KAREBANUSA.COM - Salah satu komponen dalam motor yang sering diabaikan adalah busi motor.

Benda kecil ini sering luput dari perhatian, padahal memiliki pesan besar agar mesin tetap optimal dan prima.

Busi berfungsi sebagai pemantik api yang menyalakan campuran udara dan bahan bakar di ruang bakar mesin. 

Nah, jika busi bermasalah, tentu akan berpengaruh pada performa motor dan ini bisa berpotensi membahayakan pengendara.

Astra Honda menyarankan agar pemilik kendaraan memeriksa kondisi busi secara rutin.

Pemeriksaan bisa dilakukan setiap 4.000 kilometer.

Berdasarkan buku pedoman pemilik sepeda motor disarankan untuk lakukan pergantian setiap jarang 12.000 km atau 12 bulan, tergantung kondisi busi, juga intensitas pemakaian dan kondisi berkendara.

Berikut beberapa tanda jika busi motor mulai melemah:

  • Motor sulit dihidupkan, terutama saat mesin masih dingin
  • Tenaga motor terasa menurun atau ngempos saat digas
  • Mesin brebet atau tersendat ketika dikendarai
  • Konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros
  • Warna elektroda busi menghitam (berjelaga) atau justru memutih akibat panas berlebih
  • Percikan api kecil atau tidak stabil saat dilakukan pengecekan manual

Jika dibiarkan, kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga mengancam keselamatan. 

Dalam situasi menyalip kendaraan lain, melaju di tikungan, atau saat terjebak kemacetan, mesin bisa tiba-tiba tersendat dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Cara merawat busi

Dikutip dari Astra Honda, melakukan perawatan pada busi sama juga menjaga kondisi ruang bakar mesin sepeda motor tetap optimal. 

Cara merawatnya pun cukup mudah, luang sedikit waktu untuk melakukan pemeriksaan khususnya pada bagian elektroda busi. 

Dalam melakukan perawatan busi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan : 

Periksa Ujung Elektroda 

Ujung elektroda bisa dijadikan alat bantu untuk mengetahui apa yang terjadi di dalam ruang bakar. 

Indikasinya bisa diketahui dari warna ujung elektroda. Melalui warna ujung elektroda busi yang terbakar, setidaknya bisa diketahui apakah proses pembakaran di dalam ruang bekar bekerja normal atau tidak. 

Jika ujung elektroda berwarna abu-abu atau merah bata, itu artinya busi dalam kondisi baik dan normal. Begitu juga dengan proses pembakaran di ruang bakar, kondisinya dalam keadaan optimal. 

Bersihan Kotoran Pada Ujung Elektroda 

Bersihkanlah kotoran akibat endapan karbon sisa pembakaran yang menempel pada ujung elektroda. 

Gunakan cairan semprot yang bersifat non-metal seperti brake cleaner. Hindari penggunaan amplas dan cairan yang bersifat abrasif terhadap karat karana bisa mengikis permukaan plating atau elektroda busi. 

Periksa Keausan Elektroda 

Busi yang masih dalam kondisi baik juga bisa dilihat dari bentuk elektrodanya yang masih berbentuk kotak. 

Bagian ini paling cepat terkikis akibat panas dari percikan api saat teradi pembakaran di ruang bakar. 

Untuk mempertahankan kondisi busi dan mesin sepeda motor tetap optimal, lakukanlah pemeriksaan dan perawatan berkala di bengkel AHASS terdekat. 

Dengan rutin melakukan melakukan perawatan motor secara berkala, secara langsung akan mempertahankan performa busi tetap optimal. Karena kondisi ruang bakar yang sehat akan membuat busi lebih awet.

Rawatlah sepeda motor secara teratur, agar tidak hanya menjaga kinerjanya tetap optimal, tetapi juga mengurangi risiko kecelakaan dan kerusakan yang dapat merugikan secara finansial. 

(*)


Tags: Astra Honda Busi Motor Tips

Baca juga