Pengajar dari Teman Tuli Makassar memberikan pelatihan bahasa isyarat di depan ratusan mitra Gojek Makassar peserta.

KAREBANUSA.COM, MAKASSAR -  Dari total jumlah penduduk Indonesia, sebanyak 8,56% (21 juta jiwa) di antaranya merupakan penyandang disabilitas. Di antara beberapa tantangan yang harus dihadapi para penyandang disabilitas, kesempatan untuk bekerja dan berkarya merupakan salah satunya. Hal ini yang menginisiasi Gojek untuk mengadakan membuka peluang usaha & pelatihan bahasa isyarat kepada puluhan mitra Gojek berkebutuhan khusus; dengan tujuan agar mereka dapat berkomunikasi dan berkarya secara maksimal untuk #HilangkanBatasan.

Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2018 tentang Penyandang Disabilitas pun mengamanatkan bahwa setiap 100 pekerja, perusahaan wajib mengambil 1 pekerja dari kelompok penyandang disabilitas. Namun demikian, penyerapan tenaga kerja masih terbilang rendah, dimana perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas belum mencapai 1%. Gojek sebagai bagian dari dinamika perusahaan yang merayakan perbedaan dan keberagaman, Gojek mendukung kebijakan pemerintah dalam membuka peluang kerja bagi para mitra penyandang disabilitas. 

Mulawarman selaku Head of Regional Corporate Affairs Gojek for East Indonesia menyampaikan, “Di Gojek, kami percaya bahwa teknologi dapat membantu peningkatan kesejahteraan bagi siapapun, termasuk bagi kawan-kawan penyandang disabilitas. Dengan adanya inisiatif kegiatan seperti ini, Gojek dan mitranya bisa saling berkolaborasi untuk #HilangkanBatasan. Semua orang sudah semestinya mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkarya secara maksimal,” katanya.

Mulawarman juga menambahkan bahwa adanya pelatihan ini dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap para mitra Gojek dan hal ini sejalan dengan gerakan sosial #HilangkanBatasan Gojek yang bertujuan untuk mengubah persepsi masyarakat terhadap kemampuan penyandang disabilitas.

“Saat ini kami melihat masih ada masyarakat dan konsumen Gojek yang masih ragu dengan kemampuan mitra-mitra disabilitas. Terkadang ini juga didasari oleh rasa iba. Hal inilah yang ingin kami ubah, agar kawan-kawan penyandang disabilitas juga dapat merasakan kesempatan yang sama dalam menyalurkan jasa mereka, bahwa Gojek terus melanjutkan komitmen untuk hilangkan batasan dengan segala aktivitasnya“ katanya.

Selain itu, sebagai perusahaan karya anak bangsa, dalam menjalankan strategi untuk kesejahteraan mitra, Gojek melihatnya dari tiga sisi: (1) pendapatan yang berkesinambungan, (2) pengelolaan keuangan yang baik, dan (3) pengembangan skill dan pengetahuan. Untuk mencapai ketiga hal tersebut, Gojek memastikan agar inovasi yang dihadirkan mendukung unggulnya kualitas layanan Gojek, salah satunya dengan menginisiasi Bengkel Belajar Mitra (BBM) dan mengembangkan program Gojek SWADAYA.

Pelatihan bahasa isyarat ini merupakan salah satu topik yang masuk dalam program Bengkel Belajar Mitra (BBM). Bengkel Belajar Mitra merupakan merupakan wadah pengembangan keterampilan pertama dan paling komprehensif di industri ride-hailing yang bertujuan agar mitra driver dapat belajar dan mengembangkan diri.

Sebagai garda terdepan layanan, jutaan mitra driver Gojek juga memegang peranan penting untuk memperkuat posisi tersebut. Untuk itu, Gojek terus menghadirkan ragam inisiatif seperti Bengkel Belajar Mitra (BBM) agar mitra driver Gojek selalu terdepan dalam pelayanan dan menjadi sumber daya yang semakin berkualitas dengan meng-#HilangkanBatasan. 

Sejak Oktober 2018, BBM telah menjangkau lebih dari 2.00 mitra yang bisa menambah kemampuan diri mereka sekaligus lebih banyak konsumen yang merasakan pelayanan prima dari mitra driver Gojek. Selain itu, Gojek berencana menghadirkan BBM di seluruh Indonesia secara bertahap dengan mengembangkan topik sehingga mampu menjawab tantangan yang dihadapi mitra dan konsumen. Gojek juga mengundang para pakar pengetahuan untuk berkolaborasi dan bersama-sama memberikan dampak sosial yang lebih besar lagi ke mitra Gojek di Indonesia. 

Dengan rencana pengembangan ini, Mulawarman berharap agar program BBM dapat menjangkau dan menaikkelaskan lebih banyak mitra driver dari Sabang sampai Merauke.

“BBM merupakan salah satu bentuk tindakan nyata kepedulian Gojek terhadap kesejahteraan mitra driver. Diharapkan, dengan rangkaian kegiatan BBM, mitra driver Gojek mempunyai andil yang semakin besar untuk memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia. Kami mengajak mitra Gojek untuk gali ilmu baru dalam program BBM sehingga teman-teman mitra makin sejahtera," tutup Mulawarman. 


Tags: Go-Jek Gojek Indonesia

Baca juga