LAZ Hadji Kalla Salurkan Voucher Belanja untuk Penyintas Kebakaran di Makassar
KAREBANUSA.COM, MAKASSAR - Lembaga Amil Zakat (LAZ) Hadji Kalla kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana melalui Program Humanity and Environment. Kali ini, bantuan berupa voucher belanja disalurkan kepada warga yang menjadi penyintas kebakaran di Jalan Angkasa/Jalan Haji Kalla Lorong 1, Kelurahan Panaikang, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar.
Penyaluran bantuan dilakukan pada Kamis (18/6/2026) sebagai bagian dari upaya membantu warga memenuhi kebutuhan mendesak pascakebakaran yang terjadi pada 8 Juni 2026.
Dalam program tersebut, setiap keluarga terdampak menerima voucher belanja senilai Rp500 ribu yang dapat digunakan sesuai kebutuhan masing-masing.
Berdasarkan hasil asesmen, kebakaran menghanguskan enam rumah dan berdampak kepada enam kepala keluarga atau sebanyak 20 jiwa.
Seluruh rumah yang terdampak dilaporkan mengalami kerusakan berat sehingga para penyintas masih berupaya beradaptasi dengan kondisi baru sambil menunggu proses pemulihan berjalan.
Program Manager Humanity and Environment LAZ Hadji Kalla, Sapril Akhmady, mengatakan bahwa proses pemulihan pascabencana tidak hanya membutuhkan bantuan yang cepat, tetapi juga dukungan yang sesuai dengan kebutuhan para penyintas.
"Kebakaran merupakan salah satu bencana yang sering terjadi di kawasan permukiman dan dampaknya sangat besar bagi masyarakat," kata Sapril.
"Dalam hitungan jam, keluarga bisa kehilangan tempat tinggal, dokumen penting, hingga sumber penghidupan."
"Karena itu, selain mendorong kesiapsiagaan masyarakat, kami juga berupaya hadir mendukung proses pemulihan para penyintas agar dapat segera bangkit kembali," ujarnya.
Menurut Sapril, setiap keluarga memiliki kebutuhan yang berbeda setelah mengalami musibah.
Oleh karena itu, LAZ Hadji Kalla memilih menyalurkan bantuan dalam bentuk voucher belanja agar para penyintas memiliki keleluasaan menentukan kebutuhan yang paling prioritas bagi keluarganya.
"Setelah bencana terjadi, ada keluarga yang membutuhkan perlengkapan sekolah anak, kebutuhan dapur, pakaian, maupun perlengkapan rumah tangga lainnya," tuturnya.
"Melalui voucher belanja ini, kami berharap bantuan yang diberikan dapat lebih tepat sasaran dan benar-benar menjawab kebutuhan para penerima manfaat," tambahnya.
Apalagi kebakaran masih menjadi salah satu bencana yang kerap mengancam kawasan permukiman padat penduduk di perkotaan.
Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah peristiwa kebakaran terjadi di berbagai wilayah dan menyebabkan warga kehilangan tempat tinggal serta sumber penghidupan mereka.
Salah seorang penerima manfaat, Syamsidar, bersyukur atas perhatian yang diberikan berbagai pihak, termasuk LAZ Hadji Kalla.
Baginya, bantuan yang diterima menjadi dukungan yang sangat berarti di tengah upaya keluarga untuk bangkit pascakebakaran.
"Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu kami. Setelah kejadian, banyak kebutuhan yang harus dipenuhi kembali. Dengan voucher belanja ini, kami bisa membeli kebutuhan yang paling diperlukan keluarga saat ini. Terima kasih kepada LAZ Hadji Kalla dan para donatur yang telah peduli kepada kami," ungkap Syamsidar.
Melalui Program Humanity and Environment, LAZ Hadji Kalla terus berkomitmen menghadirkan respons kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana.
Tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan darurat, program ini juga bertujuan mendukung proses pemulihan masyarakat agar dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih baik dan mandiri.
Tags: korban kebakaran LAZ Hadji Kalla Makassar voucher belanja
Baca juga
- Indonesia Gastrodiplomacy Series 2026 Digelar di Makassar, 28 Negara Jajaki Peluang Investasi dan Budaya
- Lantik 369 Kepala Sekolah, Wali Kota Makassar Tekankan Integritas SPMB dan Reformasi Pendidikan
- Amankan Aset Fasum, Pemkot Makassar Pasang Empat Papan Penanda di Lahan 4,3 Ha Perumnas Sudiang
- GMTD Luncurkan The Hive Frontier dan Treetops, Perkuat Permintaan Hunian dan Ruang Usaha di Makassar
- Wamendiktisaintek Tinjau Bank Sampah SWSC Unismuh Makassar, Apresiasi Pengelolaan Sampah Berbasis Ekonomi Sirkular
