BSI Gerakkan 10 Ribu Perempuan Selamatkan Bumi
Momentum peringatan Hari Konsumen, Hari Kartini, dan Hari Bumi yang berlangsung berurutan pada 20–22 April 2026
KAREBANUSA.COM, JAKARTA — Momentum peringatan Hari Konsumen, Hari Kartini, dan Hari Bumi yang berlangsung berurutan pada 20–22 April 2026 dimanfaatkan PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) untuk memperkuat posisinya sebagai bank syariah yang berorientasi pada keberlanjutan.
Melalui kampanye bertajuk Kartini Cerdas, Bumi Lestari, BSI mendistribusikan lebih dari 10 ribu pohon kepada nasabah perempuan secara serentak di seluruh Indonesia. Program ini sekaligus menegaskan integrasi antara pemberdayaan perempuan dan penguatan ekonomi hijau dalam strategi bisnis perseroan.
Distribusi pohon tersebut tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga dirancang sebagai bagian dari strategi peningkatan loyalitas nasabah.
Setiap 10 nasabah perempuan pertama yang datang ke kantor cabang BSI mendapatkan satu bibit pohon untuk ditanam di lingkungan masing-masing. Dengan jaringan yang mencapai 1.130 cabang hingga Maret 2026, program ini menjadi bentuk aktivasi nasional yang menggabungkan keterlibatan nasabah dengan aksi pelestarian lingkungan.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, secara langsung menyerahkan pohon kepada nasabah di BSI KC Denpasar, Bali. Sementara itu, Wakil Direktur Utama Bob T. Ananta, Direktur Sales and Distribution Anton Sukarna, serta Direktur Retail Banking Kemas Erwan Husainy melakukan kegiatan serupa di sejumlah cabang di DKI Jakarta. Kehadiran jajaran pimpinan ini mencerminkan pendekatan komunikasi korporasi yang menempatkan manajemen sebagai representasi utama dalam transformasi keberlanjutan perusahaan.
Secara strategis, langkah ini menunjukkan konsistensi BSI dalam mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui tiga pilar utama, yakni sustainable banking, sustainable operation, dan beyond banking. Hingga Desember 2025, BSI telah menyalurkan pembiayaan berbasis keberlanjutan sebesar Rp73,2 triliun, dengan sekitar 21 persen atau Rp15,66 triliun di antaranya dialokasikan untuk portofolio hijau. Selain itu, BSI juga telah menerbitkan sukuk keberlanjutan tahap II senilai Rp5 triliun sebagai bagian dari diversifikasi instrumen pembiayaan hijau di sektor perbankan syariah.
Dari sisi operasional, implementasi prinsip keberlanjutan diwujudkan melalui berbagai inisiatif, seperti pembangunan gedung ramah lingkungan, peluncuran fitur jejak karbon digital, penggunaan kendaraan operasional berbasis listrik, penyediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), serta pemasangan panel surya di desa binaan dan kantor cabang. BSI juga mengoperasikan 70 mesin reverse vending machine (RVM) di wilayah Jabodetabek dan Bali untuk mendukung pengelolaan limbah berbasis teknologi.
Pada aspek sosial, pilar beyond banking diperkuat melalui optimalisasi ZISWAF (Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf). Dalam lima tahun terakhir, BSI telah menyalurkan dana zakat sebesar Rp1,05 triliun untuk program pemberdayaan masyarakat kurang mampu agar dapat meningkatkan taraf ekonomi. Pendekatan ini menjadi pembeda BSI dibandingkan bank konvensional, karena mengintegrasikan fungsi sosial ke dalam model bisnis.
Komitmen terhadap pemberdayaan perempuan juga menjadi perhatian utama. Saat ini, sekitar 41 persen dari total 16 ribu pegawai BSI adalah perempuan, sementara 47 persen nasabah UMKM berasal dari kalangan perempuan. BSI juga menjalankan berbagai program edukasi dan pemberdayaan, termasuk bagi nelayan di Sulawesi Selatan dan perajin batik di Jawa Tengah melalui skema desa binaan.
“Kami ingin terus mendorong perempuan Indonesia agar semakin maju dan berdaya secara ekonomi,” ujar Anggoro.
Dari sisi kinerja, penyaluran pembiayaan UMKM BSI hingga Februari 2026 mencapai Rp52,43 triliun atau tumbuh 6,10 persen secara tahunan (year on year). Hal ini memperkuat peran BSI dalam mendukung sektor riil, khususnya UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional.
Dengan jumlah nasabah yang telah mencapai 23 juta, BSI juga terus meningkatkan literasi keuangan digital dengan mengedukasi masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai modus kejahatan perbankan dan selalu memverifikasi informasi melalui kanal resmi.
“Hari Bumi menjadi momentum bagi BSI untuk menjalankan bisnis yang lebih efisien, ramah lingkungan, sekaligus memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional,” kata Anggoro.
Ia menegaskan, transformasi yang dilakukan BSI tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga pada penciptaan nilai tambah yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Secara keseluruhan, program distribusi 10 ribu pohon ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang BSI dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang berkelanjutan, inklusif, dan berdampak luas, sekaligus memperkuat peran sektor keuangan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan kesenjangan sosial di Indonesia.
Tags: PT BSI Tbk
Baca juga
- Maher Zain dan Harris J Guncang Makassar di 'BSI Maher Zain Live in Concert', Cek Tanggal dan Harga Tiketnya
- Tumbuh 22,83 Persen, BSI Cetak Laba Rp 7,01 Triliun di 2024
- BSI Luncurkan BSI Gold, Dorong Sektor Keuangan Syariah dari Industri Emas
- Perkokoh Ekosistem Islam, BSI dan Muhammadiyah Berkolaborasi Bangun Masjid Padepokan KH Ahmad Dahlan di Yogyakarta
- Dukung PON XXI Aceh-Sumut 2024, BSI Tambah Ratusan ATM Center

