KAREBANUSA.COM, Makassar - Lima kepala daerah di Sulsel dikukuhkan  sekaligus menandatanganani Surat Keputusan (SK) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Four Point by Sharaton, Selasa (1/12/2020). Lima daerah yang ditunjuk Bank Indonesia (BI) ini adalah Kota Makassar, Kota Parepare, Kabupaten Maros, Kabupaten Gowa, dan Kabupaten Barru.

Proses penandatanganan SK TP2DD disaksikan langsung Gubernur Sulawesi Selatan, Prof Nurdin Abdullah.

Penandatanganan SK TP2DD merupakan salah satu bentuk kegiatan nyata dalam rangka mendukung inovasi, percepatan, dan perluasan Elektronifikasi Transksi Pemda (ETP), integrasi pengelolaan keuangan daerah, serta dukungan terhadap integrasi ekonomi dan keuangan digitalisasi.

ETP adalah suatu upaya untuk mengubah transaksi pendapatan dan belanja pemerintah di daerah dari sebelumnya menggunakan cara tunai beralih ke non-tunai berbasiskan digital. Instrument non-tunai tersebut tidak terbatas pada pembayaran melalui Teller, namun juga dari kanal lainnya seperti QR Indonesian Standard (QRIS), Financial Technology (Fintech), aplikasi internet dan mobile banking. 

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Bambang Kusmiarso, mengatakan, tujuan ETP itu sendiri diharapkan dapat mewujudkan tata kelola keuangan yang lebih baik dalam meningkatkan potensi penerimaan Pemda melalui pemanfaatan teknologi digitalisasi.

Lima daerah yang dikukuhkan hari ini, kata Bambang, yang dinilai sudah siap menerakan digitalisasi pembayaran. Nantinya, TP22D juga akan dibentuk di daerah lain agar digitalisasi pembayaran makin massif dan membawa pengaruh yang positif.

"Daerah yang ditunjuk oleh Bank Indonesia saat ini sebagai contoh implementasi inovasi digital dalam proses pemanfaatan elektroniifikasi transaksi Pemda dengan QRCode Indonesian Standar (QRIS) di 11 sektor pembayaran pajak daerahnya masing-masing," ucapnya.

Pj Walikota Makassar, Prof Rudy Djamalauddin, mengatakan di era globalisasi seperti sekarang ini, kota Makassar sebagai kota metropolitan telah didorong untuk menjadi kota parawisata dan investasi.

"Di era globalisasi sekarang ini, mau tidak mau kita harus mengarah kepada sistem digitalisasi, oleh karenanya apa yang menjadi gagasan BI untuk kota Makassar dalam mempercepat proses digitalisasi ETP merupakan hal yang sangat penting," jelas Prof Rudy.

Prof Rudy berharap dengan adanya proses transaksi digital akan mempermudah setiap proses layanan transaksi keuangan baik di masyarakat maupun di pemerintah kota Makassar 

"Ke depan kita harap tidak ada lagi transaksi menggunakan uang cash, kalau perlu di Kota Makassar transaksi keuangan dilakukan semua secara digital," terangnya.


Tags: Bank Indonesia digitalisasi keuangan TP2DD

Baca juga