KAREBANUSA.COM, Makassar – Bosowa Peduli terus menghadirkan inovasi dalam pengelolaan sampah organik melalui pemanfaatan kasgot atau bekas budidaya maggot menjadi pupuk organik yang kaya nutrisi bagi tanaman.

Inisiatif ini tidak hanya mendukung pertanian perkotaan (urban farming), tetapi juga mendorong terciptanya ekonomi sirkular berbasis bank sampah di Kota Makassar.

Pembina Bank Sampah Unit (BSU) Bosowa Peduli, Marini Ambo Wellang PhD, mengatakan pemanfaatan kasgot awalnya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pupuk di kebun yang berada di area kantor Bosowa Peduli.

Kasgot tersebut diperoleh dari salah satu peternak maggot di Makassar.

"Awalnya kami memanfaatkan kasgot untuk kebun yang ada di lahan Bosowa Peduli. Kami mendapat kasgot dari salah satu peternaknya di Makassar dan kami aplikasikan pada tanaman di kebun. Karena stoknya berlebih, akhirnya kami menjualnya ke UPT Bank Sampah Pusat (BSP)," ujar Marini, Jumat (26/6/2026).

Menurutnya, kasgot memiliki kandungan nutrisi yang baik sehingga sangat cocok digunakan sebagai pupuk organik untuk berbagai jenis tanaman.

Sebelum dipasarkan, Bosowa Peduli terlebih dahulu mengolah kasgot melalui beberapa tahapan, mulai dari proses pengeringan, pemisahan material kasar dan halus menggunakan alat penyaring, hingga proses pengemasan.

Hasil kasgot yang telah ditapis inilah yang kemudian dipasarkan dan memiliki nilai ekonomi.

Pemanfaatan kasgot juga menjadi salah satu bentuk dukungan Bosowa Peduli terhadap kebutuhan petani kota akan pupuk organik sekaligus mendukung program unggulan Pemerintah Kota Makassar di bidang Urban Farming.

Selain menghasilkan produk bernilai jual, pengolahan kasgot turut memperkuat ekosistem ekonomi sirkular melalui pengelolaan sampah berbasis bank sampah.

Marini menjelaskan, pemanfaatan kasgot diharapkan mampu mendorong masyarakat lebih aktif mengolah sampah organik dari sumbernya.

"Ini juga menstimulasi masyarakat untuk melakukan pengolahan sampah organik. Urban farming bisa diintegrasikan dengan pengolahan sampah organik, salah satunya melalui budidaya maggot. Selain itu bisa dikembangkan dengan budidaya ikan dan berbagai bentuk pengolahan sampah organik lainnya," tambah Anggota Dewan lingkungan Kota Makassar itu.

Ia mengungkapkan, sekitar 60 persen timbulan sampah di Kota Makassar merupakan sampah organik sehingga memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk yang bermanfaat.

Menurutnya, pengelolaan sampah organik sebenarnya dapat diselesaikan sejak dari sumber melalui cara yang sederhana, termasuk dengan membuat kompos maupun membudidayakan maggot.

Saat ini, UPT Bank Sampah Pusat juga telah menerima kompos basah maupun kompos kering dari masyarakat.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Makassar juga terus memperkuat jaringan bank sampah dengan mendorong setiap RW memiliki satu Bank Sampah Unit (BSU). Kebijakan serupa juga diterapkan di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sementara setiap kecamatan memiliki Bank Sampah Sektoral.

Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas pengelolaan sampah berbasis masyarakat sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dari sampah organik yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Manfaat Kasgot

Kasgot (bekas maggot) adalah sisa kotoran dan residu media tumbuh larva lalat Black Soldier Fly (BSF). Kasgot sangat kaya akan nutrisi dan dapat dimanfaatkan sebagai:

  • Pupuk Organik Berkualitas: Mengandung unsur hara makro (Nitrogen, Fosfor, dan Kalium) yang tinggi, sangat baik untuk menyuburkan tanah dan tanaman. 
  • Memperbaiki Struktur Tanah: Mampu menggemburkan tanah, mengikat air, dan menambah populasi mikroorganisme baik. 
  • Media Tanam Alternatif: Dapat digunakan langsung sebagai media semai atau campuran media tanam untuk berbagai tanaman seperti cabai, sawi, dan sayuran lainnya. 
  • Sumber Nutrisi dan Hormon Tumbuh: Dilengkapi dengan asam amino dan enzim yang dapat mempercepat pertumbuhan akar, batang, dan daun.
  • Selain menyuburkan, kasgot juga aman digunakan karena tidak berbau dan mudah diserap oleh tanaman.

(*)


Tags: Cristiano Ronaldo Bank Sampah Bank Sampah Unit (BSU) Bosowa Peduli maggot Marini Ambo Wellang

Baca juga