Dukung PPKM, Ini yang Dilakukan Hotel dan Gedung Pertemuan di Makassar
Laporan wartawan karebanusa.com, Dian Aditya
KAREBANUSA.COM, Makassar - DPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel dan DPD IHGMA Sulsel mendukung program Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dicanangkan pemerintah.
Ketua BPD PHRI Sulsel, Anggiat Sinaga, menegaskan bahwa IHGMA dan PHRI mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam menekan penyebaran Covid-19. Termasuk melakukan segala aktivitas sesuai dengan protokol kesehatan.
Selama ini Hotel Claro dan hotel lainnya di bawah IHGM ataupun PHRI telah menerapkan prokes. Namun untuk penyesuaian baru ini, akan efektif berlaku mulai 15 Juli karena membutuhkan waktu persiapan.
"Yang pertama adalah, mulai 15 Juli 2021, aktivitas prasmanan pada pernikahan akan diganti dengan mealbox untuk menghindari kerumunan dan mengurangi kesempatan tamu untuk membuka masker," kata Anggiat kepada media, Senin (5/7/2021).
Menurut Anggiat, hal ini sudah disetujui oleh seluruh pengusaha hotel dan tempat pertemuan saat beraudiensi dengan Pemkot Makassar, Jumat lalu.
Yang kedua, tambah Anggiat, dalam rangka pelaksanaan monitoring, seluruh aktivitas wedding akan terkoneksi dengan zoom. Di mana, zoom tersebut akan terhubung dengan satgas Covid-19 di kecamatan setempat, sehingga pemerintah dapat langsung mengawasi penerapan prokes.
Anggota PHRI wajib membentuk satgas mandiri yang akan ditraining ulang agar menerapkan prokes yang sama dengan pemerintah. Hal ini dilakukan untuk memastikan penerapan prokes sesuai dengan SOP yang diterbitkan Pemkot.
Seluruh hotel dan tempat pertemuan di Makassar diharapkan melapor ke kecamatan untuk detail mengenai peraturan dan bagaimana mendapatkan link zoom. "Diharapkan, kondisi di Makassar tetap membaik dan tidak menjadi seperti Jawa ataupun Bali," ucap Anggiat yang juga GM Claro Makassar.
Anggiat mengatakan bahwa membayar zoom meeting untuk melakukan pengasawan sudah menjadi moral cost yang perlu dibayar hotel demi menahan laju Covid-19 ini.
Sebelumnya pada pertemuan Jumat lalu dihadiri oleh seluruh persatuan hotel dan ruang pertemuan di Makassar, termasuk Bambuden Group.
Diketahui, perhotelan dan gedung pertemuan mulai menggeliat. Bahkan, pada Juni 2021 tercatat sepanjang 2020 dan 2021 ini.
Pemerintah akan memberikan sanksi bagi hotel dan gedung pertemuan yang melanggar. Selain itu kuota tamu juga akan diatur, yaitu setengah dari kuota maksimal.
Untuk tetap menghidupi hotel, tentunya dibutuhkan occupancy rate. Walaupun occupancy rate Hotel Claro sempat naik namun akan dimaklumi jika akan turun dengan adanya PPKM.
Khusus di Claro, untuk mencegah menurunnya imun masyarakat, hotel akan mulai memberikan welcome drink yang sesuai dengan kearifan lokal seperti jus mengkudu. Selain menyehatkan, juga mendukung UMKM yang ada di Makassar.
Jus tersebut diproduksi rekan dari Claro menggunakan bahan asli buah mengkudu tanpa ada campuran lain. Ketika tamu check in, maka jenis minuman inilah yang akan diberikan, tentu saja sudah dipah sehingga rasanya menyegarkan.
Tags: Covid-19 IHGMA Sulsel PHRI Sulsel PPKM
Baca juga
- PHRI Sulsel Sebut Makassar Half Marathon Dongkrak Okupansi Hotel dan Ekonomi Kota
- PHRI Gelar Fun Run 2024, Target 1.500 Peserta
- Fun Bike PHRI Kelilingi Berbagai Landmark di Makassar dan Sekitarnya
- Seluruh Staf Hotel Aryaduta Telah Menerima Vaksinasi Booster Covid-19
- Labarotorium PCR Enggano PT Vale Beroperasi, Hasil Swab Cuma Sehari

