KAREBANUSA.COM - Di sebuah rumah sederhana di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, deretan sepeda motor Honda terparkir rapi di halaman. 

Mulai dari Honda Legenda, Supra, Blade, BeAT, hingga Scoopy menjadi saksi perjalanan panjang sebuah keluarga yang telah mempercayakan mobilitasnya kepada Honda selama lebih dari dua dekade.

Semua bermula dari sosok Sabar, kakek berusia 80 tahun.

Sebelum mengenal Honda, pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) di salah satu sekolah di Kecamatan Bua, ini merupakan pengguna setia Vespa. 

Motor asal Italia itu menjadi kendaraan andalannya selama bertahun-tahun menjalani aktivitas sebagai tenaga pendidik.

Namun, seiring bertambahnya usia dan kondisi motor yang mulai sering mengalami kerusakan, Pak Sabar mulai mempertimbangkan kendaraan yang lebih praktis dan mudah dalam perawatan.

Tahun 2002 menjadi titik awal perubahan tersebut. Setelah memasuki masa pensiun, ayah dari sembilan anak itu memutuskan membeli Honda Legenda sebagai kendaraan barunya.

"Awalnya kami pakai Vespa. Setelah pensiun dan motor itu sudah sering rusak, saya memilih Honda karena lebih mudah digunakan dan perawatannya juga sederhana," kenang Pak Sabar.

Keputusan itu ternyata menjadi awal dari hubungan panjang keluarganya dengan merek Honda.

Motor Pertama yang Masih Menjadi Kenangan

Honda Legenda yang dibeli Pak Sabar pada 2002 bukan sekadar alat transportasi. Motor itu menjadi teman setianya menjalani masa pensiun. 

Kebetulan, setelah pensiun, Pak Sabar kini fokus mengurus kebunnya yang ditanami coklat, pisang, rambutan, dan sejumlah jenis sayuran.

Selain itu, Pak Sabar juga membuka usaha peternakan ayam potong.

Dengan motor Honda Legenda inilah yang memudahkan Pak Sabar dalam mengelola perkebunannya ini, termasuk mengangkut hasil kebun ke pasar dan tempat lainnya.

Motor ini juga yang menjadi alat transportasi untuk mengunjungi kerabat hingga menghadiri berbagai kegiatan masyarakat di kampungnya.

Keandalan motor tersebut membuat anak-anak Pak Sabar ikut melirik Honda saat mulai memiliki penghasilan sendiri dan membutuhkan kendaraan untuk menunjang pekerjaan.

Setahun kemudian, tepatnya pada 2003, anak keduanya membeli Honda Supra. Menariknya, motor tersebut hingga kini masih digunakan dan tetap dalam kondisi baik.

Bagi keluarga Pak Sabar, ketahanan motor itu menjadi bukti kualitas yang membuat mereka semakin yakin menggunakan Honda.

"Honda Supra yang dibeli tahun 2003 itu sampai sekarang masih ada dan masih dipakai. Itu yang membuat kami percaya dengan kualitasnya," ujar salah satu anggota keluarga.

Menjadi Pilihan Setiap Generasi

Kepercayaan terhadap Honda terus berlanjut. Pada 2005, anak keenam Pak Sabar yang bekerja di Makassar membeli Honda Supra Fit untuk mendukung mobilitas sehari-hari.

Empat tahun berselang, anak bungsu Pak Sabar juga mengikuti jejak kakak-kakaknya dengan membeli Honda Blade pada 2009.

Sejak saat itu, berbagai model Honda mulai mengisi garasi keluarga besar tersebut. Seiring perkembangan teknologi dan kebutuhan, pilihan kendaraan pun semakin beragam.

Ada Honda Vario yang digunakan untuk aktivitas harian, Honda Beat Karburator yang terkenal irit bahan bakar, Honda Beat generasi terbaru, hingga Honda Scoopy yang kini menjadi favorit anggota keluarga muda.

Meski modelnya berbeda-beda, alasan memilih Honda hampir selalu sama: irit, mudah dirawat, suku cadang mudah ditemukan, dan memiliki nilai jual kembali yang baik.

Warisan Kepercayaan Hingga ke Cucu

Menariknya, loyalitas terhadap Honda tidak berhenti pada generasi anak-anak Pak Sabar. Kebiasaan memilih kendaraan Honda juga menular kepada cucu-cucunya.

Salah satu cucunya bahkan membeli Honda Scoopy pada 2023 sebagai kendaraan pribadi untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Pilihan tersebut bukan tanpa alasan. Sejak kecil, ia tumbuh di lingkungan keluarga yang hampir seluruh anggotanya menggunakan motor Honda.

Melihat motor-motor keluarganya yang tetap awet meski telah digunakan bertahun-tahun membuatnya tidak ragu menjatuhkan pilihan pada merek yang sama.

"Kami sudah terbiasa dengan Honda sejak dulu. Jadi saat ingin membeli motor, pilihan pertama yang terlintas memang Honda," katanya.

Total, kini keluarga Pak Sabar memiliki 11 motor dan semuanya Honda, tidak ada merek yang lain.

Manariknya, motor-motor tersebut masih dalam kondisi baik hingga saat ini, kecuali Honda Supra Fit yang telah mengalami turun mesih hingga kini menjadi penghuni garasi.

Lebih dari Sekadar Kendaraan

Bagi keluarga Pak Sabar, sepeda motor bukan sekadar alat transportasi. Kendaraan tersebut telah menjadi bagian dari perjalanan hidup keluarga selama puluhan tahun.

Dari seorang pensiunan guru yang mencari kendaraan praktis setelah meninggalkan Vespa kesayangannya, hingga cucu yang kini mengendarai Scoopy modern, Honda hadir menemani berbagai fase kehidupan keluarga tersebut.

Lebih dari 20 tahun berlalu sejak Honda Legenda pertama kali masuk ke halaman rumah Pak Sabar. Kini, berbagai generasi dalam keluarga itu masih mempercayakan mobilitas mereka kepada Honda.

Kisah keluarga Pak Sabar menjadi gambaran bagaimana sebuah merek dapat membangun kepercayaan melalui kualitas produk yang mampu bertahan lintas generasi. 

Dari Legenda hingga Scoopy, perjalanan panjang itu terus berlanjut, menghubungkan cerita masa lalu dengan langkah masa depan keluarga besar Pak Sabar di Kabupaten Luwu.

(*)


Tags: motor Honda

Baca juga