KAREBANUSA.COM, Makassar - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar menggelar sosialisasi rekrutmen penyelenggara Badan Adhoc dan Pengenalan penggunaan aplikasi SIAKBA Pemilu tahun 2024, Jumat (18/11/2022).

Sosialisasi ini sebagai persiapan jelang perekrutan badan Adhoc yang akan dimulai pada tanggal 20 November,

Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor KPU Kota Makassar dengan mengundang semua warga Makassar yang tertarik untuk menjadi penyelenggara badan adhoc.

Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan terkait pendaftaran badan adhoc Pemilu 2024 serta memberikan penjelasan dalam mendaftar menggunakan aplikasi SIKABA kepada seluruh warga kota Makassar yang ingin mendaftar sebagai badan Adhoc.

Endang Sari selaku anggota KPU Kota Makassar divisi Sosdiklih, Parmas dan SDM, menjelaskan bahwa keberadaan penyelanggara badan adhoc sangat penting karena merupakan etalase terdepan dari kerja KPU.

Mereka langsung melayani Pemilih dari TPS, Kelurahan, dan Kecamatan.

Endang mengungkap bahwa jumlah kebutuhan badan Adhoc KPU Makassar yaitu Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di 15 Kecamatan sebanyak 75 orang, Panitia Pemungutan Suara (PPS) di 153 Kelurahan sebanyak 459 orang, dan Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) dengan estimasi 4174 Tempat Pemungutan Suara (TPS) sebanyak 29.218 orang.

Adapun Masa kerja PPK dan PPS yaitu selama 15 bulan untuk Pemilu, dan 9 bulan untuk Pemilihan, sedangkan masa kerja KPPS yaitu selama 1 bulan untuk Pemilu dan 1 bulan pula untuk Pemilihan.

Pada kegiatan ini pula dipaparkan terkait persyaratan PPK, PPS dan KPPS.

Syaratnya, Warga negara Indonesia, berusia paling rendah 17 tahun, setia kepada Pancasila sebagai dasar negara Undang-Undang NRI tahun 1945 Negara Kesatuan Republik Indonesia, berdomisili dalam wilayah kerja PPK, PPS dan KPPS, dan tidak menjadi anggota partai.

Syarat lainnya, mempunyai integritas, pribadi yang kuat, jujur dan adil, mampu secara jasmani rohani dan bebas dari penyalahgunaan narkotika, serta berpendidikan minimal SMA atau sederajat.

Kemudian tidak pernah dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 tahun atau lebih.

Selain persyaratan dan jumlah yang dibutuhkan, dipaparkan pula besaran honor yang akan diterima oleh badan adhoc.

Untuk Ketua PPK, gajinya yakni Rp 2.500.000 untuk Pemilu dan Pemilihan, anggota PPK sebesar Rp 2.200.000 untuk Pemilu dan Pemilihan, Sekretaris PPK sebesar Rp 1.850.000 untuk Pemilu dan Pemilihan, serta Anggota Sekretaris PPK sebesar Rp  1.300.000 untuk Pemilu dan Pemilihan.

Adapun haji untuk Ketua PPS sebesar Rp 1.500.000 untuk Pemilu dan Pemilihan, Anggota PPS sebesar Rp 1.300.000 untuk Pemilu dan Pemilihan, Sekretaris PPS sebesar Rp 1.150.000 untuk Pemilu dan Pemilihan, serta Anggota Sekretaris PPS sebesar Rp 1.050.000 untuk Pemilu dan Pemilihan.

Kemudian Ketua KPPS sebesar Rp 1.200.000 untuk Pemilu dan Pemilihan, Anggota KPPS sebesar Rp 1.100.000 untuk Pemilu dan Pemilihan.(*)


Tags: Badan Adhoc KPPS KPU Makassar PPK PPS

Baca juga