OJK Laporkan Pertumbuhan Ekonomi di Sulsel di Periode Triwulan Pertama 2024
KAREBANUSA.COM, Makassar - Terus berkomitmen menjaga pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan situasi keuangan di Sulsel pada awak media di Media Gathering Selasa 26 Maret 2023, The Foreign Cafe Makassar.
Menurut laporan OJK perekonomian Sulsel tumbuh sekitar 4,5 persen yoy per Januari 2024. Pertumbuhan ini dipengaruhi beberapa indikator yaitu daya beli yang kembali normal, situasi el nino di Sulsel, serta Pemilu. Dengan situasi ini diharapkan perekonomian Sulsel terus membaik, stabilitas sektor jasa keuangan terjaga, dan likuiditas stabil.
Darwisman, Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Sulawesi Barat (Sulbar) mengatakan kondisi perekonomian di Sulsel secara umum kondusif.
Seluruh stakeholder akan berkomitmen terus membangun ekosistem bisnis. Pertumbuhan 4,51 persen ini turun dibanding tahun lalu, yaitu 5,1 persen.
Pertumbuhan ini sedikit di bawah angka nasional yaitu 5,5 persen. Target dari pertumbuhan sendiri, sesuai diskusi dengan Gubernur, adalah minimal di 7-8 persen.
Perkembangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) ada di angka 74,60. Sementara, tingkat kemiskinan di Sulsel ada di angka 8,2 persen, lebih rendah dari angka nasional 9,36 persen.
Tingkat kemiskinan dan pengangguran diharapkan terus menurun dengan mendorong sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sektor Perdagangan Besar dan Eceran, Konstruksi, dan Komunikasi.
OJK juga terus mendorong potensi unggulan di Sulawesi Selatan, seperti di Bantaeng: rumput laut, kopi dan padi; di Barru: padi, penggilingan, dan udang vaname; Bone: padi, jagung dan kerajinan songkok; dan Bulukumba: padi, budidaya rumput laut, dan cengkeh. Di berbagai daerah lainnya OJK juga mengembangkan komoditas seperti nanas dan cabe.
Selain itu komoditas andalan yang dikembangkan bersamaan dengan pemerintah Sulawesi Selatan adalah Pisang Cavendish.
NPL perbankan berada di angka 3.04 persen, menunjukkan bisnis masih prospektif. Masyarakat Sulawesi Selatan masih melaksanakan kewajibannya untuk membayar hutang.
Untuk angka kredit masih di dominasi oleh bank konvensional, dengan angka 7,61 persen kredit syariah dan 92,39 persen kredit konvensional. Sementara angka aset syariah ada di 7,34 persen, dimana aset konvensional 92,66 persen.
Penyaluran kredit masih dominan di Kota Makassar dengan angka kredit Rp 80,60 triliun, disusul Palopo dengan angka Rp 10,47 triliun; Parepare di angka 8,04 ; Bulukumba di angka Rp 5,85 triliun; dan Bone Rp 5,12 triliun. Ini berarti uang terbanyak beredar di Makassar.
Untuk angka NPL, Takalar terbesar di angka 8,17 persen disusul Makassar di angka 3,74 persen dan Pinrang 3,62 persen.
Untuk Kredit UMKM, angkanya sangat besar yaitu hampir Rp 60 triliun. Dari Rp 59,9 triliun ini, Rp 33 triliun di antaranya dialokasikan untuk kredit usaha mikro.
Ini menunjukkan usaha mikro masih menggeliat, dan OJK terus berkomitmen untuk mendukung pengusaha mikro.
Angka KUR (Kredit Usaha Rakyat) sendiri mencapai target untuk Sulawesi Selatan. Selama 2023 angka KUR mencapai Rp 15,4 triliun.
Angka ini merupakan Ranking 5 Nasional dibanding tiap Provinsi. Perkembangan KUR terbesar ada di Makassar, disusul Bone, Gowa, Bulukumba, Wajo, Pinrang, dan Luwu Utara.
Untuk angka KPR (Kredit Kepemilikan Rumah) di Sulsel mencapai Rp 24,41 trilun, menunjukkan pertumbuhan sebanyak 14,79 persen. Kredit terbesar di kepemilikan rumah tinggal, disusul oleh kepemilikan ruko, flat dan apartemen.
Untuk pasar modal, produk paling berkembang masih di dominasi reksadana di angka 72,29 persen dengan total kepemilikan 312,304. Sementara, saham sendiri berasa di angka 24,16 persen dari seluruh produk pasar modal dengan kepemilikan sebanyak 104,395 surat. Transaksi saham sendiri menurun dari 18,84 persen di Desember 2023 ke 1,87 persen di Januari 2024.
Perkembangan Industri Keuangan Non-Bank untuk perusahaan pembiayaan ada di 13,69 persen. Sementara itu, pegadaian tumbuh 29, 61 persen.
Dana pensiun tumbuh di angka 20.84 persen, dan Modal Ventura di angka 8.10 persen. Fintech P2PL (Peer to Peer Landing) yang legal & berizin juga mulai berkembang dengan total 375,467 penerima pinjaman aktif.
OJK juga terus mendukung edukasi keuangan dengan sasaran strategis: petani dan nelayan, pelajar dan santri masyarakat 3T (terdepan, terluar, tertinggal); penyandang disabilitas, UMKM; dan masyarakat pedesaan. Total kegiatan yang dilakukan OJK ada 23 sosialisasi, talkshow radio, roadshow.
Demikianlah laporan perkembangan Industri Jasa Keuangan yang diberikan OJK agar dapat diberitakan kepada masyarakat luas.(*)
Tags: OJK
Baca juga
- Sosok Friderica Widyasari Dewi, dari Artis kini Jadi Jadi Ketua dan Wakil Ketua OJK
- Talk Show Literasi Keuangan FIFGROUP: OJK Apresiasi Langkah untuk Optimalkan Pembiayaan dengan Cerdas dan Bijak
- OJK Paparkan Perkembangan Keuangan di Sulawesi Selatan, Sesuai Harapan Pemerintah
- OJK: Perbankan di Sulsel Tumbuh Positif di Januari 2023
- Dorong Produktivitas UMKM, AFPI Gelar Fintech Lending Days di Kota Makassar

