KPU Makassar Ajak Tokoh Masyakarat Ikut Meredam Ketegangan Saat Pemilu
KAREBANUSA.COM, Makassar - KPU Kota Makassar kembali
menjalankan program Kelurahan Peduli Pemilu dan Pemilihan (KP3) di Karebosi
Premier, Selasa (22/3/2022). Kegiatan ini sudah memasuki angkatan ke-6 dan akan
terus berlanjut hingga angkatan le-14.
KP3 digelar untuk melanjutkan ikhtiar demokrasi sebagai penyelenggara yang diamanatkan konstitusi untuk mengawal, menciptakan, dan menjaga pemilih cerdas. Seperti sebelumnya, kegiatan ini masih difasilitasi oleh kesbangpol kota Makassar dan dihadiri oleh kader-kader KP3 dan tokoh masyarakat.
Kali ini KP3 dipantik oleh 3 komisioner KPU Kota Makassar yaitu M Faridl Wajdi (Ketua KPU Kota Makassar), Endang Sari ( Kordinator divisi Sosdiklih, Parmas, dan SDM), serta Abd Rahman (Kord Divisi Hukum dan Pengawasan).
Materi pertama dibawakan oleh Ketua KPU kota Makassar dengan materi terkait persiapan Pemilu 2024. Faridl banyak memaparkan terkait persiapan KPU dalam menyambut perhelatan pesta rakyat di lingkup kota Makassar.
Menurutnya, KPU Kota Makassar berkomimen untuk menjalankan pemilu dengan sebaik-baiknya dengan prinsip keadilan serta meminta partisipasi oleh masyarakat agar pemilu yang dicita-cita kan bersama bisa menjadi lebih berkualitas.
Materi selanjutnya diberikan oleh Endang Sari. Dalam paparan materinya, Endang memberikan apresisiasi kepada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Makassar yang memfasilitasi untuk proses pendidikan ini.
Endang Sari kali ini membahas partisipasi pemilu dan demokrasi di era digital. Dalam paparan materinya, ia menjelaskan bahwa pemilih Makassar adalah pemilih rasional dan dewasa berdemokrasi, dibuktikan dengan suksesnya gelaran pilkada yang telah dilalui di tahun 2020.
Endang mengatakan partisipasi masyarakat sangat diharapkan dalam gelaran pemilu, juga tokoh masyarakat yang diharap berperan meredam ketegangan saat pemilu.
"Kami berharap para tokoh masyarakat ikut membantu mengkondusifkan gelaran pemilu. Para tokoh-tokoh masyarakat paham betul kondisi masing-masing daerahnya. Maka dari itu kami berharap para tokoh masyarakat membantu KPU menyukseskan gelaran pemilu,” katanya.
Endang juga mengatakan di era di digital ini, media sosial sangat berpengaruh di kehidupan berpolitik di Indonesia. Diharapkan kepada masyarakat betul-betul menyaring informasi lalu meresponnya.
Sementara itu, Abd Rahman (komisioner KPU divisi Hukum dan pengawasan) membawakan materi tentang bahaya politik uang pada pemilu dan pemilihan. Abd Rahman dalam materinya menjelaskan tentang bagaimana memitigasi atau mencegah politik uang.
“Politik uang berbahaya karena mengancam rusaknya sistem pemilihan dan merusak demokrasi,” kata Abd Rahman.
Menurut Rahman, unsur-unsur politik uang yaitu ada penerima, pemberi, dan ada berupa barang. Ketika unsur ini terpenuhi maka oknum tersebut bisa terkena sanksi dan hukuman.
Rahman menjelaskan bagaimana bentuk-bentuk politik uang agar masyarakat cerdas memilih dan menghindari tindakan yang menyeleweng untuk proses pemilu yang baik.(*)
Tags: KPU Makassar
Baca juga
- Pemilihan RT/RW se Makassar Dijadwalkan November 2025, Pemkot Koordonasi ke KPU
- Siswa SMA Islam Athirah Bukit Baruga Belajar Tahapan Pemilu di KPU Kota Makassar
- KPU Makassar Buka Pendaftaran Badan Adhoc Mulai 20 November, Ini Syarat, Jumlah, dan Besaran Gajinya
- SMP Islam Athirah Bukit Baruga Helat Miniatur Pemilu, Hadirkan Bawaslu Hingga KPU Makassar
- KPU Buka Pendaftaran PPK dan PPS, Simak Jadwalnya

