Vale sebagai Masa Depan Pertambangan di Indonesia: Inklusifitas Tanpa Batas
Reporter: Dian Aditya
KAREBANUSA.COM, SOROWAKO - Pertambangan sering dikaitkan sebagai aktivitas yang merusak lingkungan dan tidak peduli pada keadilan sosial, serta tidak inklusif bagi karyawannya.
Namun tidak demikian dengan PT Vale Indonesia Tbk. Perusahaan tambang nikel ini memiliki program CSR berkelanjutan: peduli lingkungan dan berkeadilan bagi masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar tambang.
Perusahaan dengan cadangan Nikel sekira 46,87 juta ton ini menyentuh semua kalangan dalam melaksanakan program CSR-nya.
Yang pertama adalah pertanian padi SRI Organik. Program ini bahkan digerakkan oleh masyarakat adat setempat.
Ketua Kelompok Tani Karunsie Urako Lestari Desa Ledu-Ledu, Alfrida Podandi, menegaskan bahwa berkat PT Vale, masyarakat setempat dapat hidup lebih sehat dan produktif.
“Beras biasa bisa laku Rp 10.000/kg, sementara beras organik laku Rp 17.000/kg,” ujar Alfrida Podandi didampingi Yuli Sumule.
“Kami mendapatkan bantuan PT Vale dalam bentuk pelatihan pembuatan pupuk organik sampai pengolahan pasca panen.”
“Untuk kedepannya, kami sangat berharap bantuan PT Vale dalam pemasaran produk ini,” ujar Alfrida.
Masyarakat senang mengembangkan padi organik ini, meski harus bekerja di sawah di bawah terik matahari, namun mereka bekerja dengan bahagia, karena adanya bimbingan PT Vale ini.
Di tengah tekanan bahwa perusahaan tambang tidak memedulikan masyarakat sekitar, PT Vale memberikan warna yang berbeda. Tentu tidak mudah untuk memberikan pembinaan spesifik kepada warga, apalagi masyarakat adat.
Namun PT Vale percaya integrasi dengan masyarakat adalah kunci kesuksesan.
“Kunci sukses PT Vale selama 54 tahun berkarya di Sorowako (dan kini membuka di Morowali serta Pomalaa) adalah integrasi dengan masyarakat dan lingkungan sekitar, dengan fokus pada pertambangan berkelanjutan. Kita bisa menerapkan zero emission di 2050,” ujar COO PT Vale, Abu Azhar.
Abu Azhar sendiri merupakan putra daerah, orang asli Sorowako.
“Saat ini, keterlibatan expatriat hanya tinggal 1 persen, artinya 99 persen karyawan di sini adalah putra-putri daerah asli Sorowako,” ujar Abu Azhar.
Pengembangkan Pemuda Lokal
Komitmen Vale tidak hanya memprioritaskan putra-putri daerah untuk menjadi karyawannya, namun juga pada pemberdayaan masyarakat dengan disabilitas.
Tidak banyak perusahaan tambang yang berkomitmen pada kaum disabilitas. Padahal, kaum disabilitas merupakan kaum rentan yang dilindungi oleh Undang-Undang.
Salah satunya adalah Sulaiman, disabilitas yang menjadai Ketua Kelompok Peternak Woliko. Kelompok ini memiliki 20 orang anggota dari masyarakat setempat.
Dalam beraktivitas, Eman-sapaannya, menggunakan kursi roda. Namun, itu tidak menghalanginya dalam mengembangkan budidaya ayam yang dikelolanya.
Dengan bersemangat, ia bercerita tentang passion-nya terkait budidaya ayam.
“Saya memang suka dengan kegiatan beternak ayam. Saat ini kami memiliki 150 ekor ayam, kemarin sempat 500 ekor," ucapnya.
Uniknya, budidaya ternak ayam yang dikelola Kelompok Peternak Woliko berbeda pada peternakan ayam pada umumnya. Di sini, Eman dkk mengembangkan ayam organik.
Ayam organik lebih menguntungkan secara finansial. Selain itu, rasanya lebih enak dimakan.
“Dari hanya main gitar-gitaran, sekarang kami mengembangkan kandang ayam dan juga kebun hidroponik yang melibatkan pemuda setempat," ucap Eman.
Khusus untuk kebun Hidroponik, Kelompok Peternak Woliko memilki 5 orang pemuda.
Dari pemuda pengangguran, mereka bertransformasi menjadi pemimpin dalam komunitas mereka dan menghasilkan omzet Rp 1 juta per bulan dari kebun Hidroponik.
“Dengan begini, kami bisa membantu orang tua,” ujar Abdul Halim, anggota Kelompok Woliko Bidang Hidroponik.
Permasalahan pengangguran dan kenakalan remaja seringkali terjadi di desa, namun tidak demikian dengan Desa Wasuponda, yang menjadi target binaan PT Vale.
Didirikannya Kelompok Woliko tidak hanya berguna bagi kaum disabilitas, namun juga remaja pengangguran dan vandal. PT Vale mengubah jalan hidup mereka menjadi lebih bermanfaat dan menularkan energi positif.
Sulit mengatakan PT Vale tidak berkontribusi terhadap pembangunan di Luwu Timur, dengan semua binaan ini.
Inklusif Perempuan
Menyoroti permasalahan perempuan yang menjadi topik diantara berbagai kalangan, PT Vale berkomitmen memberdayakan perempuan dengan adanya Klinik Herbal bagi Himpunan Penggiat Herbal Organik (HIPHO).
Mimi Rosita sebagai Ketua HIPHO mengatakan bahwa PT Vale membantu ibu-ibu di Desa Wasuponda untuk meracik, melakukan packaging, serta memasarkan jamu-jamu lokal dari klinik tersebut.
“Ada 100 jenis rempah yang ditanam oleh ibu-ibu di sini. Kami jadikan jamu yang berkhasiat, mampu melawan kolesterol, gula darah, dan juga kanker,” ucapnya.
Salah satu staff HIPHO merupakan survivor kanker yang kini dapat hidup lebih sehat dengan suplemen dari jamu produksi HIPHO.
Ibu-ibu merupakan kaum yang seringkali terlupakan. Namun dengan Klinik Herbal binaan PT Vale, mereka menjadi kaum yang berdaya.
Tidak hanya menyembuhkan penyakitnya sendiri, ibu-ibu binaan PT Vale dapat menyembuhkan orang di sekitar dengan bantuan PT Vale.
Suatu komitmen yang besar dalam menjaga kearifan lokal, utamanya tanaman-tanaman herbal yang ternyata dapat digunakan untuk kesehatan. Ke depannya, tanaman ini dapat diekspor ke daerah yang lebih luas di luar Luwu Timur, seperti Makassar.
Selain itu, kepada karyawannya sendiri, PT Vale bersikap inklusif.
Inklusif berarti tidak membeda-bedakan dan tidak mendiskriminasi.
Hal ini terbukti dengan pengalaman Yulianti Marselina, operator truck listrik HT7001 yang sudah 11 tahun bekerja di Vale.
“Dalam proses rekrutmen, sama sekali tidak ada diskriminasi, apalagi saya adalah putri daerah Sorowako,” ujarnya. “Perlakuan dari sesama karyawan, termasuk karyawan lelaki, tidak ada yang diskriminatif.”
PT Vale memiliki total 32 pekerja perempuan dan 8 orang operator truck perempuan.
“Memang ini bidang yang didominasi oleh laki-laki, namun saya tidak mendapatkan perlakuan berbeda, juga mendapat dukungan keluarga,” kisahnya.
Reklamasi Lahan Pasca Tambang
Tambang merusak lingkungan? Tenang, PT Vale sudah memiliki program untuk menghijaukan kembali lahan bekas tambang. Sehingga hutan yang awalnya gersang, kini mulai lebat dengan berbagai tanaman tropis maupun tanaman konsumsi.
Bahkan, PT Vale memiliki Nursery yang bisa memproduksi 700.000 bibit per tahun untuk reklamasi lahan pasca tambang.
Ada 293,44 lahan yang telah direklamasi.
Suasana hutan sangat asri, seperti tidak pernah ada kegiatan pertambangan di situ.
Harun Tandioga, Leader Nursery PT Vale, mengatakan bahwa pihaknya memiliki bibit lokal maupun eksotis, seperti Gaharu, Kayu Putih, hingga Durian.
PT Vale juga memiliki La Mella Gravity Settler, proses pengolahan air untuk memurnikan limbah tambang.
Hasliana Alimuddin sebagai Leader dari Mining Operation La Mella Gravity Settler menyatakan, kromium hexavalen yang menjadi toxic diberi injeksi hidrolik, agar sifat toxicnya hilang.
Dengan demikian air yang dibuang ke Danau Matano menjadi jernih.
“Sudah 54 tahun PT Vale beroperasi, air danau Matano tetap jernih,” jelas COO PT Vale, Abu Azhar.
Process Plant Department Head, Yudi Kusumah, menambahkan, proses pengolahan limbah udara PT Vale juga menggunakan teknologi terbaru.
Karena itu, langit Sorowako tetap biru.
Pencemaran PT Vale jauh di bawah ambang batas yang ditetapkan Permen No 14 tahun 2014 lampiran 1B tentang Pengendalian Pencemaran Udara.
Nismayani sebagai Junior Rehabilitation Engineer menjelaskan, biaya reklamasi PT Vale Sebesar Rp 300 juta per hektar.
PT Vale tidak ragu mengeluarkan biaya tersebut demi kembalinya hutan hijau Sorowako.
Saat ini, PT Vale pun membantu proyek rehabilitasi DAS di 13 kabupaten di Sulsel.
“Total ada 10.000 hektar yang sudah ditanami PT Vale,” ujar Nismayani.
Angka ini tentunya luar biasa, mengingat perusahaan tambang biasanya dikenal merusak lingkungan.
Dari kewajiban merehabilitasi 8.000 hektar, PT Vale melakukan 10.000 hektar.
Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)
PT Vale mulai mengurangi penggunakan bahan bakar fosil untuk mengurangi polusi udara dan menggantinya dengan penggunakan tenaga listrik.
PT Vale membangun tiga Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yaitu di Larona, Balambano, dan Karebbe.
Ini menjadi komitmen PT Vale untuk menggunakan energi yang lebih bersih dalam mengelola tambangnya.
“Daripada menggunakan minyak atau diesel, kami memilih PLTA karena ramah lingkungan,” tutur COO PT Vale, Abu Azhar.
Pengelolaan dari PLTA ini juga tahan gempa dan telah menjadi faslitas kontrol banjir yang berguna bagi desa-desa di Sorowako.
Demikianlah PT Vale berkomitmen terhadap masyarakat sekitar dan lingkungan, yang menurut COO Abu Azhar merupakan “rahasia” sukses PT Vale.
Kedepannya PT Vale diharapkan lebih meningkatkan lagi kontribusinya agar selalu menyejahterakan masyarakat dan lingkungan di sekitar PT Vale.
Seluruh EO dan tenaga serapan yang digunakan PT Vale juga berasal dari Sorowako.
Dengan demikian PT Vale juga diharapkan dapat terus memberdayakan masyarakat dan pemuda Sorowako, kini dan seterusnya.
Pertambangan berkelanjutan yang diterapkan PT Vale bahkan mendapatkan pujian dari Luhut Binsar Panjaitan saat berkunjung beberapa waktu lalu.
Semoga PT Vale dapat membantu pemerintah Indonesia mengembangkan SOP Pertambangan di Indonesia, agar selalu fokus terhadap pemberdayaan lingkungan dan masyarakat.
Bukan tidak mungkin, karena PT Vale, tidak hanya pertambangan di Sulawesi Selatan, tapi juga Indonesia dan dunia dapat maju, utamanya dalam standar pengelolaan masyarakat sekitar, limbah dan lingkungan. Teruslah berkarya PT Vale.
Tunjukkan pada Indonesia bagaimana pertambangan di millennium akhir ini akan berjalan.(*)
Tags: Inklusif Perempuan PT Vale PT Vale Indonesia Tbk
Baca juga
- Kinerja Solid Tahun Buku 2025 dengan Raih Laba Capai Rp 1,35 Triliun, PT Vale Bagikan Deviden Rp 813 Miliar
- Kinerja PT Vale Tbk 1T26 Menguat, Laba Bersih Melonjak Meski Produksi Nikel Turun
- PT Vale Raih Pinjaman Berbasis Keberlanjutan 750 Juta Dolar, Perkuat Strategi Energi Bersih
- PT Vale Raih Penghargaan dari Pemprov Sulteng atas Kontribusi Pajak dan Dukungan PAD
- PT Vale dan Pemkab Luwu Timur Tuntaskan Sengketa Lahan Old Camp Sorowako, 886 Warga Terima Distribusi Lahan
