Provinsi Sulawesi Selatan Raih Peringkat Ke-7 Nasional Jumlah Merchant QRIS Terbanyak
KAREBANUSA.COM, Makassar - Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) menjadi salah satu kanal pembayaran digital saat ini. QRIS diluncurkan oleh Bank Indonesia (BI) pada tanggal 17 Agustus 2019 lalu, bertepatan dengan perayaan kemerdekaan Indonesia yang ke-74.
Di Sulsel, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan mengimplementasikan QRIS pada penyelenggaraan Kawasan Timur Indonesia Digital Festival 2020 (KTI DIGIFEST 2020) pada tanggal 11-12 Januari 2020.
KTI DIGIFEST 2020 merupakan langkah awal konkrit yang dapat membawa seluruh lapisan masyarakat bersama-sama untuk mengenal digitalisasi serta merasakan manfaatnya, sebagai upaya untuk membangun masyarakat yang digitally inclusive melalui implementasi QRIS dalam pengembangan ekonomi digital khususnya di kawasan timur Indonesia (KTI) dan nasional pada umumnya.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan (KPw BI Sulsel) terus berupaya untuk mengakselerasi implementasi QRIS di Sulawesi Selatan, melalui roadshowsosialisasi QRIS di sektor pendidikan, pemerintah daerah, merchant, agen layanan keuangan digital dan pasar tradisional selama 9-15 Maret 2020.
Selanjutnya, dalam rangka mengisi hari Kemerdekaan RI, BI Sulsel menyelenggarakan kembali QRIS Awards 2020. Kegiatan ini merupakan lomba antar seluruh 23 Penyelenggara Jasa
Sistem Pembayaran (PJSP) yang sudah berizin QRIS yang berkedudukan di wilayah kerja Sulawesi Selatan untuk mengimplementasikan QRIS terbanyak selama periode 20 Juni sampai 13 Agustus 2020.
Adapun implementasi QRIS yang dilombakan hanya untuk aplikasi QRIS di 7 (tujuh) sektor prioritas yaitu kesehatan, transaksi pemerintah, pasar tradisional, pendidikan, tempat ibadah, tempat wisata, dan transportasi. Selama periode tersebut, QRIS berhasil diimplementasikan sebanyak 7.232 merchant.
Adanya pandemi Covid-19 membuat integrasi ekonomi dan keuangan digital semakin meningkat, dimana digital payment memiliki peranan penting. Digitalisasi pembayaran yang bersifat contactless menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung minimalisasi kontak fisik dalam bertransaksi.
World Health Organization (WHO) turut menyarankan penggunaan contactless payments untuk mengurangi risiko transmisi virus.
Bank Indonesia sebagai otoritas sistem pembayaran merespon kebutuhan masyarakat
dalam bertransaksi dengan mengakselerasi implementasi QRIS di berbagai sektor. Di tengah pandemi COVID-19, implementasi QRIS diutamakan dapat diterapkan di sektor perdagangan ritel dan UMKM (pasar, rumah makan), sektor sosial keagamaan (donasi, infaq, zakat, tempat ibadah), sektor kesehatan (rumah sakit dan apotik), sektor transportasi (angkot), dan sektor pemerintah (pembayaran samsat).
Strategi pembayaran digital ini diharapkan juga mendukung kebijakan Pemerintah di era new normal sebagai new lifestyle masyarakat yang mengacu pada protokol safety, cleanliness danhealthy (SHC). Melalui implementasi QRIS, transaksi non tunai menjadi cepat, mudah, murah, aman dan handal (#cemumuah).
Hingga November 2020, jumlah merchant yang telah mendaftarkan diri untuk menggunakan QRIS di Sulawesi Selatan mencapai 172.695 merchant atau tumbuh sebesar 412,4 persen (ytd) sejak Desember 2019. Tingkat pertumbuhan tersebut berada diatas pertumbuhan nasional (221,4 persen; ytd).
Ini menjadikan Sulawesi Selatan sebagai menempati peringkat ke-7 dari segi jumlah merchant QRIS di Indonesia dan peringkat ke-5 sebagai salah satu daerah dengan tingkat pertumbuhan merchant QRIS terbanyak di Indonesia.
Tags: Bank Indonesia QRIS
Baca juga
- BCA Dukung QRIS Cross Border di Korea Selatan, Perluas Kemudahan Transaksi Nasabah di Luar Negeri
- Maybank Indonesia Perkuat Sinergi Lintas Batas dengan TSH Group
- Artpro Organizer Gelar Tren Hijab Road to Indonesia Moslem Fashion Expo 2023
- Mahasiswa FEB Unibos Juara 1 Penulisan Artikel Ilmiah Bank Indonesia
- Ingin Miliki Uang Rupiah TE 2022, Ini Jadwal dan Lokasi Layanan Kas Keliling

