KAREBANUSA.COM, Makassar - Berbagai lembaga dan individu di Sulawesi Selatan yang tergabung dalam "Aksi Bersatu" mengutuk keras aksi bom bunuh diri dan menyerang umat dan rumah ibadah. Aksi Bersatu ini mencakup beberapa organisasi masyarakat sipil, kepemudaan, perempuan, dan maupun keagamaan.

Mereka menggelar aksi damai di depan Monumen Mandala dan Gereja Katedral pagi tadi, Minggu (4/4/2021). Mereka membagikan bunga tanda perdamaian.


Koordinator aksi, Therry Alghifary, dari Kita Bhinneka Tunggal Ika Lembaga mengatakan bahwa tidak ada agama mana pun yang mengajarkan kekerasan dan menghancurkan kemanusiaan.

Peristiwa bom bunuh diri terjadi pada hari Minggu tanggal 28 Maret 2021 di depan Gereja Katedral Makassar dan penyerangan Mabes Polri pada hari Rabu tanggal 31 Maret 2021. 

Atas kasus ini, Aksi Bersatu menganalisa dan menyimpulkan beberapa hal.

1. Bahwa fanatisme, radikalisme dan intoleransi yang disebabkan oleh paham keagamaan yang sempit, paham ektrimisme kekerasan, dan kepentingan politik telah menyasar dan merasuki generasi muda yang menjadi potensi terjerumus dalam terorisme dan menjadi teroris.

2. Bahwa aksi teroris ini membangun pemahaman keliru dan stigma kepada perempuan berhijab dan bercadar yang juga berpotensi mendapatkan perlakukan kekerasan dan diskriminasi dari masyarakat lainnya sebagai tindakan reaktif merespon dan meyikapi peristiwa-peristiwa terorisme.

Sebagai bentuk empati, Aksi Bersatu menyampaikan pernyataan sikap atas aksi bom bunuh diri, sebagai pelajaran penting bagi seluruh anak bangsa, yaitu

1. Mengecam keras aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar. Kekerasan atas nama apapun apalagi dengan bunuh diri adalah tindakan yang tidak beradab dan jauh dari nilai dan ajaran agama;

2. Menyatakan keprihatinan yang mendalam atas tindakan yang telah menimbulkan ketakutan, kekacauan, mengancam dan mengorbankan nyawa manusia, serta merusak sendi-sendi persatuan bangsa Indonesia;

3. Menyampaikan keprihatinan dan dukacita mendalam pada para korban tak berdosa. Teriring doa semoga semua korban cepat pulih dan segala bentuk kerugian yang ditimbulkan dapat teratasi;

4. Mendukung pemerintah dalam melaksanakan amanat konstitusi untuk melindungi dan memenuhi hak kebebasan beragama dan berkeyakinan

5. Mendukung Kepolisian Republik Indonesia untuk bekerja secara profesional dalam memelihara rasa aman masyarakat, menginvestigasi dan mengusut tuntas secara objektif, komperhensif, terukur dan transparan, motif pelaku hingga jaringan dan aktor di balik tindakan kekerasan tersebut;

 

6. Menghimbau kepada masyarakat luas untuk tetap tenang, tidak terpancing oleh isu-isu yang akan mengembangkan berbagai prasangka, serta tidak menyebarkan informasi yang berpotensi memperkeruh keadaan;

7. Mendorong seluruh pemuda-pemudi untuk lebih pro-aktif untuk mencegah berkembangnya ideologi yang membahayakan Negara Kesatuan Republik Indonesia;

8. Mengajak kepada semua pihak untuk terus memperkuat saling pengertian, menghormati, memercayai, menerima perbedaan, dan semangat kebersamaan antar semua golongan/kelompok di negeri ini, demi keutuhan dan persatuan Indonesia;

9. Menghimbau media massa dan pengguna media sosial untuk menyampaikan pemberitaan atau komentar yang meneduhkan dan menenteramkan.


Tags: Bom Bunuh Diri Makassar

Baca juga