KAREBANUSA.COM, MAKALE - Kehadiran Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 62 Tana Toraja membantu anak bangsa agar tidak buta aksara.

Hal ini dirasakan salah satu siswanya, Muhammad Idris.

Remaja berusia 12 tahun ini begitu semangat untuk belajar meski dari awal lagi, memulai dari mengenal dan mengeja abjad.

Wakil Kepala Sekolah SR Terintegrasi 62 Tana Toraja, Helena Angelia, mengatakan Idris merupakan salah satu siswa yang direkrut karena putus sekolah sejak kelas 4 SD dan sempat menganggur selama satu tahun.

Helena mengungkapkan Idris sempat lupa huruf dalam deretan abjad.

"Dia sempat lupa (abjad)," kata Helena di ruang kelas di Gedung SKB Ge’tengan, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

Metode pembelajaran matrikulasi membantu anak didik yang ketertiggalan mata pelajaran agar bisa menhejar ketertinggalan, termasuk belajar dari awal.

"Metode pembelajaran di Sekolah Rakyat yang bersifat multikultural dan fleksibel sangat membantu siswa seperti Idris yang harus memulai kembali proses belajar dari dasar," tuturnya.

Mengajar anak didik dari dasar memiliki tantangan tersendri bagi Helena dan guru lainnya. Helena mengatakan, mengajar di Sekolah Rakyat sangat berbeda dibandingkan sekolah reguler. 

“Awalnya memang berat, tapi sekarang sudah lumayan. Perkembangannya mulai terlihat,” katanya.

(*)


Tags: Sekolah Rakyat Tana Toraja

Baca juga