Jembatan Sabbang - foto: dok Relawan FTI

KAREBANUSA.COM, Masamba - Curah hujan masih tinggi mengguyur wilayah Luwu Utara. Debit air Sungai Sabbang masih tinggi dan berwarna kecoklatan.

Satu hal yang harusnya menjadi perhatian pemerintah setempat adalah kondisi jembatan Sabbang yang menjadi akses utama dari Palopo menuju Masamba.

Firman Nullah Yusuf MT IPP selalu Kaprodi Teknik Pertambangan FTI UMI yang mendampingi Tim Relawan & Bantuan Kemanusiaan Mahasiswa dari Jembatan Sabbang Lokasi Bencana Banjir di Luwu Utara melaporkan bahwa kondisi jembatan goyang akibat tergerus banjir dan sangat berbahaya.

"Ini bisa saja mengakibatkan jembatan rubuh jika masih membiarkan kendaraan bertonase besar melewati jembatan tersebut," katanya.


Firman mengatakan bahwa pemerintah setempat harus melakukan langkah pembatasan kendaraan yang melintas, bahkan melarang melintas kendaraan berat. Ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, karena jembatan ini adalah satu-satunya akses dari dan menuju Masamba.

"Jembatan tersebut mesti menjadi perhatian khusus Pemda Lutra, Pemprov Sulsel dan aparat keamanan, khususnya kepolisian agar segera melakukan pembatasan kendaraan bertonase besar/berat agar dilarang melintas," tambahnya.

Dari video yang dibagi relawan FTI UMI, Rabu (15/7/2020) sore, kondisi air sungai masih tinggi dan arusnya sangat deras.

Kondisi ini juga sempat membuat jalur distribusi tersendat karena antrian panjang kendaraan. Salah satu penyebabnya adalah masih banyaknya tumpukan lumpur di jalan dan antrian melewati jembatan.


Tags: Banjir Masamba FTI UMI

Baca juga