KAREBANUSA.COM, Jakarta - Aplikasi moda transportasi online, Grab, mengumumkan program kontribusi sosial miliknya bernama “Grab for Good” yang akan dicapai pada tahun 2025. Program ini ditandai terjalinnya kerjasama Grab dengan perusahaan teknologi Microsoft. 

Kerja sama ini dalam bentuk pelatihan untuk peningkatan keterampuilan dan literasi digital bagi para mitra Gran di region Asing Tenggara. Program ini bertujuan demi memberdayakan lebih banyak masyarakat Asia Tenggara untuk menjangkau sejumlah akses krusial ke teknologi, peningkatan keterampilan, dan layanan digital.

Grab dan Microsoft bekerja sama untuk membuka kesempatan peningkatan keterampilan bagi jutaan masyarakat Asia Tenggara. Kerja sama ini akan membekali para pekerja dengan kemampuan teknologi yang dibutuhkan, agar dapat berkembang dalam ekonomi digital. 

Sebanyak 6,6 juta pekerja di enam negara besar Asia Tenggara membutuhkan wawasan baru pada tahun 2028. Sekitar 41 persen dari mereka memiliki keterbatasan keterampilan Teknologi Informasi (TI) yang dibutuhkan dalam profesi-profesi baru.

Grab dan Microsoft ingin menjembatani kesenjangan keterampilan digital dengan menggabungkan kemampuan, kapasitas dan sumber daya mereka, dan juga bekerja sama untuk mewujudkan visi bersama dalam menciptakan kesempatan ekonomi melalui teknologi dan memastikan bahwa ekonomi digital dapat diakses oleh seluruh masyarakat Asia Tenggara.

“Salah satu tantangan di berbagai negara di Asia Pasifik adalah tentang demokratisasi pendidikan. Kami percaya bahwa pendidikan harus dapat diakses oleh setiap orang, terutama, literasi digital dan teknologi. Hal ini mendorong inovasi, keterampilan memecahkan masalah menggunakan data, yang merupakan kunci menuju masa depan," kata Andrea Della Mattea selaku President Microsoft in Asia Pacific. 

Andrea menambahkan, pihaknya sangat senang dapat meluncurkan cara untuk mengembangkan tenaga kerja digital secara inklusif di berbagai negara di Asia Pasifik bersama dengan Grab, yang akan meningkatkan keterampilan generasi mendatang. Menurutnya, memberdayakan setiap orang dan setiap organisasi di dunia untuk mencapai lebih adalah misi yang mempengaruhi setiap langkah mereka. 

"Bersama Grab, kami membangun tenaga kerja terampil yang akan mengubah keluarga, komunitas, dan negara, untuk menciptakan dunia masa depan,” tambahnya.

Hooi Ling Tan selaku co-founder Grab menambahkan, seiring dengan tumbuhnya Asia Tenggara, Grab berharap setiap orang juga dapat tumbuh bersama dan merasakan manfaat dari ekonomi digital yang tengah berkembang. "Saya sangat bersemangat melihat mitra pengemudi Grab dan keluarga mereka akan memperoleh keterampilan baru dari berbagai kelas bersertifikasi dari Microsoft,” ungkapnya. 

Kerja sama ini akan menjembatani berbagai kebutuhan literasi digital, dan Grab serta Microsoft akan bekerja sama dalam tiga hal, yaitu:

1. Membangun keterampilan teknis bagi mahasiswa dan perguruan tinggi, agar mereka siap memasuki angkatan kerja

2. Memberdayakan mitra pengemudi dan keluarganya agar dapat berkembang dalam ekonomi digital

3. Membuka jalur bagi pengemudi Grab mengejar karirnya di bidang teknologi

Yang menarik bahwa inti dari program "Grab for Good" adalah memastikan bahwa setiap orang, terlepas dari latar belakang atau kemampuan yang mereka miliki, dapat merasakan manfaat dari ekonomi digital.

Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati mengapresiasi langkah Grab ini. Menurutnya, Grab telah menghidupkan optimisme dengan cara membuat akses kepada mereka yang sebelum tidak terlayani oleh sistem yang ada. 

Sri Mulyani memaparkan, teknologi digital memainkan peran penting dalam perekonomian, berbeda dengan prediksi bahwa teknologi digital mengganggu kehidupan manusia dan menghilangkan lapangan kerja, tetapi kita dapat melihat bahwa teknolgi digital bisa menciptakan banyak pekerjaan baru. Dengan model bisnisnya, Grab menciptakan peluang baru bagi mereka yang sebelumnya tidak memiliki akses.

Ekonomi digital yang dibawa Grab menghilangkan konsep ‘economic of scale’, sehinga teknologi dapat berperan penting bahkan bagi pemain ekonomi terkecil, memberi mereka peluang dan akses menuju kemajuan dan kesejahteraan. 

"Saya melihat lebih banyak peluang tentang bagaimana pemerintah Indonesia dapat berkolaborasi dengan perusahaan digital seperti Grab dalam program pendidikan, kesehatan, dan jaringan pengaman sosial. Pemerintah Indonesia bertekad untuk membangun kondisi yang memang dibutuhkan, yaitu infrastruktur dan sumber daya manusia, agar masyarakat di Indonesia dapat speenuhnya memetik manfaat dari perkembangan ekonomi digital," katanya.

Hal serupa juga disampaikan Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto. Ia menjelaskan, industry 4.0 adalah usaha besar yang dapat meningkatkan ekonomi riil Indonesia sebesar 1-2 persen. 

Airlangga menambahkan, pertumbuhan ekonomi ini harus bisa dinikmati oleh setiap orang dari berbagai kalangan di Indonesia, mulai dari bisnis-bisnis skala kecil hingga masyarakat umum. 

"Satu-satunya cara kita semua dapat meraih kesuksesan adalah dengan memastikan setiap pihak benar-benar menjalankan fungsinya, dan program Grab for Good ini merupakan sebuah komitmen nyata dari sektor swasta untuk menyediakan teknologi dan alat bantu yang diperlukan wirausahawan mikro dan bisnis skala kecil," ucapnya.


Tags: Grab Grab Bike Grab Ekspress GrabFood

Baca juga