Pukul 17.00 Wita
- Unismuh Makassar Terima Angkatan Perdana Profesi Apoteker, 33 Mahasiswa Ikuti Orientasi 2026

