Januari 2020, UMP Sulsel Naik jadi Rp Rp 3.103.800
KAREBANUSA.COM, MAKASSAR - Upah Minimum Provinsi (UMP) Tahun 2020 dipastikan naik menjadi Rp 3.103.800. Hal tersebut diumumkan oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Prof Nurdin Abdullah, di Baruga Lounge, Kantor Gubernur Sulsel, Jumat (1/11/2019).
Rekomendasi penetapan kenaikan UMP tersebut mengacu pada PP Nomor 78/2015 Tentang Pengupahan. Serta menindaklanjuti surat edaran yang dikeluarkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) dengan nomor: B-M/308/HI.01.00/X/2019.
Tanggal 15 Oktober 2019 Perihal Penyampaian data Tingkat Inflasi dan Pertumbuhan Domestik Bruto Tingkat inflasi Nasional tahun 2019 sebesar 3,32 persen dan Pertumbuhan Ekonomi Nasional tahun 2019 sebesar 5,19 persen. Dengan demikian kenaikan UMP berdasarkan data tesebut adalah sebesar 8.51 persen.
"Upah Minimum Provinsi Tahun 2019 ini sebesar Rp2.860.382. Kenaikan Upah Minimum Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2020 sebesar Rp 243.418 atau 8,51 persen,"sebut Nurdin Abdullah.
Nurdin menyampaikan, sesuai Formula perhitungan Upah PP No. 78 Tahun 2015 Tentang Pengupahan yang didasarkan pada data Tingkat Inflasi Nasional dan Pertumbuhan Ekonomi Nasional Tahun 2019 adalah sebesar Rp. 3.103.800.
"UMP Sulsel Tahun 2020 sebesar Rp3.103.800 dan berlaku efektif 1 Januari 2020," sebut Gubernur.
Iapun meminta seluruh pengusaha mentaati keputusan tersebut.
"Semoga apa yang kita tetapkan ini dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan tenaga kerja dan juga kita berharap dapat menjaga dan meningkatkan iklim investasi di daerah kita," pungkasnya.
Tags: Nurdin Abdullah Pemprov Sulsel
Baca juga
- Gubernur Sulsel Dukung Penertiban PKL di Makassar, Ingatkan Masalah Sampah dan Lingkungan
- Rakor Angkutan Lebaran 2026 di Makassar, Menhub Tekankan Integrasi Moda dan Keselamatan Transportasi
- Dukung Perkembangan Pariwisata di Lutim, PT Vale Serahahkan Pengelolaan Bandara Sorowako ke Pemprov Sulsel
- Jalan Poros Palopo-Toraja Putus Karena Longsor, Pemprov Sulsel Genjot Pengerjaan Jalur Bua-Rantepao
- Baru Sebulan Menjabat, Prof Yusran Bakal Diganti. Inikah Alasannya?

