KAREBANUSA.COM, MAKASSAR  – PT BYD Motor Indonesia memperkuat kehadirannya di pasar kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV) Indonesia melalui partisipasi dalam GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) Makassar 2026.

Berlangsung pada 28 Oktober hingga 1 November 2026 di Summarecon Mutiara Makassar Convention Center (SMMCC), BYD menghadirkan berbagai kendaraan dan inovasi teknologi elektrifikasi, sekaligus memperkenalkan New BYD M6 EV kepada konsumen di Makassar.

Kehadiran BYD dalam pameran tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas pilihan mobilitas masyarakat sekaligus mendukung perkembangan ekosistem kendaraan energi baru di kawasan Indonesia Timur.

Makassar dinilai memiliki posisi strategis sebagai pusat perdagangan, jasa, dan aktivitas ekonomi yang menghubungkan berbagai wilayah di Sulawesi dan sekitarnya.

Hingga September 2026, lebih dari 1.100 keluarga di Sulawesi telah mempercayakan kebutuhan mobilitasnya kepada BYD.

Dukungan terhadap pertumbuhan pasar tersebut juga terlihat dari pengembangan jaringan BYD Group di Sulawesi, dengan tujuh dealer yang telah beroperasi dan direncanakan bertambah menjadi 12 lokasi.

Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, mengatakan Indonesia merupakan salah satu pasar strategis bagi BYD dalam mendorong perkembangan mobilitas elektrifikasi secara global.

“Indonesia merupakan salah satu pasar strategis bagi BYD dalam mendorong perkembangan mobilitas elektrifikasi secara global. Seiring dengan meningkatnya penerimaan masyarakat terhadap kendaraan energi baru, kami melihat pentingnya memperluas akses terhadap teknologi dan pilihan kendaraan ke berbagai wilayah dengan karakter kebutuhan yang beragam," kata Eagle Zhao. 

Ia menambahkan, Makassar memiliki posisi penting sebagai pusat aktivitas ekonomi di Indonesia Timur, sekaligus membuka peluang bagi BYD untuk memperkuat hubungan dengan konsumen dan mendukung perkembangan pasar kendaraan energi baru secara lebih luas. 

Melalui GIIAS Makassar 2026, kami ingin melanjutkan komitmen jangka panjang BYD dalam menghadirkan inovasi teknologi, mengembangkan bisnis secara berkelanjutan, dan berkontribusi terhadap transformasi industri otomotif Indonesia," ujar Eagle Zhao.

Keluarga BYD M6 Jadi Andalan di GIIAS Makassar

Mengusung tema “Green Future, Smart Emotion”, BYD menghadirkan area pameran yang memadukan kendaraan, teknologi, dan pengalaman interaktif bagi pengunjung.

Keluarga BYD M6 menjadi salah satu sorotan melalui kehadiran M6 EV, M6 DM Classic, dan M6 DM Cross.

Pada kesempatan tersebut, BYD juga memperkenalkan New BYD M6 EV kepada konsumen Makassar.

Sejak diperkenalkan di Indonesia pada 2024, keluarga BYD M6 telah mencatatkan penjualan lebih dari 29.000 unit.

Pilihan keluarga M6 semakin berkembang setelah BYD menghadirkan M6 DM pada Mei 2026 untuk melengkapi model M6 dengan teknologi full electric.

Jika M6 EV menawarkan pengalaman berkendara sepenuhnya menggunakan tenaga listrik, M6 DM mengusung teknologi Electric-First yang memadukan tenaga listrik dan bahan bakar.

BYD M6 DM menggunakan motor listrik sebagai sumber penggerak utama dengan dukungan mesin berbahan bakar ketika diperlukan.

Kombinasi tersebut dirancang untuk mendukung penggunaan sehari-hari sekaligus memberikan fleksibilitas dalam perjalanan jarak jauh.

Pada Juli 2026, BYD M6 DM meraih penghargaan “The Most Inspiring PHEV of the Year 2026”.

Penghargaan tersebut melengkapi sejumlah apresiasi yang sebelumnya diterima BYD M6, antara lain Car of the Year 2024, Best Family EV 2025, dan First EV Recommendation 2025.

Untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang beragam, BYD terus mengembangkan pilihan teknologi Battery Electric Vehicle (BEV) dan Dual Mode (DM).

Kedua teknologi tersebut menawarkan karakter berkendara berbeda, sehingga konsumen dapat memilih kendaraan sesuai kebutuhan mobilitas sehari-hari maupun perjalanan jarak jauh.

Di GIIAS Makassar 2026, pengunjung dapat melihat dan mencoba sejumlah model, yakni BYD M6, M6 DM Classic, M6 DM Cross, BYD Atto 3, dan BYD Atto 1.

Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan perkembangan keluarga M6 mencerminkan kebutuhan konsumen terhadap kendaraan elektrifikasi yang semakin beragam.

“Perjalanan M6 bersama lebih dari 29.000 keluarga di Indonesia menunjukkan bahwa kebutuhan konsumen terhadap kendaraan elektrifikasi terus berkembang," kata Luther. 

Menurutnya, kehadiran M6 DM merupakan bagian dari upaya BYD mendengarkan kebutuhan konsumen dan menghadirkan pilihan teknologi yang lebih fleksibel. 

"Kami ingin keluarga Indonesia dapat menikmati pengalaman berkendara seperti EV dengan fleksibilitas untuk perjalanan yang lebih jauh," ucapnya. 

"Bagi kami, teknologi bukan hanya tentang inovasi, tetapi tentang bagaimana teknologi tersebut dapat memberikan manfaat yang nyata dan relevan bagi masyarakat,” ujar Luther.

New BYD M6 EV Dibanderol Rp 414 Juta

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam pengembangan keluarga M6 adalah produksi lokal.

New BYD M6 EV yang diperkenalkan di Indonesia diproduksi sepenuhnya di dalam negeri.

Untuk pasar Makassar, varian Standar ditawarkan dengan harga on the road (OTR) Rp414.000.000.

Dari sisi performa, kendaraan listrik ini menawarkan jarak tempuh hingga 450 kilometer, tenaga maksimum 150 kW, dan torsi 310 Nm.

New BYD M6 EV juga diklaim mampu berakselerasi dari 0 hingga 100 kilometer per jam dalam waktu 7,9 detik.

BYD Perkenalkan Blade Battery Generasi Kedua dan FLASH Charging

Selain menghadirkan kendaraan, BYD juga memperkenalkan perkembangan teknologi baterai dan pengisian daya untuk mendukung mobilitas listrik.

Pada pertengahan Oktober 2026, perusahaan memperkenalkan Blade Battery generasi kedua dan teknologi FLASH Charging di Indonesia.

Kedua inovasi tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan baterai sekaligus mempercepat proses pengisian daya kendaraan energi baru.

Blade Battery generasi kedua dikembangkan dengan peningkatan kepadatan energi sebesar 5 persen.

Teknologi sistem transportasi ion Flash Pass turut dioptimalkan untuk memperlancar perpindahan ion di dalam sel baterai.

Rekayasa pada katode, elektrolit, dan anode juga dilakukan untuk mengurangi hambatan internal sehingga proses transfer energi menjadi lebih efisien dan pengelolaan panas selama pengisian lebih baik.

Teknologi tersebut didukung FLASH Charging yang mampu menyalurkan daya hingga 1.500 kW melalui satu konektor.

Dalam kondisi lingkungan normal dan pada kendaraan yang kompatibel, pengisian daya diklaim dapat berlangsung dari 10 hingga 70 persen dalam lima menit.

Sementara pengisian dari 10 hingga 97 persen diklaim membutuhkan waktu sembilan menit.

Sistem pengisian menggunakan desain overhead berbentuk T dengan rel dan katrol untuk menopang kabel agar lebih mudah digunakan serta tidak menyentuh permukaan yang basah atau kotor.

Pada kendaraan kompatibel yang telah mengaktifkan layanan, fitur Plug-and-Charge memungkinkan proses pengisian dimulai dengan menghubungkan konektor.

BYD juga menguji Blade Battery generasi kedua dalam kondisi ekstrem, termasuk pengujian simultan FLASH Charging dan tusuk paku.

Dalam pengujian tersebut, baterai diklaim tidak mengalami thermal runaway, mengeluarkan asap, ataupun terbakar, bahkan setelah 500 siklus FLASH Charging.

Baterai juga melewati pengujian hubungan arus pendek paksa pada empat sel secara bersamaan tanpa kebakaran atau ledakan, meskipun suhu melampaui 700 derajat Celsius.

Pengembangan teknologi baterai dan pengisian daya tersebut menjadi bagian dari upaya BYD meningkatkan pengalaman pengguna kendaraan listrik.

Perkuat Manufaktur Lokal di Subang

Pengembangan produk dan teknologi BYD di Indonesia juga berjalan seiring dengan penguatan kemampuan manufaktur lokal.

Pada September 2026, BYD meresmikan fasilitas produksi kendaraan energi baru di Kawasan Industri Subang Smartpolitan, Jawa Barat, bersama Pemerintah Indonesia.

Fasilitas yang berdiri di atas lahan sekitar 126 hektare tersebut memiliki kapasitas produksi hingga 150.000 kendaraan per tahun.

Pengembangan pabrik ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang BYD dalam mendukung pertumbuhan industri kendaraan energi baru di Indonesia.

Dalam pengembangan ekosistem industri, BYD menyebut telah melibatkan lebih dari 200 mitra rantai pasok dan menyerap lebih dari 5.000 tenaga kerja lokal.

Jumlah tenaga kerja tersebut berpotensi meningkat hingga lebih dari 20.000 orang ketika fasilitas mencapai kapasitas penuh.

Penguatan manufaktur lokal diharapkan turut mendukung pengembangan rantai pasok, peningkatan sumber daya manusia, serta pertumbuhan industri kendaraan energi baru di Tanah Air.

Melalui GIIAS Makassar 2026, BYD ingin semakin mendekatkan pilihan kendaraan elektrifikasi dan perkembangan teknologinya kepada masyarakat Sulawesi.

Dengan pengembangan produk, jaringan dealer, manufaktur lokal, serta teknologi baterai dan pengisian daya, BYD menegaskan komitmennya untuk mendukung perkembangan ekosistem kendaraan energi baru di Indonesia.

(*)



Tags: GIIAS 2026 GIIAS Makassar 2026 New BYD M6 EV PT BYD Motor Indonesia Summarecon Mutiara Makassar

Baca juga