KAREBANUSA.COM - Kolombia memiliki sejarah memilukan di Piala Dunia.

Pemain tim nasional Kolombia, Andres Escobar, tewas ditembak orang tak dikenal.

Tragedi tersebut terjadi pada 2 Juli 1994, hanya beberapa hari setelah pulang dari Piala Dunia 1994.

Di Piala Dunia 1994, Kolombia tergabung dalam grup bersama Rumania, Amerika Serikat, dan Swiss.

Saat itu, Piala Dunia 1994 digelar di Amerika Serikat. Sama dengan kondisi saat ini, Piala Dunia 2026, AS juga jadi tuan rumah dan Kolombia baru saja tersingkir usai kalah dari Swiss 0-0 (4-3), Rabu (8/7/2026).

Escobar meninggal dunia dalam usia 27 tahun. 

Pemain tersebut diduga jadi sasaran karena mencetak gol bunuh diri dalam pertandingan menghadapi Amerika Serikat pada fase grup Piala Dunia yang membuat timnya kalah dan pulang lebih awal.

Penghilangan nyawa Escobar ini diduga berkaitan dengan kerugian besar yang dialami sejumlah pelaku yang memasang taruhan pada kiprah Kolombia di pesta sepak bola sejagat 4 tahunan itu.

Kolombia datang ke AS dengan status sebagai tim unggulan setelah tampil impresif pada babak kualifikasi

Sayangnya, harapan tersebut luntur. Kolombia justru tampil melempen, kalah 3-1 dari Rumania pada laga pembuka dan kembali takluk 2-1 dari tuan rumah AS.

Escobar pun jadi sasaran kemarahan karena mencetak gol bunuh diri saat melawan AS, 22 Juni 1994.

Escobar mencetak gol bunuh diri saat berusaha menghalau umpan silang lawan, bola malah masuk ke gawang sendiri. Gol bunuh diri tersebut menjadi salah satu penyebab kekalahan Kolombia sekaligus memastikan mereka gagal lolos dari fase grup.


Aksi Andres Escoba - foto: Sky Sports

Mengenang Escobar, keluarga sangat terpukul atas insiden tersebut.

Dikutip dari The New York Times, Rabu (8/7/2026), sang kakak, Santiago Escobar, mengungkapkan bahwa adiknya juga sangat kecewa dengan hasil yang didapatkan Kolombia.

Ia pun sempat stres karena dianggap sebagai penyebab kegagalan tim berjuluk Los Cafeteros  itu. Escobar juga khawatir kariernya terancam. 

Saat itu, bek Atletico Nacional tersebut dikabarkan tengah diincar klub raksasa Italia, AC Milan, sebagai calon pengganti bek legendaris Franco Baresi.

Kronologi kejadian

Usai tersingkir dari Piala Dunia 1994, timnas Kolombia langsung pulang ke negaranya.

Sebenarnya beberapa rekan setim sudah meminta Escobar untuk tidak langsung kembali ke Medellin, kampung halamanya.

Mereka menyarankan sang bek menunggu hingga situasi mereda.

Pasalnya, setelah Kolombia tersingkir, situasi di dalam negeri memanas. Ekspektasi besar yang berubah menjadi kegagalan membuat sejumlah pemain mendapat tekanan.

Namun, Escobar memilih pulang dan berniat menghadapi situasi tersebut secara langsung.

Keputusan itu kemudian berakhir tragis. Empat hari setelah kepulangan, di sebuah klub malam di Medellin terjadilah penembakan itu. 

Saat hendak pulang, dia dihampiri sekelompok pria yang mengejek gol bunuh dirinya di Piala Dunia 1994. 

Sempat terjadi adu mulut, tetapi situasi mereda setelah Escobar masuk ke mobilnya.

Namun, sesaat setelah berada di kursi kemudi, terdengar enam kali letusan senjata. 

Bek berusia 27 tahun itu roboh setelah ditembak dari jarak dekat. 

Menurut kesaksian saksi mata, pelaku bahkan berteriak "Gol!" setiap kali melepaskan tembakan sebagai ejekan atas gol bunuh diri yang dicetak Escobar di Piala Dunia.

Mengutip CBS News, penyelidikan mengungkap penembakan dilakukan Humberto Munoz Castro, pengawal pribadi kartel narkoba Santiago Gallon Henao dan Pedro Gallon Henao. 

Munoz mengaku sebagai pelaku dan dijatuhi hukuman 43 tahun penjara, tetapi hanya menjalani 11 tahun sebelum dibebaskan.

Polisi menemukan bahwa Santiago dan Pedro Gallon diduga mengalami kerugian besar setelah memasang taruhan pada penampilan Kolombia di Piala Dunia 1994. 

Keduanya diketahui memiliki hubungan dengan La Oficina de Envigado, organisasi kriminal penerus Kartel Medellin yang didirikan gembong narkoba Pablo Escobar. 

Dugaan itulah yang membuat pembunuhan Andres Escobar diyakini dipicu kekalahan taruhan yang berujung aksi balas dendam.

Sosok Andres Escobar

Andrés Escobar adalah bek tengah legendaris tim nasional Kolombia yang dikenal dengan julukan El Caballero del Fútbol (Ksatria Sepak Bola).

Ia lahir di Medellín pada 13 Maret 1967.

Escoba menghabiskan sebagian besar kariernya bersama Atlético Nacional dan sempat bermain untuk Young Boys di Swiss.

Ia dikenal sebagai pemain yang tenang, sportif, dan berwibawa baik di dalam maupun di luar lapangan. 

Bek berambut panjang tersebut dikenal sebagai pemain belakang yang memiliki kemampuan membaca permainan dan membangun serangan dari lini pertahanan.

Salah satu rekannya di Timnas, Luis Alfonso 'El Bendito' Fajardo menyebut, Escobar bukan sekadar rekan satu tim. Ia adalah sahabat sekaligus sosok yang dianggap seperti saudara.

"Saya mengenang Andrés Escobar dengan penuh kasih sayang, penghargaan, dan cinta karena dia adalah saudara yang luar biasa bagi saya. Dia adalah saudara bagi semua orang,” kata Fajardo kepada EFE.

"Andrés adalah orang yang luar biasa. Kami selalu bersama setiap hari. Dia tidak pernah bangun dengan suasana hati buruk. Andrés selalu memiliki karakter positif yang sama,” ujarnya.

Andres Escobar merupakan salah satu pemain penting dalam generasi emas sepak bola Kolombia pada akhir 1980-an hingga awal 1990-an.

Ia menjadi bagian dari tim Atlético Nacional yang mencatat sejarah dengan memenangkan Copa Libertadores 1989.

Escobar juga membantu klub tersebut memenangkan Copa Interamericana 1990 serta dua gelar Liga Kolombia pada 1991 dan 1994.Sepak Bola

Nomor punggung 2 menjadi identitasnya bersama Atlético Nacional.

Di level internasional, Escobar memperkuat Kolombia dalam dua edisi Piala Dunia.

Ia tampil pada Piala Dunia 1990 di Italia dan Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat.

Escobar dikenal sebagai bek tengah yang menjadi titik awal pembangunan serangan Kolombia dari lini belakang.

(*)


Tags: Amerika Serikat Andres Escobar Piala Dunia Piala Dunia 1994 Timnas Kolombia

Baca juga