Penanggung jawab PT Bulukumba Jaya Motor memperlihatkan sejumlah berkas klaim ke Asuransi Astra saat ditemui di kantornya beberapa waktu lalu. sumber foto: karebanusa


KAREBANUSA.COM, MAKASSAR - Amiruddin, 62 tahun, tampak serius memeriksa sejumlah berkas di atas mejanya di kantor Bulukumba Jaya Motor (bagian dari PT Bulukumba Jaya Group) di Jalan Sultan Hasanuddin, Gowa, Sulawesi Selatan.

Sesekali keningnya berkerut saat mencermati laporan perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan dan distribusi mobil bekas serta penyewaan kendaraan tersebut.

Di antara banyak lembaran tersebut, terdapat beberapa sejumlah berkas untuk klaim asuransi.

Sebagai pengusaha otomotif dengan puluhan hingga ratusan unit kendaraan, pria yang akrab disapa Haji Amir itu memahami bahwa risiko usaha bisa datang kapan saja, mulai dari kecelakaan, kerusakan kendaraan, hingga pencurian.

Namun, ia memilih mengantisipasi risiko tersebut dengan memberikan perlindungan asuransi terhadap kendaraan operasional maupun mobil pribadinya melalui PT Asuransi Astra Buana atau Asuransi Astra, menggunakan produk Garda Oto.

Keputusan itu bukan pilihan baru bagi Haji Amir. Ia mengaku telah menjadi nasabah Asuransi Astra sejak dekade 1990-an.

"Sejak tahun 1990-an," ucapnya saat ditemui di kantornya beberapa waktu lalu.

Selama puluhan tahun menjadi nasabah, Haji Amir mengaku merasa terbantu dengan layanan yang diberikan, terutama ketika harus mengajukan klaim atas kendaraan yang mengalami musibah.

Menurutnya, kepercayaan terhadap perusahaan asuransi tidak dibangun hanya melalui penawaran produk, tetapi juga dari kepastian pelayanan ketika nasabah menghadapi masalah.

"Banyak asuransi yang menawarkan program-programnya ke saya, tapi saya tetap setia di AB (PT Asuransi Astra Buana-Asuransi Astra). Ya, karena itu, setiap ada kendala langsung ditangani sampai tuntas dan cepat, sangat memudahkan," katanya.

Salah satu pengalaman yang masih diingat Haji Amir adalah ketika sebuah truk miliknya terbakar di Kabupaten Bantaeng.

Beruntung, kendaraan tersebut telah diasuransikan sehingga ia dapat mengajukan klaim sesuai perlindungan yang dimiliki.

"AB mencairkan asuransinya TLO, digantikan sesuai harga truk yang terbakar itu," ungkapnya.

TLO atau Total Loss Only merupakan perlindungan asuransi kendaraan yang memberikan ganti rugi untuk kerugian total sesuai ketentuan polis, termasuk kondisi kehilangan atau kerusakan yang memenuhi kriteria yang dipersyaratkan.

Haji Amir mengaku sempat meragukan proses penggantian tersebut. Namun, setelah dokumen yang dibutuhkan dipenuhi, klaimnya diproses hingga selesai.

"Awalnya saya juga ragu bakal diganti. Tapi, tidak lama, prosesnya berjalan, kayaknya sekitar satu bulan sudah selesai, diganti."

Pengalaman itu membuatnya semakin yakin bahwa kelengkapan dokumen menjadi salah satu hal penting dalam pengajuan klaim.

"Yang penting (berkas) apa yang dibutuhkan Astra kita penuhi, pasti langsung diproses. Jadi tidak seperti yang ditakutkan bahwa klaimnya dipersulit, di Astra tidak seperti itu," bebernya.

Layanan yang dirasakan Haji Amir tidak terbatas pada penggantian kerugian kendaraan.

Ia juga pernah mengalami kendala ketika mobilnya mogok di Palopo, yang berjarak ratusan kilometer dari Makassar.

Karena fasilitas bengkel di lokasi dinilai belum memadai untuk menangani masalah kendaraan tersebut, Asuransi Astra membantu membawa mobilnya dari Palopo ke Makassar untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Pengalaman itu menjadi salah satu alasan Haji Amir tetap mempercayakan perlindungan kendaraannya kepada Asuransi Astra.

Tidak hanya kendaraan, Haji Amir juga memperluas perlindungan terhadap aset usahanya dengan mengasuransikan kantor, rumah, dan showroom melalui Asuransi Astra.

Perlindungan tersebut dirasakan manfaatnya ketika showroom miliknya sempat terendam banjir pada musim hujan lalu.

"Saat musim hujan lalu, showroom sempat terendam banjir. Itu juga kami ajukan klaim dan langsung diproses. Itu termasuk perlindungan karena bencana alam," kata Haji Amir.

Ia memahami bahwa pengajuan klaim membutuhkan tahapan pemeriksaan, termasuk survei terhadap objek yang mengalami kerugian.

Menurutnya, proses tersebut merupakan bagian dari mekanisme untuk memastikan kondisi kerugian sebelum pengajuan klaim ditindaklanjuti sesuai ketentuan polis.

Pengalaman Haji Amir menggambarkan pentingnya perlindungan asuransi bagi pelaku usaha yang memiliki aset bernilai besar dan menghadapi beragam risiko operasional.

Bagi dirinya, asuransi bukan sekadar dokumen perlindungan, melainkan salah satu upaya untuk menjaga keberlangsungan usaha ketika risiko terjadi.

Garda Oto Perkuat Layanan Digital

Branch Manager Asuransi Astra Makassar, Anselmo Sebastian Rendika, mengatakan PT Bulukumba Jaya Motor merupakan salah satu nasabah yang telah lama mempercayakan perlindungan asetnya kepada perusahaan tersebut.

Aset yang diasuransikan mencakup kendaraan, properti, hingga alat berat. Khusus kendaraan mobil, perlindungan diberikan melalui produk Garda Oto.

"Jadi, Garda Oto itu adalah salah satu produk kami untuk kendaraan mobil," ucapnya.

Anselmo mengatakan, pelayanan menjadi salah satu aspek yang terus diperkuat Asuransi Astra untuk menjaga kepercayaan nasabah.

Ia juga menyoroti dukungan ekosistem bisnis Grup Astra yang mencakup berbagai lini usaha, termasuk kendaraan, pembiayaan, dan layanan terkait.

"Keunggulan Asuransi Astra, kata pria berusia 27 tahun itu, karena grup Astra memiliki ekosistem dari hulu sampai hilir. "Dalam artian, dealer sampai pembiayaannya punya kami, asuransi bengkelnya otomatis juga dari kami," katanya."

Seiring perkembangan teknologi, Garda Oto turut mengembangkan layanan digital untuk memudahkan nasabah, termasuk dalam proses pengajuan klaim.

Salah satu inovasinya adalah fitur Virtual Survey melalui aplikasi myGarda. Fitur ini memungkinkan nasabah melakukan survei kerusakan kendaraan secara daring melalui panggilan video bersama petugas survei tanpa harus datang langsung ke kantor cabang.

Menurut Anselmo, layanan tersebut relevan bagi nasabah di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara, terutama yang tinggal jauh dari pusat kota atau memiliki akses terbatas ke fasilitas bengkel.

"Di wilayah saya kan handle Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara di mana kebanyakan customer saya itu berada di daerah remote (wilayah atau tempat yang terletak jauh dari pusat kota dan keramaian). Artinya, fasilitas seperti bengkel kurang lengkap, jauh dari ibu kota provinsi. Nah, dengan fitur Virtual Survei itu, memungkinkan customer untuk bisa klaim di rumah, dari manapun," paparnya.

Ia menegaskan, nasabah tetap berhak memperoleh pelayanan sesuai perlindungan yang dibayarkan, termasuk kemudahan akses layanan ketika menghadapi kendala di daerah.

"Karena customer sudah membayar kewajibannya, jadi mereka tetap berhak mendapatkan layanan yang terbaik. Cukup dari rumah, konsul dengan surveyor melalui video call, jadi tidak perlu datang ke cabang kami di ibu kota provinsi," ucap Anselmo lagi.

Melalui aplikasi myGarda, nasabah juga dapat mengakses sejumlah layanan secara mandiri, seperti pembelian dan perpanjangan polis secara daring, pelaporan klaim, serta pemantauan status perbaikan kendaraan di bengkel rekanan.

Digitalisasi tersebut diharapkan membantu nasabah memperoleh informasi mengenai proses layanan tanpa harus selalu datang ke kantor cabang.

Selain layanan digital, Garda Oto mempertahankan layanan bantuan darurat melalui Garda Siaga dan Garda Akses.

Nasabah dapat meminta bantuan ketika mengalami kendala di jalan, seperti kendaraan mogok, ban kempis, atau aki bermasalah, melalui kanal layanan yang tersedia.

Anselmo mengatakan, layanan derek atau towing juga menjadi salah satu fasilitas yang dapat membantu nasabah ketika kendaraan mengalami gangguan dan membutuhkan penanganan di bengkel.

"Satu lagi kelebihan kami adalah punya mobil dereka atau towing yang siaga 24 jam untuk layanan darurat. Misalnya, mobil nasabah mengalami masalah sementara bengkel resmi jauh dari lokasinya, kami kirimkan mobil derek dan itu gratis," katanya.

Ia kembali mencontohkan pengalaman Haji Amir ketika kendaraannya mengalami masalah di Palopo dan harus dibawa ke Makassar.

"Itu juga yang dialmi Haji Amir dari Bulukumba Jaya Motor. Kendaraannya ka bawa dari Palopo ke bengkel di Makassar untuk mendapatkan penanganan terbaik dan itu kami kasi free."

Menurut Anselmo, Garda Oto juga memberikan ruang bagi nasabah untuk menyampaikan keluhan apabila hasil perbaikan kendaraan belum sesuai harapan, sehingga dapat ditindaklanjuti melalui mekanisme layanan yang berlaku.

"Itu mengakami Garda Oto itu asuransi premium. Bahkan, saat customer tidak puas setelah dikerja di bengkel, bisa masukkan lagi sampai tuntas," katanya.

Selain perlindungan kendaraan, Asuransi Astra menyediakan pilihan perluasan jaminan sesuai produk dan ketentuan polis, antara lain untuk risiko bencana alam seperti banjir dan gempa bumi, huru-hara, serta tanggung jawab hukum terhadap pihak ketiga.

Anselmo mengatakan, pengembangan layanan akan terus dilakukan untuk memberikan kemudahan bagi nasabah dalam mengakses perlindungan dan bantuan.

"Kami punya aplikasi MyGarda yang sudah mencakup all in one, mulai dari progres pembelian mobil, request layanan darurat, tracking progress klaim unit, virtual survei, dan juga daftar bengkel kerja sama," beber Anselmo.

Bagi Haji Amir, pengalaman selama puluhan tahun menjadi nasabah memperkuat keyakinannya bahwa perlindungan asuransi merupakan bagian penting dalam mengelola risiko usaha.

Sementara bagi Asuransi Astra, layanan yang mudah diakses dan penanganan klaim sesuai ketentuan menjadi bagian dari upaya menghadirkan ketenangan bagi nasabah, sejalan dengan tagline perusahaan, Peace of Mind, serta visi Bring Peace of Mind to Millions.

(*)

 


Tags: Anselmo Sebastian Rendika Asuransi Astra Garda Oto MyGarda

Baca juga