KAREBANUSA.COM, Makassar - Dies natalis Universitas Bosowa ke-35 tahun menggelar seminar nasional yang dihadiri Hakim Agung RI, Dr. Ibrahim di Balai Sidang 45, Selasa (28/9/2021).

Dalam kuliah umumnya, Hakim Agung RI Dr Ibrahim menegaskan pentingnya penegakan hukum yang berkeadilan manusia. Dan itu hanya bisa diciptakan apabila penegak hukum tersebut profesional dan menyertakan nurani. 

"Untuk itu, mari kita mengembangkan nilai moral, sehingga hanya dengan itu bisa dirasakan sebagai proses keadilan dengan turut melibatkan nurani," tuturnya. 

Pada kuliah umum kali ini, Gusaidi yang merupakan mahasiswa Ilmu Hukum menanyakan tentang banyaknya perkara yang menimbulkan keraguan masyarakat. Ia mencontohkan kasus yang terjadi pada seorang penyidik KPK, Novel Baswedan, pada 2017 lalu menimbulkan korban cacat pada bagian mata. 

"Dan pelaku baru didapatkan pada 2019 yang artinya penanganan hukum sangat lambat. Dan pelaku hanya dihukum ringan. Mengapa semakin tinggi upaya hukum dilakukan, tapi kenapa justru hukuman yang diberikan lebih ringan saat ini?" tanyanya.

Ibrahim menjawab, hanya berdasarkan porsi dirinya sebagai hakim yang memiliki etik dan aturan yang tidak boleh dilanggar sebagai sesama hakim.

"Saya bukan tidak mau menjawab. Tapi kami terikat oleh oleh aturan para hakim. Dan tidak dibenarkan untuk saling menghujat, sehingga saya membatasi diri. Tapi sebagai suatu pandangan kenapa hukuman itu bisa turun atau naik, itu dipertimbangkan oleh para hakim. Karena, Hakim dalam memutus tidak hanya menguji, tetapi ada sisi kemanusiaan yang harus dipertimbangkan," paparnya. 

"Tentu ada faktor lain yang menjadi pertimbangan para hakim untuk mengutus. Apa yang kita tidak ketahui sehingga ada yang luput dari kita. Berbeda dengan yang mengira-ngira dengan hal yang kita lihat langsung," jelas Ibrahim. 

Ibrahim menjelaskan,  tidak ada larangan bagi hakim untuk menghukum orang lain, sepanjang itu bisa dipertanggungjawabkan. Sehingga tidak boleh sembarang memutuskan.

"Semua harus berdasar dari hasil produk (bukti) dan keadaan yang sesungguhnya," pungkasnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Bosowa, Prof Muhammad Saleh Pallu, mengatakan, hadirnya Hakim Agung RI, Dr Ibrahim, merupakan salah satu agenda bulanan Universitas Bosowa.

"Kita memang penguatan pada tokoh nasional, setiap bulan kami hadirkan setiap bulan tokoh nasional untuk memberi pencerahan kepada mahasiswa. Dan salah seorang Hakim Agung RI dalam hal ini Dr Ibrahim memberikan kuliah umum yang bertema Penegakan Hukum yang Berkeadilan dan Manusiawi. Karena itu apa yang tadi disampaikan bisa memberikan referensi kepada mahasiswa untuk menjadi hakim yang manusiawi," ujarnya. 

Menurutnya, tema ini dianggap penting mengingat banyak sekali kejadian hanya melihat dari segi hukumnya saja tanpa melihat sisi humanis. 

"Oleh karena itu, kita harus hubungkan antara dua topik ini. Manusiawi dan hukumnya juga berjalan sesuai dengan hukum," tutup Prof Saleh.(mrw)


Tags: Dies Natalis Dies Natalis Unibos Hakim Agung Unibos

Baca juga