KAREBANUSA.COM, MAKASSAR - Tim Dance SMAN 9 Makassar diperkuat atlet olahraga air yang sudah berkiprah hingga level internasional.

Dia adalah Auliya Mustika Putri.

Aulia merupakan atlet artistic swimming (renang artistik) nasional asal Makassar. Tahun lalu, ia tampil di SEA Games Thailand 2025 dan meraih medali untuk kontingen Indonesia.

Artistic swimming sebelumnya dikenal sebagai olahraga Renang Indah atau Synchronized Swimming. 

Ini merupakan bagian dari cabang olahraga akuatik atau olahraga air.

Di atas lantai Honda DBL with Kopi Good Day 2026 South Sulawesi, Auliya begitu gemulai memimpin tim dance sekolahnya sekaligus mendukung pemain basket Nine, julukan untuk tim basket SMAN 9 Makassar.

Auliya memiliki talenta luar biasa, bisa berjoget di air maupun di darat.

Bagi Auliya, dunia dance bukan sesuatu yang benar-benar baru karena ketertarikannya terhadap aktivitas tersebut telah tumbuh sejak 2020, 6 tahun lalu.

Kemampuannya makin terasah seiring waktu berjalan. 

Saat di kelas X, Auliya harus memendam harapannya untuk memperkuat tim dance SMAN 9 Makassar di panggung Honda DBL karena dipanggil pelatnas untuk persiapan menghadapi SEA Games 2025. 

Kini, impiannya untuk tampil di DBL terwujud tahun ini.

Cinta Akuatik sejak SD

Kecintaan Auliya terhadap olahraga akuatik bermula ketika dirinya masih duduk di kelas 1 SD.

Sang kakak menjadi sosok yang pertama kali mengenalkannya pada artistic swimming, olahraga yang memadukan unsur renang, senam, dan tarian di dalam air.

Sejak saat itu, Auliya terus menekuni renang artistik hingga mampu mengukir berbagai prestasi dan menyumbangkan medali bagi Indonesia maupun daerahnya.

Beberapa prestasi yang telah diraih Auliya Mustika Putri antara lain juara tiga (medali perunggu) kategori Team pada SEA Games 2025 Thailand, juara satu Team pada PON XXI 2024 Aceh-Sumut, serta juara satu Team Free Routine pada Singapore Open 2024.

Ia juga meraih juara dua Team Free Routine pada PON XX Papua 2021 dan juara dua pada Kejuaraan Nasional Aquatic 2026.

Menjadi atlet nasional sekaligus pelajar dan anggota dance di sekolah membuat Auliya harus memiliki manajemen waktu yang ketat.

Setelah jam sekolah, ia membagi jadwal latihan antara renang artistik dan dance agar keduanya tetap dapat dijalankan secara maksimal.

"Kebetulan lomba akuatik tahun ini adanya di akhir tahun, jadi aku izin latihan untuk tampil di DBL," katanya. 

"Latihan akuatik itu sebenarnya setiap hari, tapi pas mulai persiapan DBL, aku izin setiap Selasa dan Kamis. Jadi Senin, Rabu, Jumat, Sabtu, dan Minggu aku latihan renang, sedangkan Selasa dan Kamis khusus latihan dance DBL," jelas Auliya.

Rutinitas tersebut membuat Auliya harus disiplin mengatur waktu di tengah aktivitas akademik dan dua bidang yang sama-sama membutuhkan latihan intensif.

Bagi Auliya, kesempatan tampil di DBL menjadi pengalaman baru yang berbeda dari kompetisi renang artistik yang selama ini digelutinya.

Pengalaman tampil di hadapan ribuan penonton dalam kompetisi sebesar PON hingga SEA Games ternyata tidak sepenuhnya menghilangkan rasa gugup Auliya.

Ketika pertama kali memasuki GOR UMI Makassar dengan mengenakan kostum dance SMAN 9 Makassar, rasa tegang tetap dirasakannya.

"Tetap deg-degan banget, apalagi ini first time ikut DBL," ungkapnya jujur.

"Tapi panggung DBL Dance itu seru banget. Yang paling berkesan, aku bisa lihat koreo dari sekolah-sekolah lain yang keren-keren," ungkapnya.

Penampilan tersebut sekaligus menjadi pengalaman baru bagi Auliya untuk mengeksplorasi kemampuan dance yang selama ini hanya menjadi salah satu minatnya.

Ke depan Auliya dihadapkan sejumlah agenda seperti Indonesia Open Aquatic Championship (IOAC) di Jakarta dan kejuaraan internasional SEA Age Group di Malaysia.

(*)


Baca juga