KAREBANUSA.COM, Makassar - Centre for International and Strategic Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics melakukan sebuah riset tentang peran GRAB terhadap ekonomi di Indonesia.

Berdasarkan temuan riset, Tenggara Strategics dan CSIS mengestimasi bahwa Grab berkontribusi sebesar Rp 4.2 triliun ke perekonomian kota Makassar pada tahun 2018 melalui empat lini usahanya. Angka kontribusi ekonomi diestimasi dari survey terhadap 658 responden yang dilakukan dari November hingga Desember 2018 terhadap mereka yang diperoleh melalui platform Grab.

Menurut CSIS dan Tenggara Strategics lini usaha Grab yakni Grab Car memberikan kontribusi sebesar Rp 1,92 triliun, GrabBike Rp 1,85 triliun GrabFood Rp 379 miliar dan Kudo Rp 43 miliar. 

Berdasarkan survei, rata-rata pendapatan mitra pengemudi GrabBike dan GrabCar di Makassar

meningkat sebesar 205 persen dan 135, menjadi Rp 3,8 juta dan Rp 5,9 juta per bulannya, setelah

bermitra dengan Grab

Untuk GrabBike 49 persen pengemudi memiliki pendapatan pada kisaran Rp 3 - Rp 5 juta setelah

bermitram Sebelumnya hanya 8 persen dari mitra pengemudi yang memiliki pendapatan pada kisaran ini.

Lebih lanjut terdapat 13 persen mitra pengemudi yang berada pada kelompok pendapatan Rp 5

Rp 7 juta setelah bermitra dengan GrabBike Berdasarkan temuan ini Tenggara Strategics-CSIS

menyimpulkan bahwa mayoritas mitra GrabBike memiliki tingkat pendapatan 117 persen di atas

rata-rata pengusaha informal dan 184 persen di atas pekerja bebas, seperti diçatat oleh BPS. 

Secara rata-rata penjualan mitra GrabFood di Makassar mengalami peningkatan sebesar Rp 13

juta/hari dari Rp I juta hari sebelum bermitra Survei juga menunjukkan 15  persen mitra dagang yang

memiliki penjualan harian kurang dari Rp 500 ribu/hari menikmati peningkatan penjualan lebih

dari Rp 500 ribu/hari.

Kepala Departemen Ekonomi CSIS Yose Rizal mengatakan, Teknologi digital Indonesia

mempunyai potensi besar untuk menjadi landasan pembangunan ekonomi inklusif di Indonesia

Penerima manfaat terbesar dari perkembangan ekonomi digital adalah dunia usaha, terutama

UKM dan konsumen Formulasi kebijakan terkait ekonomi digital seharusnya mempertimbangkan kesejahteraan seluruh pihak terkait agar manfaatnya bisa dirasakan secara

optimal.

Menurut Yose, studi ini mencoba menghitung kontribusi teknologi Grab, sebagai salah satu

pelaku paling inovatif teknologi digital terhadap perekonomian Indonesia Studi ini tidak hanya

mengungkapkan berbagai manfaat yang didapatkan oleh mitra Grab, seperti mitra pengemudi

maupun mitra usaha, tetapi juga manfaat bagi pelanggan pengguna jasa.

"Penghitungan surplus konsumen dengan menggunakan analisis big data ini pertama kali

dilakukan di Asia Tenggara," ujar Yose dalam kegiatan diskusi publik manfaat ekonomi digital. 

Terkait hasil rangkaian penelitian ini, Direktur Eksekutif Tenggara Strategics Riyadi

Suparno mengatakan, "Hasil studi surplus konsumen Grab dan survei mitra Grab menunjukkat

bahwa manfaat yang dihasilkan oleh perusahaan teknologi ini jauh lebih besar dari yang kita

sangka, baik untuk konsumen dan mitra Perlu studi-studi sejenis untuk mengukur manfaa

kehadiran perusahaan-perusahaan teknologi di Indonesia."



Tags: Grab Grab Bike Grab Ekspress GrabFood

Baca juga