KAREBANUSA.COM, Makassar - Pertumbuhan ekonomi di Sulsel di penghujung tahun 2020 ini mulai membaik setelah sempat turun karena terpaan pandemi Covid-19. Bank Indonesia (BI) terus menjaga agar momentum ini kian membaik.

Secara nasional, ekonomi Indonesia di triwulan dua minus 5,32 persen, menurun minusnya 3,49 persen di triwulan sebelumnya.

Di Sulawesi Selatan juga mengalami peningkatan.

"Perekonomian Sulsel mulai membaik. Berkurang kontraksinya, sehingga sekarang tinggal minus 1,08. Ada peningkatan ekonomi 2 persen di Sulawesi Selatan," kata Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Endang Kurnia Saputra, di Makassar, Senin (23/1/2020) malam.

Salah satu caranya menjaga perekonomian tetap positif yaitu dengan menurunkan suku bunga.

Berdasarkan Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 18-19 November 202 diputuskan menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) ke 3,75 persen. 

"Ini jalan keluar. Dengan kebijakan ini orang yang ambil kredit dan investasi akan tambah banyak,” kata Endang.

Dipaparkan, per September, kredit ke UMKM sebesar 39,5 triliun, naik sekitar Rp 300 miliar dari Agustus yang sebesar  39,3 triliun.

Endang mengatakan, pihak yakin  pertumbuhan ekonomi di Sulsel terus membaik seiring dengan status Makassar yang menuju zona hijau.

"Kita masih lihat kondisi, takutnya ada gelombang kedua Covid-19, kalau PSBB lagi, pasti terjun lagi," katanya.

"Kami harapkan bisa bertumbuh positif di triwulan keempat ini," lanjutnya.

Untuk tahun 2021, Endang memprediksi mulai triwulan kedua, perekonomian Sulsel back on the track. 

"Kita prediksi tahun depan tumbuh 4 persen," tutupnya.


Tags: Bank Indonesia Suku bunga

Baca juga