Jeff Dean - foto: Google

KAREBANUSA.COM - Salah satu sosok paling berpengaruh dalam perkembangan kecerdasan buatan (AI) Google, Jeff Dean, resmi mengakhiri perjalanan kariernya di perusahaan mesin pencarian itu setelah 27 tahun mengabdi.

Kepergian Dean diumumkan langsung oleh CEO Google dan Alphabet, Sundar Pichai, melalui memo internal perusahaan yang dipublikasikan pada Rabu (5/8/2026) kemarin.

Pichai mengatakan Dean memutuskan mencari tantangan baru setelah hampir tiga dekade menjadi bagian dari perjalanan Google.

"Setelah perjalanan luar biasa selama 27 tahun, Jeff Dean kini berada di titik ketika ia ingin mencoba sesuatu yang baru. Kami senang bisa mendukung langkah tersebut," tulis Pichai.

Arsitek Teknologi Inti Google

Jeff Dean bergabung dengan Google pada 1999 sebagai karyawan ke-30 ketika perusahaan tersebut masih berstatus startup di Palo Alto, California.

Selama lebih dari dua dekade, ia berperan membangun berbagai teknologi inti Google, mulai dari sistem perayapan (crawling), pengindeksan (indexing), hingga teknologi pemrosesan kueri mesin pencari.

Dalam beberapa tahun terakhir, Dean juga menjadi salah satu tokoh utama di balik pengembangan model AI multimodal Gemini dan berbagai riset awal kecerdasan buatan Google.

Discovery Loop

Selepas dari Google, Dean akan mendirikan startup kecerdasan buatan bernama Discovery Loop. Ia mendirikan perusahaan teknologi ini bersama sejumlah peneliti senior Google.

Mereka adalah Google Senior Fellow, Sanjay Ghemawat; Vice President of Research Google DeepMind, Oriol Vinyals; serta pendiri Google Brain, Quoc Le.

Menurut laporan TechCrunch, Dean akan menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) Discovery Loop.

Pichai menyebut kontribusi Dean dan Ghemawat menjadi fondasi penting dalam berbagai lompatan teknologi Google.

"Jeff dan Sanjay membantu mendorong beberapa transisi teknologi paling signifikan, mulai dari infrastruktur mesin pencari Google pada masa awal hingga pengembangan jaringan saraf (neural network) yang ikut melahirkan era AI modern," tulis Pichai.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi kedua rekannya tersebut.

"Secara pribadi, merupakan sebuah kehormatan bagi saya bisa bekerja bersama Jeff dan Sanjay. Saya mendoakan yang terbaik untuk keduanya," ujar Pichai.

Meski meninggalkan Google, hubungan Dean dengan perusahaan belum berakhir.

Alphabet menjadi salah satu investor pendiri Discovery Loop sekaligus mitra Google Cloud.

Kedua pihak juga akan tetap berkolaborasi dalam pengembangan kerangka riset machine learning (ML) beserta infrastruktur pendukungnya.

Discovery Loop Ingin Otomatiskan Riset Ilmiah

Discovery Loop dibentuk sebagai public benefit corporation, yaitu perusahaan yang tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga memiliki misi memberikan manfaat bagi masyarakat.

Startup tersebut berfokus memanfaatkan AI untuk mempercepat penelitian di bidang machine learning, sains, dan rekayasa (engineering).

Berbeda dengan chatbot AI yang hanya menjawab pertanyaan, Discovery Loop ingin mengotomatisasi sebagian besar proses penelitian ilmiah.

Sistem AI yang dikembangkan dirancang mampu mengusulkan eksperimen, menjalankannya, mengevaluasi hasil, kemudian mengulang proses tersebut ribuan kali secara otomatis.

Menurut perusahaan, kemajuan ilmu pengetahuan selama berabad-abad masih bergantung pada eksperimen manusia yang berlangsung secara bertahap sehingga membatasi kecepatan inovasi.

Karena itu, Discovery Loop mengembangkan sistem AI berbasis komputasi berskala besar yang mampu mengotomatisasi seluruh siklus eksperimen.

Startup tersebut juga mengembangkan pendekatan recursive self-improvement, yakni AI yang mampu meningkatkan kemampuan dirinya sendiri untuk menghasilkan sistem AI yang lebih baik.

"Langkah besar berikutnya bagi AI adalah melampaui kemampuan menjawab pertanyaan dan mulai menghasilkan penemuan-penemuan baru," tulis para pendiri Discovery Loop.

"Mengubah secara mendasar cara penelitian ilmiah dan rekayasa dilakukan akan memungkinkan manfaat teknologi transformatif hadir ke dunia jauh lebih cepat," lanjut pernyataan tersebut.

Dalam wawancara dengan The New York Times, Dean mengatakan AI memiliki potensi besar mengambil alih sebagian besar proses eksperimen ilmiah.

"Kami melihat ada peluang bagi AI untuk mengotomatiskan secara lebih menyeluruh proses eksperimen yang selama ini sangat bergantung pada manusia. Hasilnya bukan hanya jumlah eksperimen yang lebih banyak, tetapi juga kualitas eksperimen yang lebih baik. Pada akhirnya, hal itu akan menghasilkan terobosan dan kemajuan ilmiah," kata Dean.

Discovery Loop berbasis di Palo Alto dengan tim yang relatif ramping.

Startup tersebut memperoleh pendanaan awal yang dipimpin Radical Ventures dan Khosla Ventures, serta didukung Alphabet, Kleiner Perkins, Lightspeed, dan Doerr Capital.

(*)


Tags: Discovery Loop Google Jeff Dean Sunda

Baca juga