KAREBANUSA.COM, MAKALE - Pemerintah Kecamatan Makale Selatan menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di halaman Puskesmas Sandabilik, Kakobi, Kelurahan Sandabilik, Kecamatan Makale Selatan, Kabupaten Tana Toraja, Rabu (21/1/2026).

Musrembang ini dihadiri Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeg; Wakil Bupati Tana Toraja, Erianto Laso' Paundangan; jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan Ketua DPD II Partai Golkar Tana Toraja periode 2021–2026, Viktor Batuan Batara.

Hadir juga penyuluh pertanian Kecamatan Makale Selatan, penyuluh agama, kepala lembang/lurah, kepala dusun, serta aparat desa se-Kecamatan Makale Selatan.

Kegiatan Musrenbang tingkat kecamatan ini menjadi forum strategis untuk menampung usulan dan aspirasi dari masing-masing lembang dan kelurahan di Makale Selatan untuk dijadikan bahan penyusunan program dan anggaran pembangunan tahun 2027.

Untuk program 2027 memang proses pembahasannya dilakukan di tahun 2026.

Dalam sambutannya, Bupati Zadrak Tombeg secara khusus menyoroti pelaksanaan Program Dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG). Ia mengungkapkan bahwa saat ini terdapat enam dapur MBG yang melayani sekitar 2.500 hingga 3.000 penerima manfaat, mulai dari siswa, balita, lansia, hingga ibu hamil.

Zadrak menegaskan bahwa keberadaan dapur MBG harus memberikan dampak langsung bagi masyarakat di sekitarnya, baik dari sisi tenaga kerja maupun penyediaan bahan pangan.

“Kita akan melakukan validasi dapur umum, apakah benar menggunakan SDM dari warga sekitar. Bupati diperintahkan untuk memastikan bahwa masyarakat di sekitar dapur MBG benar-benar dilibatkan,” ujar Zadrak dihadapan berdiri masyarakat.

Selain itu, ia menekankan bahwa seluruh bahan pokok yang digunakan dapur MBG wajib berasal dari wilayah sekitar dan tidak diperbolehkan mendatangkan bahan makanan dari luar daerah.

Lebih lanjut, Bupati mendorong masyarakat agar memanfaatkan peluang ekonomi yang lahir dari program MBG, khususnya melalui kegiatan menanam sayuran dan beternak ayam petelur. Ia mencontohkan salah satu peternakan ayam petelur di Kecamatan Sangalla yang mampu memproduksi hingga 15 rak telur per hari.

“Uangnya sudah ada, tinggal bagaimana masyarakat memanfaatkan peluang ini,” katanya.

Zadrak juga menyampaikan bahwa alokasi anggaran MBG sebesar Rp10 ribu per kepala membutuhkan ketersediaan bahan pangan yang berkelanjutan. Untuk itu, ia meminta seluruh kepala lembang dan lurah agar aktif mendukung petani serta masyarakat di wilayahnya untuk menjadi suplier dapur MBG, sehingga program tersebut tidak hanya meningkatkan gizi masyarakat, tetapi juga menggerakkan perekonomian lokal.

(*)


Tags: Makale Musrenbang Makale Selatan Tana Toraja Zadrak Tombeg

Baca juga