KAREBANUSA.COM, Makassar - Ketupat adalah makanan yang indentik dengan hari raya Idul Fitri. Ketupat biasanya disajikan dengan opor ayam maupun hidangan bersantan lainnya. 

Diberbagai daerah dan kebudayaan di Indonesia ketupat memiliki banyak nama. Contohnya di Jawa makanan yang berbahan dasar beras ini disebut kupat. 

Tapi tahukan kamu, ternyata nama ketupat atau kupat memiliki filosofi. 

Adalah sunan Kalijaga, yang merupakan salah satu anggota dari Walisongo lah yang pertama kali memperkenalkan ketupat. 

Ketupat atau kupat dalam bahasa Jawa merupakan kependekan dari Ngaku Lepat dan Laku Papat. Ngaku  lepat artinya mengakui kesalahan. Sedangkan Laku papat artinya empat tindakan.

Dilansir dari karyacerdas.wordpres.com, tradisi sungkeman menjadi implementasi ngaku lepat (mengakui kesalahan) bagi orang Jawa. Prosesi sungkeman yakni bersimpuh di hadapan orang tua seraya memohon ampun, dan ini masih membudaya hingga kini.

Sungkeman mengajarkan pentingnya menghormati orang tua, bersikap rendah hati, memohon keikhlasan dan ampunan dari orang lain, khusunya orang tua

Laku papat artinya empat tindakan dalam perayaan Lebaran. Empat tindakan tersebut adalah,

1. Lebaran yang bermakna usai menandakan berakhirnya waktu puasa.

2. Luberan, yang berarti Bermakna meluber atau melimpah. Sebagai simbol ajaran bersedekah untuk kaum miskin.

3. Leburan, Maknanya adalah habis dan melebur.

Maksudnya pada momen lebaran, dosa dan kesalahan kita akan melebur habis karena setiap umat Islam dituntut untuk saling memaafkan satu sama lain.

4. Laburan Berasal dari kata labur atau kapur.

Kapur adalah zat yang biasa digunakan untuk penjernih air maupun pemutih dinding.

Maksudnya supaya manusia selalu menjaga kesucian lahir dan batin satu sama lain.



Tags: Ketupat Lebaran

Baca juga