KAREBANUSA.COM, MAKASSAR - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, membuka kegiatan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) 2026 yang diselenggarakan oleh Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Makassar di Gedung Marketing Office CPI Makassar, Sabtu (27/6/2026).

Kegiatan ini menjadi wadah edukasi bagi 45 peserta yang terdiri atas nelayan tangkap, pembudidaya ikan, dan pelaku usaha perikanan di Kota Makassar. 

Program tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat pesisir dalam memahami informasi cuaca maritim demi keselamatan pelayaran sekaligus meningkatkan produktivitas hasil tangkapan.

Dalam sambutannya, Munafri menyampaikan apresiasi kepada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) atas penyelenggaraan SLCN 2026 yang dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat nelayan.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi informasi cuaca telah mengubah pola kerja nelayan. 

Jika sebelumnya nelayan berangkat ke laut dengan ketidakpastian, kini mereka dapat memanfaatkan informasi prakiraan cuaca dan potensi lokasi penangkapan ikan sehingga aktivitas melaut menjadi lebih efektif dan aman.

"Nelayan sekarang bukan lagi pergi ke laut hanya untuk mencari ikan, tetapi datang untuk menangkap ikan," kata Appi, sapaan Munafri. 

"Dengan dukungan teknologi, aktivitas melaut menjadi lebih terarah sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan nelayan," ujar Munafri.

GPS Laut

Pemerintah Kota Makassar, lanjutnya, akan terus menghadirkan berbagai program pendukung bagi nelayan, salah satunya melalui bantuan perangkat Global Positioning System (GPS) guna membantu menentukan lokasi penangkapan ikan secara lebih akurat.

Munafri menegaskan, sinergi antara pemerintah daerah, BMKG, dan masyarakat nelayan menjadi kunci dalam meningkatkan produktivitas sektor perikanan sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan akibat cuaca buruk.

Sebagai bentuk penguatan kolaborasi, Pemerintah Kota Makassar juga mengusulkan agar informasi prakiraan cuaca BMKG dapat diintegrasikan ke dalam aplikasi layanan digital milik Pemkot Makassar, Lontara Plus.

Melalui integrasi tersebut, masyarakat, khususnya nelayan, diharapkan dapat mengakses informasi cuaca, kondisi gelombang, hingga peringatan dini secara cepat dan mudah dalam satu platform layanan pemerintah.

Munafri berharap ilmu yang diperoleh para peserta selama mengikuti SLCN 2026 dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari dan diteruskan kepada nelayan lainnya sehingga budaya melaut yang aman, produktif, dan berbasis informasi cuaca semakin berkembang di Kota Makassar.

"Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi seremonial, tetapi benar-benar diaplikasikan dalam aktivitas para nelayan. Pemerintah Kota Makassar akan terus mendukung program-program seperti ini agar berlangsung secara berkelanjutan," tutupnya.

(*)


Tags: BMKG Global Positioning System (GPS) Munafri Arifuddin Pemkot Makassar Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) 2026

Baca juga